CPRO Q4 2024 : Laba Bersih Turun 20.3%, 3 Ganjalan Dan 2 Sinyal Positif

Download LK CPRO Q4 2024

Review LK CPRO Q4 2024

  • Kas NAIK 32.75% dari Rp 74.8 miliar menjadi Rp 99.3 miliar
  • Aset TURUN dari Rp 6.85 triliun menjadi Rp 6.70 triliun
  • Liabilitas TURUN 8.7% dari Rp 3.43 triliun menjadi Rp 3.13 triliun
  • Ekuitas NAIK 4.37% dari Rp 3.41 triliun menjadi Rp 3.56 triliun
  • Penjualan NAIK 2.8% dari Rp 9.02 triliun menjadi Rp 9.28 triliun
  • Beban pokok pendapatan NAIK 1.26% dari Rp 7.3 triliun menjadi Rp 7.4 triliun
  • Laba kotor NAIK 9.5% dari Rp 1.68 triliun menjadi Rp 1.84 triliun
  • Laba bersih TURUN 20.3% dari Rp 401.4 miliar menjadi Rp 319.9 miliar atau dari EPS 6.7 menjadi 5.4

Kondisi Perusahaan

Kas CPRO di periode Q4 2024 naik 32.75% dari Rp 74.8 miliar menjadi Rp 99.3 miliar. Salah satu faktor pengungkit adanya kenaikan kas ini karena kenaikan penerimaan pelanggan yang naik dari Rp 8.81 triliun menjadi Rp 9.14 triliun.

Aset total CPRO turun dari Rp 6.85 triliun menjadi Rp 6.70 triliun

aset cpro q4 2024

Unsur penyusun aset CPRO terbesar sebagai berikut

1. Aset tetap sebesar Rp 3.57 triliun dengan penyusun aset tetap terbesar berupa tanah diikuti dengan mesin dan peralatan.

2. Persediaan sebesar Rp 1.37 triliun

3. Piutang usaha sebesar Rp 861.1 miliar

Dari piutang sebesar itu ada Rp 569.3 miliar yang belum jatuh tempo. Ini kewaspadaan pertama yang perlu diperhatikan bagi calin investor CPRO. Nanti di bagian hutang kita akan melihat apakah CPRO mempunyai utang usaha dan utang bank atau tidak. Kenapa ini penting diperhatikan? Simak terus ya utamanya terkait kas, piutang usaha, utang usaha dan utang bank.

Dan yang perlu diketahui adalah total kas CPRO hanya Rp 99.3 miliar.

Kami belum membandingkan dengan hutangnya ya.

Kami hanya melihat sekilas dengan kekuatan aset seperti ini harus waspada.

Liabilitas CPRO turun 8.7% dari Rp 3.43 triliun menjadi Rp 3.13 triliun

hutang CPRO Q4 2024

Hutang tertinggi berasal dari hutang bank jangka pendek sebesar Rp 1.17 triliun diikuti utang usaha sebesar Rp 540.8 miliar. Sayangnya terkait utang usaha tidak ada pembahasan jatuh temponya.

Melihat hutangnya jelas ini menjadi kabar buruk dimana hutang bank jangka pendek Rp 1.17 triliun sedangkan uang kas hanya Rp 99.3 miliar.

Potensi berikutnya untuk membayar hutang adalah persediaan dan piutang usaha yang jika ditotal kisaran Rp 2.2 triliun. Tapi kita semua tahu bahwa persediaan bukanlah aset yang benar-benar lancar ya.

Tentu saja opsi yang paling mungkin adalah gali lubang tutup lubang. Untung saja di tahun 2024 ini CPRO bisa mendapatkan kas dari pelanggan cukup besar sehingga bisa digunakan untuk pembayaran utang dan bunganya.

Ekuitas naik 4.37% dari Rp 3.41 triliun menjadi Rp 3.56 triliun.

Ada yang menarik dimana saldo laba CPRO minus Rp 3 triliun (Tahun 2023 Rp 3.3 triliun). Hal yang sama yang pernah terjadi dengan MLIA. Baca MLIA : Kinerja Laba Rugi Yang Perlu Diketahui Serta Fakta Dibalik Dividen

Jadi para holder CPRO jangan berharap ada dividen ya.

Dengan melihat aset, hutang dan ekuitas kami merasa book value CPRO bukanlah book value yang berkualitas.

Teman-teman wajib membaca artikel berikut Mengulik Book Value & TIDAK Semua Saham Undervalue Layak Investasi

Kinerja Perusahaan

Penjualan CPRO di periode Q4 2024 naik tipis 2.8% dari Rp 9.02 triliun menjadi Rp 9.28 triliun dengan sumbangan terbesar berasal dari pakan sebesar Rp 7.71 triliun. Pakan ini terdiri dari pakan udang, pakan ikan dan pakan hewan peliharaan. Khusus pakan hewan peliharaan merknya ini CLEO, BOLT, CATTIE CARE, CHESTER, KITCHEN FLAVOR, dan NATURE BRIDGE. 

Penyumbang penjualan berikutnya yaitu produk makanan Rp 1.2 triliun dan benur Rp 271.3 miliar.

Kenaikan penjualan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang untung saja hanya naik 1.26% dari Rp 7.3 triliun menjadi Rp 7.4 triliun sehingga menghasilkan kenaikan laba kotor sebesar  9.5% dari Rp 1.68 triliun menjadi Rp 1.84 triliun

laba rugi CPRO 2024

Ketika kinerja penjualan dan laba kotor meningkat ternyata ada pos-pos yang meningkat lebih tajam.

1. Beban operasi yang naik dari Rp 104 miliar menjadi Rp 255 miliar atau naik Rp 151 miliar

beban operasi cpro 2024

Stock Guide tidak menemukan data lebih lengkap terkait hal ini apakah sifatnya terus menerus ataukah hanya 1 periode saja. Namun yang jelas angka ini cukup besar jika dibanding dengan sisa labanya.

2. Beban penjualan naik dari Rp 397.7 miliar menjadi Rp 443.6 miliar atau naik Rp 45.9 miliar

beban penjualan CPRO 2024

Kami cukup senang jika memang biaya iklan naik disertai dengan biaya pengangkutan dan dibarengi dengan kenaikan revenue atau penjualan.

Baca CPRO : Akibat Hutang, Iklan Dan Tren Kinerja Perusahaan

3. Beban administrasi naik dari Rp 482.8 miliar menjadi Rp 518.5 miliar atau naik Rp 35.7 miliar.

Selain adanya kenaikan beban, laba rugi CPRO 2024 ini juga sedikit dipengaruhi oleh penurunan beban keuangan dari Rp 214 miliar turun menjadi Rp 198 miliar. 

Laba bersih CPRO turun sebesar 20.3% dari Rp 401.4 miliar menjadi Rp 319.9 miliar atau dari EPS 6.7 menjadi 5.4.

Hal menarik dari CPRO ini adalah lembar saham yang beredar sangat banyak yaitu 59 miliar sehingga dengan laba Rp 319 miliar menghasilkan EPS hanya 5.4.

Bandingkan dengan laba bersih TOTL yang hanya Rp 265.4 miliar tapi epsnya tembus 77.84. 

Kinerja Saham

saham cpro 2024

Ya sudah terlihat bahwa kinerja saham CPRO sangat stabil…hehehe alias masuk LQ50.

Ternyata dengan kenaikan penjualan belum bisa menjadi amunisi untuk mengangkat harga CPRO karena masih ada ganjalan yaitu laba bersihnya.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 50 (harga tanggal 27/03/2025)

EPS : 5.4 (annualised)

Book Value : 59 (annualized)

Harga Wajar : 78 (Graham Number)

MOS : 36%

PEG Ratio : –

PER : 9.31

PBV : 0.84

GPM : 19.9%

NPM : 3.4%

ROE : 8.97%

Harga Wajar CPRO Q4 2024

Jika menggunakan EPS 5.4 dan Book Value 59 maka harga wajar saham CPRO Q4 2024 menurut Graham Number sebesar 78 berbanding dengan harga sekarang Rp 50 (Penutupan tanggal 27 Maret 2025).

Artinya CPRO masih undervalue.

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan Review Saham CPRO

Kondisi perusahaan stabil tapi cukup mengkhawatirkan bagi investor pemula, kinerja perusahaan masih turun walaupun penjualan sudah meningkat dan kinerja saham stabil LQ 50

Value : Ya

Growth : Tidak

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide :  Tidak

Harga Beli/Jual CPRO

Revenue yang meningkat jelas menjadi sinyal positif jika perusahaan ini masih berkembang.

Tapi ada beberapa ganjalan yang perlu diperhatikan

1. Kualitas book value mengkhawatirkan (Antara kas, hutang dan saldo laba yang masih minus)

2. Jelas tidak akan membagi dividen dalam waktu dekat

3. Kenaikan revenue belum diikuti dengan kenaikan laba bersih

Sedangkan sisi positifnya ada 2

1. Revenue meningkat

2. Masih undervalue (Harga wajar Rp 78 sedangkan harga saat ini Rp 50)

Bagi teman-teman yang ingin sabar dan menunggu momentum saja bisa saja beli CPRO ini di harga 50 atau kurang.

Tapi kalo masih cukup waras mending mencari saham lain yang kondisi perusahaan sehat, kinerja perusahaan meningkat, dividen besar tapi harga sahamnya relatif stagnan seperti TOTL. Baca TOTL Q4 2024 : Laba Bersih Naik 54% Dan Harapan Bagi Nyangkuter Rp 700

=======

Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI

Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI

Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI

Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

(Visited 311 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *