TOTO Q2 2025 : Laba Bersih Naik 57.60%, Harapan 2026 & Untuk Siapa?
Download LK TOTO Q2 2025
Review TOTO Q2 2025 : Kondisi Perusahaan
- Kas NAIK 13.04% dari Rp 335.74 miliar menjadi Rp 379.51 miliar
- Aset NAIK 2.15% dari Rp 3.45 triliun menjadi Rp 3.52 triliun
- Liabilitas NAIK 2.49% dari Rp 989.19 miliar menjadi Rp 1.01 triliun
- Ekuitas NAIK 1.84% dari Rp 2.17 triliun menjadi Rp 2.22 triliun
Kas TOTO di periode Q2 2025 naik 13.04% dari Rp 335.74 miliar menjadi Rp 379.51 miliar

Berikut beberapa catatan terkait arus kas TOTO di Q2 2025
1. Kas dari aktivitas operasi menurun dari Rp 146.38 miliar menjadi Rp 92.88 miliar
Faktor pembayaran ke pemasok yang naik signifikan membuat arus kas operasi menurun.
Nah buat teman-teman aktivitas operasi ini tetap aman apalagi jika penerimaan pelanggan lebih besar.
Jika menemukan kas dari aktivitas operasi menurun dalam 1 kuartal dipantau saja dan belum masuk ke “warning”.
Kecuali dalam 1 tahun turun terus maka perlu masuk “warning”.
2. Kas aktivitas investasi turun dari Rp 15.02 miliar menjadi Rp 17.31 miliar.
Faktor pembelian aset tetap menjadi faktor pemicu penurunan ini.
3. Kas aktivitas pendanaan naik dari minus Rp 109.13 miliar menjadi minus Rp 31.80 miliar
Faktor pembayaran dividen menjadi faktor kunci kenaikan aktivitas pendanaan.
Kas TOTO secara umum naik karena di periode Q2 2024 ada beban pembayaran dividen yang nilainya signifikan.
Aset total TOTO naik 2.15% dari Rp 3.45 triliun menjadi Rp 3.52 triliun

Berikut ini penyusun aset terbesar TOTO
1. Persediaan Rp 739.60 miliar
Persediaan menjadi penyusun aset tertinggi dari TOTO.
Hal yang unik karena TOTO merupakan pabrik yang biasanya aset terbesarnya berupa aset tetap.
Jika persediaan besar maka mau tidak mau kita harus menelusuri CCC atau cash conversion cyclenya utamanya bagian Days Inventory Outstanding (DIO).
Baca bagian CCC di artikel ini Mengenal Cash Conversion Cycles Beserta Contoh Sahamnya
DIO adalah metrik yang menunjukkan rata-rata waktu (dalam hari) yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk mengubah persediannya menjadi penjualan.
Simak selengkapnya pembahasan tentang DIO disini Days Inventory Outstanding (DIO) : Pengertian, Peran, Rumus & Contoh Menghitung Dari LK Emiten
DSO (Days Sales Outstanding / Perputaran Piutang) ≈ 87 hari
→ Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menagih piutang dari pelanggan.
DIO (Days Inventory Outstanding / Perputaran Persediaan) ≈ 149 hari
→ Rata-rata persediaan tersimpan sebelum terjual.
DPO (Days Payable Outstanding / Perputaran Utang Usaha) ≈ 26 hari
→ Rata-rata waktu perusahaan menunda pembayaran ke pemasok.
CCC (Cash Conversion Cycle) = DSO + DIO – DPO
≈ 211 hari
Apakah cuma begitu? Tentu tidak. Kita perlu menghitung lagi menggunakan LK tahunan dan membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya.
Karena ada opsi hanya kuartal 2 pas lagi sepi, atau malah 211 hari ini lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya atau sebaliknya memang TOTO mengalami perlambatan dari sisi CCC.
2. Investasi pada entitas asosiasi Rp 729.99 miliar
TOTO investasi ke 2 perusahaan yaitu
- PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN). SPN merupakan Perseroan manufaktur yang memproduksi barang saniter.
- PT Surya Graha Pertiwi (SGP). SGP yang bergerak di bidang usaha pembangunan dan pengelolaan gedung perkantoran telah menyelesaikan pembangunan gedung kantor pusat Perseroan.
3. Aset tetap Rp 670.21 miliar
4. Piutang usaha Rp 567 miliar
Piutang usaha TOTO cukup tinggi dan perlu dilihat berapa lama piutang ini dibayarkan.
Piutang terbesar datang dari SPTO dan piutang TOTO ini termasuk lancar.

Jika melihat DSOnya relatif lambat tapi masih aman karena masih dalam 1 kuartal.
DSO (Days Sales Outstanding / Perputaran Piutang) ≈ 87 hari
→ Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menagih piutang dari pelanggan.
Namun kita juga perlu megecek hutangnya. Simak terus artikelnya.
5. Kas Rp 379 miliar
Liabilitas TOTO naik 2.49% dari Rp 989.19 miliar menjadi Rp 1.01 triliun

Berikut penyusun hutang TOTO terbesar
1. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Rp 372.27 miliar
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah kewajiban perusahaan untuk memberikan imbalan kepada karyawan, seperti pensiun dan tunjangan pasca kerja, yang baru akan dilunasi setelah karyawan tersebut menyelesaikan masa kerjanya, sehingga jatuh temponya lebih dari satu tahun setelah periode pelaporan saat ini.
2. Liabilitas sewa jangka panjang Rp 157.86 miliar
Liabilitas sewa jangka panjang adalah kewajiban perusahaan untuk membayar sewa atas aset seperti gedung atau peralatan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
Kewajiban ini timbul dari perjanjian sewa pembiayaan di mana perusahaan menyewa aset untuk kegiatan operasionalnya dan umumnya memiliki jatuh tempo di atas satu tahun.
3. Utang usaha 129.5 miliar
Rata-rata utang usaha 1 s/d 3 bulan.
4. Liabilitas jangka pendek lainnya Rp 104.93 miliar
Isinya berupa dividen sebesar Rp 103.79 miliar. Kenapa ada hutang dividen?
Jadi cumdate dividen TOTO 16 Jun 25 tapi baru dibayarkan tanggal 01 Juli 2025 yang artinya diumumkan kuartal 2 dan dibayarkan saat masuk kuartal 3.
Nanti di bagian saldo laba harusnya terlihat kalo belum dikurangkan.
Dengan total aset lancar sebesar Rp 1.71 triliun dan hutang lancar sebesar Rp 483.68 miliar maka TOTO termasuk emiten yang istimewa terkait urusan hutang lancarnya.
Ekuitas total naik 1.84% dari Rp 2.17 triliun menjadi Rp 2.22 triliun

Perhatikan saldo labanya. Nanti di kuartal 3 harusnya menurun karena uangnya digunakan untuk membayar dividen.
Review TOTO Q2 2025 : Kinerja Perusahaan
- Pendapatan NAIK 9.79% dari Rp 1.09 triliun menjadi Rp 1.20 triliun
- Beban pokok pendapatan NAIK 2.80% dari Rp 866.70 miliar menjadi Rp 890.98 miliar
- Laba kotor NAIK 36.10% dari Rp 230.38 miliar menjadi Rp 313.54 miliar atau GPM 26%
- Laba bersih NAIK 57.60% dari Rp 107.29 miliar menjadi Rp 169.09 miliar atau EPS naik dari Rp 10.40 menjadi Rp 16.39 atau NPM 14%
Penjualan TOTO di periode q2 2025 naik 9.79% dari Rp 1.09 triliun menjadi Rp 1.20 triliun

TOTO membagi segmen penjualannya menjadi 3 yaitu produk, perusahaan yang membeli dan geografis sehingga memudahkan investor menelusuri lebih lanjut.
Dari sisi produk yang meningkat signifikan adalah sanite yang naik dari Rp 508.77 miliar menjadi Rp 586.89 miliar.
Produk fitting atau kran-kran naik dari Rp 555.71 miliar menjadi Rp 583.28 miliar.
Menarik kan karena ternyata TOTO tidak hanya jualan jamban, tapi produk krannya juga menyumbang pendapatan besar bahkan relatif sama.
Apa bedanya grup TOTO dan non grup TOTO?
Bedanya kalo grup TOTO itu adalah perusahaan yang 1 grup dengan TOTO dan biasanya perusahaannya diawali TOTO.
Kalo non grup TOTO tapi pihak berelasi adalah SPTO.
Kami sering melihat review-review rumah baik rumah mewah sampai rumah subsidi di Youtube dan memang banyak peralatan sanitary atau fitting dari TOTO.
Semoga program pemerintah yang rumah subsidi juga menggunakan TOTO walaupun hanya klosetnya.
Kenaikan penjualan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 2.80% dari Rp 866.70 miliar menjadi Rp 890.98 miliar sehingga laba kotor TOTO juga naik 36.10% dari Rp 230.38 miliar menjadi Rp 313.54 miliar atau GPM 26%.

Laporan laba rugi TOTO sangat sederhana seperti gambar di atas.
Berikut beberapa poin yang naik turunnya signifikan
1. Beban usaha yang naik dari Rp 103.74 miliar menjadi Rp 111.12 miliar
Kenaikan tertinggi dari sisi gaji yang naik dari Rp 39.99 miliar menjadi Rp 42.93 miliar.
Yang menarik di beban usaha ini adalah adanya biaya lisensi sebesar Rp 14.37 miliar di Q2 2025.

Jika mengacu ke LK Q4 2024 total biaya lisensi sebesar Rp 27.55 miliar.
2. Bagian atas laba neto entitas asosiasi yang naik dari Rp 10.27 miliar menjadi Rp 13.14 miliar
Laba bersih TOTO periode Q2 2025 naik 57.60% dari Rp 107.29 miliar menjadi Rp 169.09 miliar atau EPS naik dari Rp 10.40 menjadi Rp 16.39 atau NPM 14%
Kinerja Saham

Kenaikan kinerja perusahaan sudah diapresiasi oleh pasar dengan kenaikan 24%.
Tapi jika kamu investor TOTO pasti rasanya beda karena harga TOTO sangat lambat di saat bursa saham rame dengan berbagai euforianya.
Btw TOTO masuk ke dividen stock di Komunitas Dividen Investing lho.
Kalo mau liat 25 emiten lain bisa klik disini 25 Emiten Dividen Stock
Rasio-Rasio Penting
Harga : 258 (harga tanggal 26/09/2025)
EPS : 32.77 (estimated)
Book Value : 242 (annualized)
Harga Wajar : 422 (Graham Number)
MOS : 39%
PEG Ratio : –
PER : 7.87 (annualized)
PBV : 1.06
GPM : 26%
NPM : 14%
ROE : 15.01%
Harga Wajar TOTO Q2 2025
Jika menggunakan EPS 32.77 dan Book Value 242 maka harga wajar saham TOTO Q2 2025 menurut Graham Number sebesar 422 berbanding dengan harga sekarang Rp 258 (Penutupan tanggal 25 September 2025).
Artinya TOTO masih undervalue.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review TOTO
Kondisi perusahaan yang bagus, kinerja perusahaan yang istimewa dan kinerja saham yang relatif naik tipis.
Value : Ya
Growth : Ya
Dividen : Ya
Core : Tidak
Stock Guide : Ya
Harga Beli/Jual TOTO
Sebenarnya TOTO ini harganya sangat stagnan bahkan dalam 5 tahun terakhir saja hanya naik 26%.

Jadi di harga berapapun masih cocok.
Namun jika mau ditarik ke jangka pendek ada harga psikologis di Rp 260 sehingga kalo bisa harga belinya max di Rp 260 ya.
Dengan dividen Rp 24 maka div yield di harga Rp 260 sebesar 9.2%.
Semoga dengan kinerja istimewa di Q2 2025 ini dividen TOTO bisa tembus Rp 26 biar div yield jadi 10%.
Kalian bisa banget lho melihat perkiraan dividen 25 emiten di link berikut Perkiraan Dividen
Oh ya TOTO ini tidak cocok bagi kalian yang pengen cepat kaya, pengen cepat multibagger dan pengen cepat beli McLaren.
=======
Mau baca terkait DIVIDEN INVESTING? Klik DISINI
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI
======
Disclaimer : semua tulisan di atas hanyalah opini pribadi berdasarkan laporan keuangan dan informasi yang ada.
Jika ada yang mengambil keputusan berdasar tulisan di atas maka Stock Guide tidak bertanggung jawab apapun.

