Mending Saham Div Yield >8% Atau Saham Growth Div Yield Kecil
Ya pertanyaan di atas sering sekali kami temukan di berbagai forum termasuk di Komunitas Dividen Investing. Join DISINI agar teman-teman selalu mendapat support dalam mempersiapkan uang pensiun atau dividen for living.
Kali ini kita akan membahasnya secara lebih mendalam
Mending membeli saham yang sudah pasti memberi dividen yield >8% atau
Membeli saham growth yang memberi dividen yield kecil tapi bisa jadi potensi dividen yieldnya besar
Sebenarnya kedua teknik di atas tidak bisa dibandingkan secara langsung karena fokus utamanya berbeda.
1. Beda tipe investasi
Sebenarnya poin pertama inilah yang menjadi jawabannya karena jelas yang satu membahas dividen yield dan yang satu membahas growth.
Berarti boleh dibeli keduanya?
Boleh saja.
Tapi kalo mau beli salah satu juga boleh? Boleh
Fokuslah dengan 1 tipe yang diasah 1000x dibanding 1000 tipe tapi hanya diasah 1x.
Karena berbeda tipe maka tentu saja akhirnya berbeda dalam analisa awal
2. Fokus screening awal
Orang-orang yang berfokus di growth investing yang mendapatkan saham growth dan ternyata dividen yieldnya <8%, maka tetap bisa membeli saham tersebut dengan asumsi suatu saat dividen yield akan naik seperti saham BBRI atau BBCA di awal 2005.
Bagi seorang dividen investor tentu saja tidak akan masuk ke saham yang div yieldnya <8% apapun alasannya.
Baiknya gimana?
Bebas saja.
Tapi karena kami seorang dividen investor maka tentu saja mencari emiten yang div yield >8%.
Emang ada emiten yang memiliki div yield >8% tapi masih growth?
Naik saja ada. Tapi kalo yang growth istimewa atau double digit sepertinya kok enggak ada
Ketika memilihnya berbeda maka fokus akhirnya pun berbeda
3. Fokus akhir emiten
Seorang dividen investor akan fokus di dividen akhir yang dibagikan.
Jika dividen yield lebih besar dibanding targetnya maka hold.
Jika dividen yield kurang dari target maka mulai dipertimbangkan lagi apakah masih layak hold atau sudah siap-siap untuk dijual. Baca 7 Alasan Dividen Investor Menjual Sahamnya
Sedangkan growth investor akan fokus di kenaikan penjualan dan laba bersih dengan minimal 2 digit.
Jika growth keduanya sudah tidak sesuai target maka siap-siap dipertimbangkan untuk tetap hold atau dijual karena kalo sudah tidak growth biasanya harganya akan ambles dan tentu saja dividen yieldnya tidak tembus >8%.
4. Dividen atau capital gain
Untuk dividen stock sudah pasti fokus cuannya di dividen.
Sedangkan growth stock fokus akhirnya biasanya di capital gain.
Ini sebenarnya konsep yang berlawanan karena dividen investor tidak akan menjual sahamnya walopun harganya naik terus.
Sedangkan growth investor biasanya akan mendapat keuntungan dari sisi capital gain yang melesat dibanding hasil dari dividen yang bisa saja dalam waktu 5 tahun belum memberi imbal hasil div yield >10%.
Trus jika saya pengen beli saham yang growth karena suatu saat akan membagi dividen dengan div yield >8% sesuai kaidah dividen investing apakah boleh?
Boleh saja tapi ada syaratnya
1. Jika kinerja perusahaannya memiliki kinerja growth maka opsinya
harga sahamnya akan naik terus
dividennya diperkirakan akan naik
sehingga dividen yield akan tetap. Kecuali manajemennya membagikan DPR lebih besar.
Paham?
Jadi misal ada emiten KUDA growth penjualan 15%. Harganya Rp 1000 dan dividennya Rp 1.
Karena growth dua digit maka harganya naik jadi Rp 1500 dan dividennya naik jadi 5.
Disini div yield masih sangat kecil walopun kenaikan dividen sudah 500% dari Rp 1 menjadi Rp 5.
Yang beruntung adalah investor yang membeli di harga Rp 1000 karena div yield dari 1% menjadi 5%.
Berarti bisa donk membeli saham growth untuk menunggu dividennya naik seperti ini?
Boleh. Cuma memang biasanya dividennya kalo sedang growth tidak naik dari Rp 1 menjadi Rp 5, tapi dari Rp 1 menjadi Rp 1.5 atau Rp 2.
Konsep menunggu growth stock untuk mendapat div yield PERLU WAKTU LEBIH LAMA.
Untungnya akan ditutup dengan capital gain.
2. Biasanya jika saham sedang growth maka dividen yang dibagikan oleh manajemen secara DPR akan sedikit karena mending kasnya digunakan untuk growth
3. Siap menahan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Sekarang div yield misalnya masih kisaran 4% atau 5%, maka kita akan beli dan siap hold dengan asumsi sahamnya fix dan dividennya akan membesar
Perhatikan tabel dibawah ini dengan asumsi
1. Saham kita memiliki growth 15% per tahun
2. harga sahamnya kita beli di harga Rp 1000
3. EPS awal = Rp100
4. DPR = 50% → DPS awal = Rp50
5. EPS naik 15% per tahun → DPS ikut naik 15% per tahun.
6. Dividend Yield = DPS ÷ 1000.
| Tahun | EPS (Rp) | DPS (Rp, 50% DPR) | Dividend Yield |
|---|---|---|---|
| 0 | 100,00 | 50,00 | 5,0% |
| 1 | 115,00 | 57,50 | 5,8% |
| 2 | 132,25 | 66,13 | 6,6% |
| 3 | 152,09 | 76,04 | 7,6% |
| 4 | 174,91 | 87,46 | 8,7% |
| 5 | 201,15 | 100,58 | 10,1% |
Artinya dalam 5 tahun dividen yield yang diberikan bisa tembus 10%.
Tapi catatannya “EMITEN HARUS GROWTH TERUS SELAMA 5 TAHUN”
Di atas adalah momen PALING IDEAL yang dibayangkan.
Kelemahan konsep ini
- jika growth berhenti dan dividen stagnan maka div yield tetap kecil
Sedangkan dividen investing biasanya dari manajemen yang memang sudah royal.
Selama kinerja tidak benar-benar ambruk maka kita bisa langsung mendapat div yield >10% tanpa kita membuat forecast seperti tabel di atas.
Tapi ya kelemahannya biasanya harganya relatif stagnan dibanding emiten growth yang cuan dari capital gainnya fantastis.
Kesamaannya
Walaupun tipe investasinya, cara masuknya dan hasil akhirnya beda teman-teman tetap wajib memantau
1. kinerja perusahaannya
2. memahami bisnisnya
Trus sebaiknya gimana?
Saran kami sih fokus saja. Jika memang mengambil jalur dividen investing artinya fokus saja ke emiten yang membagi dividen yield minimal 8% atau 10%.
Karena masih banyak kok emiten yang div yield segitu dengan kinerja yang growth. Memang growthnya tidak sefantastis emiten growth stock ya.
Jika memang mau mengambil fokus di growth maka sekalian jadi growth investor saja karena memahami forecast emiten apakah bisa memiliki kinerja 2 digit juga butuh skill dan butuh kesabaran.
Skill dan kesabaran ini akan menghasilkan capital gain yang lebih fantastis dibanding sekadar dividen.
Tapi saya tetap ingin punya keduanya? Ya boleh….hehe

