TRJA Q4 2021 : Laba Bersih Yang Bukan Laba Sebenarnya

Berikut ini rangkuman singkat dari TRJA (PT Transkon Jaya Tbk.) berdasar LK Q4 2021

DOWNLOAD LAP KEUANGAN TRJA

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Kegiatan usaha dalam perusahaan adalah

– Perdagangan suku cadang dan aksesoris mobil

– Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya;

– Reparasi dan perawatan mobil;

– Industri karoseri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri trailer dan semi trailer;

– Industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih;

– Perdagangan mobil;

– Aktivitas penyediaan tenaga kerja waktu tertentu;

– Aktivitas telekomunikasi dengan kabel;

– Jasa multimedia;

– Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel;

– Jasa nilai tambah teleponi

– Jasa multimedia;

– Aktivitas telekomunikasi lainnya YTDL;

– Penerbitan direktori dan mailing list;

– Penerbitan piranti lunak;

– Aktivitas pemrograman komputer;

– Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya;

– Aktivitas pengolahan data, hosting dan YBDI;

– Portal web dan/atau platform digital.

B. ASET

Aset TRJA mengalami peningkatan sebesar 6.7% dari Rp 605.5 miliar menjadi Rp 646.3 miliar.

Ada beberapa hal yang berubah dari aset ini yaitu :

1. Kas dan setara kas yang naik dari Rp 4.8 miliar menjadi Rp 15.6 miliar

2. Piutang usaha ke pihak ketiga yang naik dari Rp 51.7 miliar menjadi Rp 59.9 miliar

Ada 2 hal menarik dari piutang usaha ini yaitu :

  • piutang usaha terbesar datang dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (kontraktor pertambangan batubara terbesar kedua di Indonesia milik DOID atau PT Delta Dunia Makmur Tbk.
  • umur piutang usaha rata-rata hanya 30 hari

Apakah artinya TRJA juga akan menikmati adanya kenaikan harga batubara karena menjadi penyedia kendaraan bagi para kontraktor tambang? Kita lihat saja di bagian laba rugi ya.

3. Persediaan yang naik dari Rp 16.2 miliar menjadi Rp 23 miliar

Persediaan yang ditulis hanyalah terkait persediaan suku cadang kendaraan saja.

4. Biaya dibayar di muka dan uang muka pihak berelasi yang naik Rp 16.5 miliar dengan peruntukan uang muak pembelian suku cadang kendaraan kepada PT Aneka

C. HUTANG

Hutang TRJA mengalami penurunan sebesar 0.3% dari Rp 326 miliar menjadi Rp 325.3 miliar

Kabar baiknya adalah TRJA tidak memiliki hutang bank.

D. EKUITAS

Ekuitas TRJA mengalami kenaikan sebesar 14.6% dari Rp 279 miliar menjadi Rp 320 miliar. Kenaikan ini terjadi di bagian saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya yang naik dari Rp 86.7 miliar menjadi Rp 127.1 miliar.

E. LAPORAN LABA RUGI

Laporan laba rugi dari TRJA ini salah satu laporan paling singkat yang pernah kami temui.

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Pendapatan 

Pendapatan TRJA mengalami kenaikan sebesar 0.02% dari Rp 402.4 miliar menjadi Rp 402.5 miliar.

Pendapatan ini ditopang oleh kenaikan sewa kendaraan yang ditopang oleh 2 pihak ketiga yaitu PT Bukit Makmur Mandiri Utama dan PT Thiess Contractors Indonesia.

Justru untuk bisnis penyedia layanan internet berkurang dari Rp 12.4 miliar menjadi Rp 9 miliar.

Apakah ke depannya akan ada kenaikan pendapatan? Menurut saya iya karena harga komoditas sedang naik.

Tetapi ingat, pendapatan TRJA bukan karena kenaikan harga komoditas secara langsung ya tetapi pendapatan TRJA akan naik seiring dengan kenaikan supply dari komoditasnya.

TRJA tidak hanya melayani area pertambangan batubara, melainkan juga merambah pertambangan nikel, emas, mineral dan industri infrastruktur

Disisi lain TRJA juga menambah 2 anak usaha yang masing-masing bergerak di bidang usaha penyedia jasa layanan internet dengan nama PT Multinet Perkasa Indonesia dan perusahaan dengan bidang usaha alih daya dengan nama PT Borneo Sentana Gemilang.

PT Multinet Perkasa Indonesia berencana untuk mengembangkan bisnis di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan, untuk PT Borneo Sentana Gemilang, perusahaan menargetkan untuk dapat berkonstribusi dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga selain meningkatkan daya saing perusahaan dengan membangun sumber daya yang lebih besar dan meningkatkan pangsa pasar yang lebih tinggi, entitas anak juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pembangunan dan perkembangan calon ibu kota negara baru.

2. Beban Pokok Pendapatan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 3.5% yang artinya TRJA masih boncos.

Yang bagus tentu saja kenaikan beban tidak setinggi kenaikan dari pendapatannya.

3. Pendapatan operasi lain

Pendapatan operasi lain dari TRJA meningkat dari sebesar 292% atau naik dari Rp 2.6 miliar menjadi Rp 10.2 miliar.

Kenaikan pendapatan operasi lainnya ini ditopang oleh laba penjualan aset tetap.

4. Biaya keuangan

Ada penghematan yang luamyan besar di bagian biaya keuangan karena terjadi penurunan sebesar 30.7% dari Rp 39.7 miliar menjadi Rp 27 miliar atau turun sebesar 13 miliar.

Namun hal ini juga menjadi catatan bahwa eps TRJA yang naik bukan didukung oleh pendapatannya tetapi dari lain-lain

F. ARUS KAS

Tidak ada hal signifikan yang harus dibahas.

G. EPS

EPS TRJA mengalami kenaikan sebesar 20% dari Rp 25 menjadi Rp 30.

Namun tentu saja kita sudah tau bahwa EPS TRJA meningkat karena

  • adanya kenaikan pendapatan operasi lainnya yaitu penjualan aset
  • penghematan disisi biaya keuangan

bukan dari proses bisnisnya yaitu kenaikan pendapatan atau efisiensi bisnis yaitu pengurangan beban-beban.

Ada catatan yaitu EPS di Lapkeu taun 2020 tercatat di bawah ini

Bukan seperti yang ditampilkan di aplikasi RTI karena pembagi sahamnya yang berbeda.

H. KINERJA SAHAM

Entahlah apa yang terjadi dengan TRJA ini yang pernah naik hingga kisaran Rp 456 dan sekarang justru turun di kisaran Rp 220.

Yang jelas memang kinerja untuk tahun 2021 ini masih ditopang oleh pendapatan dan beban lain-lain tetapi kinerjanya tetaplah bagus.

Tetapi memang inilah bursa saham yang penuh ketidakrasionalan.

I. KESIMPULAN

Harga : 220 (harga tanggal 24/05/2022)

EPS : 30 (annualized)

Book Value : 213(annualized)

Harga Wajar : 379 (Graham Number)

MOS : 42%

PEG Ratio : 0.39

PER : 7.22

PBV : 1.04

GPM : 42.04%

NPM : 11.42%

ROE : 14.33%

Jika kita menelusuri TRJA menggunakan EPS 30 dan Book Value 213 maka didapat harga wajar kisaran Rp 379 dengan harga saat ini masih di kisaran 220.

Value investing : TRJA cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue.

Growth investing : Sepintas memang EPS TRJA dari tahun 2018 hingga tahun 2021 terjadi peningkatan. Namun TRJA tahun 2020 baru melakukan IPO sehingga untuk menjadikan TRJA sebagai saham growth stock palign tidak menunggu hingga tahun 2023 berakhir agar EPSnya tidak bias

Dividen investing : TRJA belum cocok dijadikan saham dividen investing

Core investing : TRJA belum cocok dijadikan saham core investing.

Walopun laba tahun 2021 ditopang oleh pendapatan dan beban lain-lain, kita patut menunggu hasil dari kinerja periode berikutnya. Namun kita juga sudah bisa mencicil jika ingin memiliki saham TRJA ini

Sumber :

1. https://investasi.kontan.co.id/

2. https://investor.id/

(Visited 49 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *