PBID Q1 2022 : EPSnya Kok Turun, Sudah Mulai Menurun Ya?

Berikut ini rangkuman singkat dari PBID (PT Panca Budi Idaman Tbk) berdasar LK Q1 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN PBID

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Perusahaan bergerak dalam bidang :

  • industri barang dari plastik untuk pengemasan,
  • industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton,
  • industri pencetakan umum,
  • industri mesin keperluan khusus lainnya,
  • perdagangan besar berbagai macam barang,
  • perdagangan besar karet dan plastik dalam bentuk dasar,
  • perdagangan besar mesin kantor dan industri,
  • suku cadang dan perlengkapannya,
  • dan perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan lainnya.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997.

B. ASET

Aset PBID mengalami kenaikan sebesar 6.2% dari Rp 2,801 triliun menjadi Rp 2,975 triliun

Tidak ada hal yang signifikan yang akan dibahas kecuali adanya penurunan di investasi obligasi yang di Des 2021 sebesar Rp 70 miliar dan di Q1 2022 hanya menjadi Rp 14.3 miliar karena memang sudah jatuh tempo.

Untuk piutang walopun nominalnya kisaran Rp 350 miliar tetap aman karena masa bayarnya di bawah 30 hari

C. HUTANG

Hutang PBID mengalami kenaikan sebesar 10.4% dari Rp 524.1 miliar menjadi Rp 579 miliar.

Hutang PBID aman ya.

Bagi teman-teman yang ingin mengetahui hutang emiten aman atau tidak bisa dengan 2 indikator berikut :

  • Dibandingkan dengan cashnya
  • Dibandingkan dengan aset lancarnya

D. EKUITAS

Ekuitas PBID mengalami kenaikan sebesar 5.2% dari Rp 2,270 triliun menjadi Rp 2,396 triliun.

Tidak ada perubahan yang signifikan kecuali penambahan datang dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Penjualan

Penjualan PBID mengalami kenaikan sebesar 19.1% dari Rp 1,042 triliun menjadi Rp 1,242 triliun.

Penjualan terbesar datang dari pihak ketiga dan dari kemasan plastik.

Perlu diketahui bahwa beberapa produk dari PBID ini bisa dibilang sebagai penguasa seperti plastik Tomat dan Wayang dan sudah terbukti melalui predikat Top Brand Award tahun 2021.

Sumber : https://pbniaga.id/2021/03/05/panca-budi-kembali-meraih-penghargaan-top-brand-award-2021-untuk-merek-wayang-dan-tomat/

 

2. Beban Pokok Penjualan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 24.2%.

Sepintas bisa terlihat bahwa PBID memang menaikkan jumlah persediaan bahan bakunya karena menghindari fluktuasi harga komoditas yaitu minyak dan bijih plastik.

Jika melihat pendapatan dan beban pokoknya PBID masih mendapat laba kotor sebesar Rp 239.6 miliar dibanding Q1 2021 sebesar Rp 234.6 miliar.

Artinya masih sangat aman.

Namun ada kenaikan dari sisi beban penjualan dan penurunan pendapatan keuangan yang akhirnya membuat laba sebelum pajak PBID berkurang dari Rp 159.2 miliar menjadi Rp 152.9 miliar.

Beban ekspedisi yang meningkat hingga 60% menjadi penyumbang utama kenaikan beban penjualan.

Selain itu, penurunan juga datang dari pendapatan keuangan utamanya di bagian pendapatan bunga deposito.

Walopun beban penjualan meningkat dan pendapatan keuangan menurun ini masih sangat aman.

F. ARUS KAS

  • Aktivitas Operasi

Pembayaran ke pemasok menjadi penyebab cash di periode ini minus.

  • Aktivitas Investasi

Ada aktivitas penerimaan investasi yang lumayan signifikan sebesar Rp 56.2 miliar. Kemungkinan ini datang dari obligasi yang jatuh tempo.

  • Aktivitas Pendanaan

Tidak ada hal yang signifikan yang perlu dibahas.

Tetapi perlu diketahui oleh teman-teman investor bahwa arus kas seperti ini sangat relatif bahkan misal pelaporan LK tanggal 31 Maret posisi minus kemudian tanggal 01 Aprilnya sudah bisa surplus karena ada pembayaran dsb.

Jadi kadang agak heran kalo ada investor yang sangat takut arus kasnya minus.

G. EPS

Salah satu emiten yang istimewa di bursa saham yaitu PBID.

Kinerja emitennya sehat, dividennya lancar dan growth EPSnya istimewa.

Jadi kesimpulannya EPS menurun itu harus dilihat lagi kenapanya dan yang paling penting salah satunya adalah EPS menurun masih mending asal penjualan meningkat.

H. KINERJA SAHAM

Kinerja perusahaan sehat, penjualan naik, EPS tumbuh tapi tidak dengan kinerja sahamnya yang YTD hanya naik 2%.

Jelas ini menjadi peluang bagi para investor yang ingin memasukkan PBID sebagai saham growth stock, value stock bahkan menurut saya sudah sedikit layak sebagai core stock.

I. KESIMPULAN

Harga : 1755 (harga penutupan tanggal 27/04/2022)

EPS : 250 (annualized)

Book Value : 1274 (annualized)

Harga Wajar : 2677 (Graham Number)

MOS : 38%

PEG Ratio : 0.22

PER : 7.02

PBV : 1.38

GPM : 19.28%

NPM : 9.42%

ROE : 19.60%

Jika kita menelusuri PBID menggunakan EPS 250 dan Book Value 1274 maka didapat harga wajar kisaran Rp 2677 dengan harga saat ini masih di kisaran 1650.

Value investing : PBID cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue.

Growth investing : Jika melihat tren EPS dari tahun 2019 maka PBID sangat layak menjadi perusahaan growth stock.

Bahkan PBID mempunyai PEG Ratio hanya 0.22. Wajarnya di angka 1

Dividen investing : Untuk dividen menurut saya layak ya apalagi melihat tren besaran dividen PBID yang terus meningkat.

Core investing : Walopun masuk sebagai perusahaan dengan market cap menengah dan belum lama IPO namun dengan kualitas perusahaan, produk yang dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat maka PBID menurut saya sudah layak masuk sebagai core stock tipis-tipis.

Kinerja perusahaan sehat, div yield kisaran 6%, produk dipake seluruh lapisan masyarakat membuat PBID masuk sebagai salah satu saham terbaik di bursa

Sumber :

(Visited 59 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *