ISSP Q1 2022 : Kinerja Stabil Namun Isunya Terlalu Kuat

Berikut ini rangkuman singkat dari ISSP (PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk) berdasar LK Q1 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN ISSP

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Kegiatan usaha dalam bidang industri pipa baja.

B. ASET

Aset ISSP mengalami peningkatan tipis sebesar 1.6% dari Rp 7.09 triliun menjadi Rp 7.2 triliun.

Ada beberapa hal yang berubah dari aset ini yaitu :

1. Kas dan setara kas yang berkurang dari Rp 50 miliar menjadi hanya Rp 29 miliar. Kas ini nanti menjadi isu kinerja sahamnya yang ambyar karena berhubungan dengan arus kas.

2. Piutang usaha ke pihak ketiga yang naik dari Rp 972 miliar menjadi Rp 1,6 triliun atau bertambah sebesar Rp 683 miliar.

Jika melihat umur piutang tentu saja bukan kabar baik yang akan memberi tambahan uang kas ke ISSP karena piutang usaha lebih banyak yang belum jatuh tempo sehingga ISSP belum bisa menikmati hasil penjualannya.

3. Persediaan yang berkurang dari Rp 3.2 triliun menjadi Rp 2.6 triliun atu berkurang kisaran Rp 626 miliar.

Jika melihat penjabaran di poin persediaan ini maka terlihat memang persediaan dari ISSP sudah berkurang dan di saat yang lain ISSP juga dalam proses menambah persediaan yang terlihat di uang muka pembelian bahan baku.

4. Uang muka aset lancar yang naik dari Rp 29 miliar menjadi Rp 107 miliar yang digunakan untuk pembelian bahan baku

5. Biaya dibayar dimuka yang naik dari Rp 9 miliar menjadi Rp 25 miliar yang digunakan untuk membayar ongkos angkut.

C. HUTANG

Hutang ISSP mengalami penurunan sebesar 0.1% dari Rp 3.310 triliun menjadi Rp 3.306 triliun

Ada kenaikan dari hutang jangka pendek dari Rp 1.8 triliun menjadi Rp 2.0 triliun.

Jika melihat uang kas yang ada dengan total hutang jangka pendeknya tentu saja khawatir, namun jika melihat dari sisi Current ratio masih relatif aman yaitu 162.37%.

Current ratio bisa dibaca disini Belajar Tentang Debt to Equity, Cash Ratio, Quick Ratio Dan Current Ratio

D. EKUITAS

Ekuitas ISSP mengalami kenaikan sebesar 3.1% dari Rp 3.7 triliun menjadi 3.9 triliun.

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa yang perlu dikulik lebih jauh yaitu

1. Pendapatan 

Pendapatan ISSP mengalami kenaikan sebesar 88.4% dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun

2. Beban Pokok Pendapatan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 112.6% yang artinya ISSP masih boncos.

Yang bagus tentu saja kenaikan beban tidak setinggi kenaikan dari pendapatannya.

Disini beban terbesar terletak di pemakaian bahan baku. Namun menurut saya ini bukan masalah berarti atau biar hati tenang wait n see dulu..

Kalo sudah punya ya hold dulu kalo belum ya ditunggu saja sampe ada pembalikan kinerja yang relatif signifikan.

Nanti telat? Enggak donk kalo melihatnya jangka panjang.

3. Manajemen Risiko Keuangan

Menurut saya hal ini justru menarik untuk diperhatikan karena ISSP menuliskan salah satu risiko keuanganny yaitu Risiko Harga Baja.

“Risiko harga baja adalah risiko laba rugi atau ekuitas yang timbul dari perubahan harga komoditas baja di pasar dunia. Eksposur Entitas dan Entitas Anak terhadap risiko harga baja terutama berkaitan dengan persediaan bahan baku yang siap di produksi dan barang jadi yang tersedia untuk dijual.”

F. ARUS KAS

 

 

Inilah yang menjadi salah satu isu paling kuat yang membuat harga ISSP tidak sejalan dengan kinerja perusahaannya.

Isu terkait arus kas operasi yang minus.

Padahal jika diketahui bahwa konsep arus kas dari aktivitas operasi itu dicatat berdasar kapan lap keuangannya dirilis dan tentu saja ketika kasnya masuk walopun setelah selisih 1 hari tidak akan tercatat. Hal ini harus dipahami sejak awal.

Dan jika kita melihat arus kas di operasi maka ada kenaikan yang signifikan terkait pembayaran karyawan, pemasok dll. Memang di bagian arus kas tidak ada Catatan Laporan Keuangan yang bisa memberi penjelasan detail sehingga banyak orang akhirnya berasumsi bahwa laba ISSP hanyalah di atas kertas saja.

Tetapi konsep arus kas operasi dengan kondisi minus hal yang biasa.

G. EPS

EPS ISSP annualized tahun 2022 sebesar Rp 67 atau relatif sama dengan EPS tahun 2021. Untuk per kuartal juga relatif sama dengan Rp 17 dibanding tahun 2021 sebesar Rp 15.

Namun karena arus kas yang minus membuat banyak orang berasumsi bahwa EPS ini hanyalah EPS di atas kertas saja buka EPS yang memang ada uangnya.

H. KINERJA SAHAM

Ya, isu arus kas dari aktivitas operasi masih menjadi berita hangat di kalangan market sehingga market terus menghukum ISSP dengan penurunan kinerja sahamnya hingga 31.13%.

Kekhawatiran berikutnya yaitu terkait apakah laba yang tertulis di laporan laba rugi adalah laba yang ada benar-benar ada atau hanya laba di atas kertas.

Padahal jika kita perhatikan lebih detail tidak ada yang berubah dari sisi kinerja karena EPS juga stabil.

I. KESIMPULAN

Harga : 292 (harga tanggal 24/05/2022)

EPS : 67 (annualized)

Book Value : 544 (annualized)

Harga Wajar : 906 (Graham Number)

MOS : 68%

PEG Ratio : 0.08

PER : 4.36

PBV : 0.54

GPM : 12.13%

NPM : 5.98%

ROE : 12.32%

Jika kita menelusuri ISSP menggunakan EPS 67 dan Book Value 544 maka didapat harga wajar kisaran Rp 906 dengan harga saat ini masih di kisaran 292.

Value investing : ISSP cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih sangat undervalue dengan target profit kisaran 4 bagger.

Growth investing : Sepintas memang EPS ISSP meningkat sangat tajam terutama tahun 2019 dan 2020 ke tahun 2021 dan kita berharap memang ISSP merupakan perusahaan growth stock.

Apalagi ketika manajemen punya target penjualan sebesar 30% untuk periode tahun 2022 ini.

Dividen investing : ISSP belum cocok dijadikan saham dividen investing

Core investing : ISSP belum cocok dijadikan saham core investing.

Kinerja perusahaan yang masih simpang siur dan ditopang dengan arus kas yang minus membuat ISSP dibuang ke tong sampah. Namun dibalik itu jika fundamentalnya terbukti maka multibagger bisa didapat sehingga wait n see merupakan langkah paling tepat agar tidur tetap nyenyak

Sumber :

(Visited 74 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *