IPCC Q2 2023 : Walopun EPS Tahunan Naik Aslinya Turun Lho

IPCC Q2 2023 : Walopun EPS Tahunan Naik Aslinya Turun Lho

Di artikel ini saya sudah membahas secara ringkas kinerja dari IPCC termasuk potensi yang ada, harga wajar IPCC serta di harga berapa kita cocok untuk masuk. Teman-teman bisa baca detailnya disini IPCC Q2 2023 : Laba Bersih Naik 73.3% & Harapan Yang Dinanti

Namun ada satu hal yang sedikit menjadi problem karena ternyata di RTI, EPS Q2 2023 justru menurun alias secara QoQ menurun. Jika teman-teman bingung arti QoQ bisa membaca artikel berikut  Mengenal TTM, Annualised, YTD, YoY Dan QoQ

Tentu saja ini menjadi bahan diskusi, elemen apa yang menurun.

Apakah memang revenue menurun?

Atau sebenarnya ada beban yang naik?

Akhirnya saya pun menelusuri pelan-pelan dan membandingkan 2 kuartal tersebut dan inilah artikel selengkapnya.

Jika melihat data di RTI memang terlihat bahwa EPS IPCC di Q2 2023 murni menurun dibanding Q1 2023 alias secara QoQ menurun.

Semua tau bahwa EPS merupakan unsur terkahir dari laporan laba rugi dan kita perlu menelusuri dari revenue hingga jumlah saham yang beredar. Baca Memahami Komponen Penyusun Earning per Share (EPS)

Dan berikut data singkat kinerja laba rugi IPCC

MiliarQ2 2023Q2 2023 ASLIQ1 2023
Revenue366.9175.8191.1
COGS194.1101.992.2
Laba Kotor172.773.898.9
Beban Umum54.724.730.0
Beban Operasi9.87.52.3
Laba Usaha108.241.766.5
Pendapatan Keuangan21.38.512.8
Beban keuangan31.316.015.3
Laba Bersih78.936.642.3
EPS43.420.223.2

Dari data di atas terlihat revenue IPCC di Q2 2023 menurun dibanding Q1 2023, dimana Q1 2023 revenue IPCC Rp 191.1 miliar sedangkan di Q2 2023 hanya Rp 175.8 miliar.

Disisi lain justru beban pokok pendapatan malah meningkat dari Rp 92.2 miliar naik menjadi Rp 101.9 miliar.

Sebenarnya ada beberapa hal yang naik turun seperti beban umum Q2 2023 menurun dibanding beban umum Q1 2023. Namun kenaikan beban operasi serta penurunan pendapatan lainnya turut mengurangi bottom line walopun tidak terlalu signifikan.

Sekarang kita akan membahas 3 hal yang paling signifikan dari naik turunnya EPS IPCC yaitu revenue, cogs atau beban pokok pendapatan dan beban umum.

MiliarQ2 2023Q2 2023 ASLIQ1 2023
Revenue366.9175.8191.1
jasa terminal336.1160.3175.8
jasa barang20.29.510.7
rupa-rupa usaha4.72.32.4
dll5.85.80.04
COGS194.1101.992.2
Kerjasama83.636.247.4
Penyusutan46.127.418.7
Gaji. upah dan kesejahteraan karyawan44.630.014.6
Konsesi7.63.64.0
Bahan dan utilitas5.11.93.2
Beban eksploitasi lainnya6.85.11.7
Beban Umum54.724.730.0
Gaji. upah dan kesejahteraan karyawan20.311.68.7
Pajak bumi dan bangunan7.55.52
Sewa0(5.8)5.8
Penyusutan14.77.77

Dimulai dari revenue. Penurunan jelas terjadi di bagian jasa terminal dimana Q1 2023 menyumbang Rp 175.8 miliar namun di Q2 2023 hanya Rp 160.3 miliar. Jika melihat bisnis IPCC secara umum besar kemungkinan penurunan ini akibat lebaran. Selain itu bisa jadi penurunan ini karena otomotif di q2 2023 ini memang berkurang. Ada 2 keydriver yang berpotensi untuk diselidiki lebih lanjut. Teman-teman bisa berkomentar jika memang mempunyai insight tambahan.

Lini kedua yang mempengaruhi EPS IPCC adalah di bagian COGS atau beban pokok pendapatan dimana di Q1 2023 COGS hanya Rp  92.2 miliar dan di Q2 2023 ini naik menjadi Rp 101.9 miliar.

Jika dipecah lebih lanjut ternyata kenaikan tertinggi dari sisi gaji dimana Q1 2023 hanya Rp 14.6 miliar namun di Q2 2023 naik menjadi Rp 44.6 miliar. Jelas ada kenaikan hampir Rp 30 miliar dan tentu saja kenaikan ini dikarenakan adanya lebaran alias THR.

Poin terakhir yaitu beban umum. Sebenarnya beban umum ini ada pengurangan utamanya dari sisi sewa. Namun kenaikan gaji yang hampir Rp 11 miliar tentu menjadi pembeda.

Setelah kita membaca data di atas besar kemungkinan adanya lebaran memberikan tekanan bagi laba IPCC utamanya dari gaji karyawan. Poin berikutnya yang bisa saja menjadi pembeda tentu saja terkait dengan otomotif dimana di Q2 2023 ini menurun. Tapi terkait otomotif ini saya masih perlu data tambahan. Mohon bagi teman-teman yang ada data tambahan bisa memberi komentar ya.

Terkait lebaran utamanya gaji kita perlu menunggu Q3 2023 untuk memastikan laba IPCC tergerus karena THR atau bukan ya…Kita tunggu bersama

(Visited 153 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya