TLKM Q4 2024 : Laba Bersih Turun 3.75%, Pensiun Dini Dan Non Pengendali
Download LK TLKM Q4 2024
Review LK TLKM Q4 2024
- Kas NAIK 16.90% dari Rp 29.00 triliun menjadi Rp 33.90 triliun
- Aset NAIK dari Rp 287.04 triliun menjadi Rp 299.67 triliun
- Liabilitas NAIK 5.14% dari Rp 130.48 triliun menjadi Rp 137.18 triliun
- Ekuitas NAIK 4.68% dari Rp 135.74 triliun menjadi Rp 142.09 triliun
- Penjualan NAIK 0.50% dari Rp 149.21 triliun menjadi Rp 149.96 triliun
- Laba bersih TURUN 3.75% dari Rp 24.56 triliun menjadi Rp 23.64 triliun atau EPS Rp 247 menjadi Rp 238
Kondisi Perusahaan
Kas TLKM di periode Q4 2024 naik 16.90% dari Rp 29.00 triliun menjadi Rp 33.90 triliun.

Ada 3 kegiatan yang dampaknya signifikan baik menambah maupun mengurangi kasnya.
Yang mengurangi kas adalah pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya yang naik dari Rp 35.32 triliun menjadi Rp 47.60 triliun.
Sedangkan 2 kegiatan yang menambah kas TLKM di periode q4 2024 ini adalah
1. penurunan pembelian aset dari Rp 33.60 triliun menjadi Rp 26 triliun
2. pencairan utang bank dari Rp 38.83 triliun menjadi Rp 52.65 triliun.
Aset total TLKM naik dari Rp 287.04 triliun menjadi Rp 299.67 triliun

Unsur penyusun aset TLKM terbesar sebagai berikut
1. Aset tetap sebesar Rp 180.56 triliun
2. Kas dan setara kas sebesar Rp 33.90 triliun
3. Aset hak guna sebesar Rp 26.910 triliun
Cukup menarik melihat kas TLKM ternyata menempati posisi no 2 sebagai aset terbesar.
Apakah aset TLKM merupakan aset yang berkualitas? Bisa iya bisa tidak karena kita juga harus melihat hutangnya.
Liabilitas TLKM naik dari 5.14% dari Rp 130.48 triliun menjadi Rp 137.18 triliun

Berikut ini penyusun hutang terbesar TLKM
1. Pinjaman jangka panjang sebesar Rp 25.51 triliun
2. Liabilitas sewa sebesar Rp 18.46 triliun
3. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo setahun Rp 15.86 triliun
Dengan melihat hutang dan asetnya bisa dipastikan sebenarnya aset TLKM berkualitas.
Teman-teman wajib membaca artikel berikut Mengulik Book Value & TIDAK Semua Saham Undervalue Layak Investasi
Dengan kas Rp 33.90 triliun tentu sangat mudah untuk membayar kewajiban pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo sebesar Rp 15.86 triliun.
Ekuitas TLKM Q4 2024 naik 4.68% dari Rp 135.74 triliun menjadi Rp 142.09 triliun.

Sekadar catatan saja bahwa ekuitas total TLKM sebesar Rp 162.49 triliun. Namun 14.35%nya milik non pengendali.
Artinya hanya Rp 142.09 triliun yang dimiliki oleh entitas induk.
Apakah ini berpengaruh? Iya. Biasanya terkait di laba bersihnya. Namun untuk TLKM sepertinya tidak terpengaruh.
Stock Guide sudah beberapa kali menulis tentang emiten yang non pengendalinya besar
ABMM Q1 2022 : Siap-Siap Dengan Non Pengendali Dan Masa Depan
Q3 SMDR 2022 : Bagi-Bagi Dengan Non Pengendali Dan Perkiraan Yang Meleset
JIHD Q1 2023 : Non Pengendali Yang Besar & Kabar Dari Public Expose
MTDL Q2 2023 : Pertimbangan Kinerja, Harga Dan Non Pengendali
Kinerja Perusahaan
Penjualan TLKM di periode Q4 2024 naik sangat tipis 0.50% dari Rp 149.21 triliun menjadi Rp 149.96 triliun

Yang unik dari pendapatan TLKM adalah segmennya yang cukup banyak. Kami tidak akan membandingkan dengan tahun 2023 karena pendapatannya naik sangat tipis alias anggap saja sama.
Jika melihat gambar di atas maka pendapatan TLKm disumbang oleh
1. Pendapatan data sebesar Rp 94.33 triliun
Pendapatan TLKM terbesar datang dari internet dan seluler mobile yang menyumbang Rp 72.63 triliun.
Artinya konsumen ritel termasuk saya (saya menggunakan kartu Telkomsel sejak 2006) yang menyumbang pendapatan ini.
Ini curhat pribadi saja sih..hehe. Kami sebagai user lama merasa harga paket Telkomsel mahal, promonya kadang ada kadang hilang dan sekarang hanya 28 hari bukan 30 hari…Hmmm
Oh ya segmen ini menyumbang kenaikan terbesar karena di tahun 2023 hanya Rp 90.82 triliun
2. Pendapatan indihome sebesar Rp 26.26 triliun
Ternyata pendapatan indihome banyak juga ya karena sampai menyentuh Rp 26.26 triliun.
Walaupun banyak tapi jika dibandingkan tahun 2023 ternyata menurun karena 2023 menyumbang Rp 28.78 triliun.
3. Pendapatan interkoneksi sebesar Rp 9.18 triliun
Jujur Stock Guide kurang begitu paham terkait pendapatan interkoneksi ini.
4. Layanan lain sebesar Rp 7.23 triliun
Ada pendapatan lain-lain sebesar Rp 2.86 triliun. Edyan ya…Pendapatan sebesar itu masuknya ke pendapatan lain-lain.
Yang menarik disini ada pendapatan epayment sebesar Rp 1.3 triliun (Ini layanannya Telkom yang LinkAja bukan ya)
5. Pendapatan telpon sebesar Rp 6.73 triliun
Ternyata masih banyak juga yang menggunakan telpon karena menyumbang hingga Rp 6.73 triliun.
Dalam laporan laba rugi TLKM tidak ada beban pokok pendapatan sehingga tidak ada laba kotor. Yang ada langsung laba usaha.

Ada beberapa pos yang mengalami kenaikan yaitu
1. Beban operasi
Ada kenaikan beban operasi dari Rp 39.71 triliun menjadi Rp 41.20 triliun yang ditopang oleh kenaikan Operasi dan pemeliharaan dari Rp 23.05 triliun menjadi Rp 24.36 triliun.
2. Beban karyawan
Beban karyawan naik dari Rp 15.92 triliun menjadi Rp 16.80 triliun.
Uniknya adalah kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan pensiun dini yang naik dari Rp 0 di tahun 2023 menjadi Rp 1.18 triliun di tahun 2024.

Kenapa ya pada pensiun dini?
Ini salah satu bunyi CLKnya
Beban Pendi (Pensiun dini) diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika, Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.
Ternyata malah ditawari sama perusahaan untuk pensiun dini.
3. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
Ada kenaikan dari pos ini dimana tahun 2023 mengalami kerugian minus Rp 748 miliar sedangkan tahun 2024 ini menjadi Rp 188 miliar.
Detail salah satu CLK bisa dibaca di bawah ini

TLKM mengalami kerugian di GOTO sebesar Rp 380 miliar tau naik dari tahun 2023 sebesar Rp 119 miliar
Yang menjadi penyelamat adalah investasi MDI yang naik dari minus Rp 514 miliar menjadi Rp 483 miliar
4. Biaya pendanaan
Ada kenaikan biaya pendanaan dari Rp 4.65 triliun menjadi Rp 5.2 triliun
Untung saja ada penurunan penurunan pajak dari Rp 8.79 triliun menjadi Rp 7.63 triliun yang menjadi salah satu penyokong laba bersih TLKM.
Laba bersih akhir TLKM hanya 3.75% dari Rp 24.56 triliun menjadi Rp 23.64 triliun atau EPS Rp 247 menjadi Rp 238.

Ingat dimana Stock Guide mention tentang non pengendali.
Ternyata non pengendali TLKM juga merebut laba bersih entitas induk lumayan besar dari total Rp 30.74 triliun diambil Rp 7.09 triliun sehingga sisa Rp 23.64 triliun atau kisaran 23%.
Kinerja Saham

Inilah bukti bahwa bursa saham tidak bisa diprediksi.
Ketika banyak orang yang bilang bursa saham rasional kadang tidak rasional, menurut kami malah sebaliknya
“Bursa saham tidak rasional KADANG RASIONAL”
Termasuk juga yang dialami oleh TLKM dimana penurunan kinerja laba bersih hanya 3% bahkan pendapatan masih naik walaupun tipis tetapi harga sahamnya turun hingga 19%.
Pertanyaannya apakah harga saat ini sudah sesuai dengan kinerja (sudah price in) atau memang kemaren kemahalan? Entahlah…
Baca yuk Sebelum Berinvestasi Saham, Pahami Dulu Rule of Game Bursa Saham
Rasio-Rasio Penting
Harga : 2550 (harga tanggal 22/04/2025)
EPS : 238 (annualised)
Book Value : 1434 (annualized)
Harga Wajar : 2771 (Graham Number)
MOS : 8%
PEG Ratio : –
PER : 10.68
PBV : 1.78
GPM : –
NPM : 15.8%
ROE : 16.64%
Harga Wajar TLKM Q4 2024
Jika menggunakan EPS 238 dan Book Value 1434 maka harga wajar saham TLKM Q4 2024 menurut Graham Number sebesar 2771 berbanding dengan harga sekarang Rp 2550 (Penutupan tanggal 22 April 2025).
Artinya TLKM masih undervalue walaupun sudah mendekati fair valuenya
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review Saham TLKM
Kondisi perusahaan bagus, kinerja perusahaan secara umum stagnan dan kinerja saham downtren
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Tidak
Harga Beli/Jual TLKM
Tidak ada yang bisa diharapkan dari kinerja TLKM.
Berharap growth karena market leader jelas tidak.
Berharap core stock masih bisa tapi dividennya yang menjadi kunci hanya segitu-segitu saja.
Kira-kira berapa potensi dividen TLKM tahun buku 2024?
Jika EPS 238 dan DPR rata-rata 190 atau div yield dengan harga Rp 2550 sebesar 7.4%
Tapi jika DPR sama dengan tahun buku 2023 sebesar 74.77% maka dividennya 177 atau div yieldnya 6.9%.
Hitung perkiraan dividen menggunakan Kalkulator Dividen
Dan masih banyak emiten yang layak core stock dengan dividen di atas 8% salh satunya ada BUMN juga di bidang perminyakan yaitu ELSA. Baca detailnya disini ELSA Q4 2024 : Laba Bersih Naik 41.84%, Yang Mengganjal Dan Potensi Dividennya
Tapi kalo kalian bisa dapat di harga Rp 2300 dengan potensi dividen 177 maka div yieldnya sebesar 7.6%. Termasuk besar? Kami masih no.
=======
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

