PTMP Q1 2024 : Laba Bersih Stagnan Dan Catatan Aset Yang Perlu Diperhatikan

Download LK PTMP Q1 2024

Review LK PTMP Q1 2024

  • Kas NAIK dari Rp 9.5 miliar menjadi Rp 12.9 miliar
  • Aset TURUN dari Rp 257.05 miliar menjadi Rp 249.9 miliar
  • Liabilitas TURUN 11.85% dari Rp 86.1 miliar menjadi Rp 76.1 miliar
  • Ekuitas NAIK dari Rp 170.8 miliar menjadi Rp 173.7 miliar
  • Penjualan NAIK 29.9% dari Rp 32.7 miliar menjadi Rp 42.5 miliar
  • Beban pokok pendapatan NAIK 27.3% dari Rp 21.3 miliar menjadi Rp 27.1 miliar
  • Laba kotor NAIK 35% dari Rp 11.3 miliar menjadi Rp 15.3 miliar
  • Laba bersih TURUN 0.07% dari Rp 2.927 miliar menjadi Rp 2.925 miliar atau dari EPS 1.108 menjadi 1.101

Kondisi Perusahaan

Kas PTMP di periode Q1 2024 naik 35.79% dari Rp 9.5 miliar menjadi Rp 12.9 miliar. Pembayaran ke pemasok yang berkurang signifikan menjadi poin penting dalam bertambahnya uang kas.

Aset turun dari Rp 257.05 miliar menjadi Rp 249.9 miliar.

Unsur penyusun aset dari PTMP terbesar yang pertama adalah persediaan yang bernilai Rp 137.4 miliar. Penyusun no 2 yaitu piutang sebesar Rp 55.8 miliar dan no 3 yaitu aset tetap Rp 17.7 miliar.

Sedangkan kas menjadi penyusun no 4 terbesar dengan nominal Rp 12.9 miliar.

Kita perlu menelusuri lebih lanjut terkait persediaan dan piutang usahanya.

Di atas tertulis bahwa persediaan PTMP terbesar datang dari mesin dan suku cadang.

Mengutip dari Lk-nya, persediaan PTMP dijabarkan sebagai berikut

Persediaan mesin merupakan persediaan berupa mesin kemasan (packaging), diantaranya mesin x-ray, mesin packaging, mesin lock, mesin checkweigher, mesin thermal dan lainnya.

Persediaan suku cadang merupakan persediaan berupa tinta, heater, sealer, bag former, wiper motor, dan suku cadang mesin lainnya.

Persediaan plastik merupakan persediaan berupa plastik untuk kemasan (packaging).

Dan tentu saja karena melihat persediannya seperti itu kita perlu tau PTMP itu perusahaan apa sih?

Perseroan adalah perusahaan swasta nasional yang didirikan pada tahun 2000 yang bergerak dalam bidang perdagangan barang-barang industry pengemasan seperti coding, marking & labelling beserta consumable nya, product inspection seperti metal detector, Xray inspection system, check-weigher dan food packaging (pengemasan makanan).

Perseroan juga menyediakan suku cadang dan servis (after sales) kepada para pelanggannya. Untuk mesin coding & marking beserta consumable nya. Perseroan adalah ‘authorized distributor’ dari Markem-Imaje. Sementara untuk Product Inspection Solution, saat ini Perseroan bertindak sebagai ‘authorized agent’ dari Thermo Fisher Scientific (USA).

Dan ternyata PTMP jualan produk atau mesin bukan jualan pelayanan seperti model IGAR kalo tidak salah. Awalnya kami mengira persediaan itu berupa mesin seperti aset tetap. Pantes di aset tetapnya cuma sedikit. PTMP masuk ke perusahaan distributor.

Lanjut untuk menelusuri piutang usahanya.

Ada 2 piutang yaitu piutang usaha senilai Rp 40.5 miliar dan piutang lain-lain sebesar Rp 15.3 miliar.

Kita lihat umur piutangnya

Tidak baik sih dengan yang belum jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp 13.8 miliar.

Untuk piutang lain-lain rata-rata jatuh  temponya berada di tanggal 30 Juni 2024. Artinya ketika LK Q2 2024 terbit harusnya hutang lain-lainnya sudah masuk sebagai kas kecuali dihutangkan lagi.

Persediaan banyak dan piutang cukup besar maka kita perlu melihat 2 hal berikut. Dan hasilnya sebagai berikut :

  • Days Inventory Outstanding (DIO) (Artikel lengkapnya bisa dibaca disini)

Rumus : (rata-rata persediaan/harga pokok penjualan x jumlah hari)

= 137.413.628.149/ 27.139.090.671 x 90

= 455 hari

  • Days Sales Outstanding (DSO) (Artikel lengkapnya bisa dibaca disini)

Rumus : (piutang /total penjualan kredit x jumlah hari)

= 40.584.018.589/42.522.911.002 x 90

= 85 hari

Sekarang masuk ke bagian hutang dimana hutang PTMP turun 11.85% dari Rp 86.1 miliar menjadi Rp 76.1 miliar.

Rincian penyusun hutang sebagai berikut

  1. Hutang bank jangka pendek Rp 36.3 miliar
  2. Hutang usaha Rp 15.1 miliar

Dengan persediaan yang dihitung menggunakan rumus DIO sangat lama, piutang usaha yang dihitung menggunakan DSO cukup lama, maka kita perlu tau cara PTMP membayar hutangnya baik hutang usaha maupun hutang bank.

Opsinya adalah hutang usaha dibayar lama dan hutang bank dibayar menggunakan hutang bank alias gali lubang tutup lubang.

Jika melihat di LK maka utang usaha ini cukup lancar dibayar oleh PTMP

Untuk menghitung tentang masa bayar hutang usaha menggunakan Days Payable Outstanding (DPO) 

Rumus : (hutang dagang / harga pokok penjualan x jumlah hari)

= 15.126.404.727 / 27.139.090.671 x 90

= 55

Cukup cepat karena tidak ada 1 kuartal.

Sekarang lanjut untuk menghitung CCC atau Cash Conversion Cycle total dengan menggunakan Kalkulator CCC disini. 

Hasilnya CCC PTMP adalah 492 hari atau lebih dari 1 tahun. Ok opsinya ada 2 ya

  1. Rumus kami yang salah atau teknik menghitung kami yang salah
  2. Memang nyatanya CCC PTMP sampai 492 hari.

COba kita lihat untuk versi 1 tahun menggunakan LK 2023 full.

Hmmmmm….

Lanjut untuk ekuitas. Ekuitas naik dari Rp 170.8 miliar menjadi Rp 173.7 miliar

Menurut kami book value aset milik PTMP kurang berkualitas karena

  1. Kas relatif kecil dibanding hutang bank jangka pendek
  2. Jika kas ditambah dengan piutang usaha pun masih belum cukup karena piutang usahanya relatif tidak terlalu lancar.
  3. Disisi lain membayar hutang usahanya malah cepat.

Kinerja Perusahaan

Penjualan PTMP di periode Q1 2024 naik 29.9% dari Rp 32.7 miliar menjadi Rp 42.5 miliar.

Penjualan terbesar datang dari penjualan suku cadang sebesar Rp 38.6 miliar atau naik dari Rp 28.3 miliar. Kedua mesin dengan nilai Rp 2.5 miliar atau turun dari Rp 3.9 miliar.

Hal yang menarik adalah konsumen dari PTMP juga emiten-emiten di bursa seperti berikut ini

Kenaikan penjualan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 27.3% dari Rp 21.3 miliar menjadi Rp 27.1 miliar sehingga  laba kotor naik 35% dari Rp 11.3 miliar menjadi Rp 15.3 miliar.

Ada beberapa beban yang naik yaitu

  1. beban umum dan administrasi yang naik dari Rp 5.8 miliar menjadi Rp 8 miliar
  2. beban lain-lain dari Rp 474.8 juta menjadi Rp 1.6 miliar  (Untung hanya rugi selisih kurs)
  3. beban keuangan yang naik dari Rp 519.1 juta menjadi Rp 922.7 juta (Ini harus menjadi catatan di kuartal selanjutnya atau LK full karena apa yang sudah dibahas di atas terkait uang kas dan masa CCCnya yang panjang)

Akibat dari kenaikan ini membuat laba bersihnya turun 0.07% dari Rp 2.927 miliar menjadi Rp 2.925 miliar atau dari EPS 1.108 menjadi 1.101. Ternyata kenaikan laba kotor yang tembus 35% hangus karena beban-beban.

Tapi masih ada kabar baik karena beban lain-lain hanya rugi kurs dan nilainya cukup signifikan mencapai Rp 1.2 miliar. Kurs yang dipakai di Q1 2024 ini Rp 15.797 untuk USD dan Rp 11.749 untuk Dollar Singapura.

Jika menggunakan rasio GPM sebenarnya bagus lho tembus 36% tapi NPM hanya 6%. Hmmm…Dan ada potensi makin turun karena beban utamanya beban keuangan.

Kinerja Saham

 

PTMP listing pada Maret 2023 artinya harganya benar-benar masih dalam jangka 1 tahun.

Dan terlihat bahwa harganya cenderung downtren bahkan dihajar mulai bulan Maret 2024 hingga artikel ini tayang tanggal 22 Juli 2024.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 53 (harga tanggal 22/07/2024)

EPS : 4 (annualised)

Book Value : 54 (annualized)

Harga Wajar : 70 (Graham Number)

MOS : 24%

PEG Ratio : –

PER : 14.36

PBV : 0.97

GPM : 36.18%

NPM : 6.88%

ROE : 6.72%

Harga Wajar PTMP Q1 2024

Jika menggunakan EPS 4 dan Book Value 54 maka harga wajar saham PTMP Q1 2024 menurut Graham Number sebesar 70 berbanding dengan harga sekarang Rp 53 (Penutupan tanggal 22 Juli 2024).

Artinya PTMP masih undervalue

Sudah dibahas di atas bahwa book value PTMP tidak terlalu berkualitas.

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan

Kondisi perusahaan perlu diperhatikan, kinerja perusahaan cenderung biasa dan kinerja saham downtren.

Value : Ya

Growth : Tidak

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide : Tidak

Harga Beli/Jual PTMP

Jika perhitungan tentang CCC di atas salah dan PTMP bisa mendapat uang kas dengan CCC lebih baik maka masuk ke PTMP bisa menjadi opsi utamanya di harga RP 53 ini.

Namun tentu saja harga yang sedang dihajar ini ibarat kita berusaha menangkap pisau jatuh.

Wait n see bisa menjadi opsi.

Bagaimana yang  terlanjur masuk dan floating loss? Ada 2 pekerjaan yang harus diselesaikan :

  1. Pastikan CCCnya baik
  2. Sabar aja dan siap-siap cutloss jika arah angin malah menjadi tornado
(Visited 221 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *