Days Inventory Outstanding (DIO) : Pengertian, Peran, Rumus & Contoh Menghitung Dari LK Emiten

Days Inventory Outstanding (DIO) : Pengertian, Peran, Rumus & Contoh Menghitung Dari LK Emiten

Sebagai investor, ada banyak metrik dan indikator yang perlu dipahami dan dipertimbangkan saat mengevaluasi perusahaan untuk investasi. Salah satu metrik penting yang adalah Days Inventory Outstanding (DIO).

Days Inventory Outstanding memberikan gambaran tentang efisiensi operasional suatu perusahaan, khususnya terkait dengan seberapa cepat perusahaan tersebut dapat menjual inventaris/ persediannya. Melalui artikel ini, kita akan membahas Days Inventory, cara menghitungnya, dan bagaimana investor dapat memanfaatkannya dalam melakukan analisis.

Berikut ini merupakan rangkuman materi tentang Days Inventory Outstanding

Pengertian Days Inventory Outstanding (DIO)

Days Inventory Outstanding (DIO) adalah rasio finansial yang mewakili jumlah rata-rata harian yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengubah persediaannya, termasuk barang yang masih dalam proses menjadi barang yang siap untuk dijual.

Pengertian DIO lainnya adalah metrik yang menunjukkan rata-rata waktu (dalam hari) yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk mengubah persediannya menjadi penjualan. Secara sederhana, DI menggambarkan berapa lama perusahaan memegang inventaris sebelum akhirnya menjualnya.

Days inventory outstanding mampu mempengaruhi banyak hal, termasuk perubahan produksi, perubahan permintaan pelanggan, dan lain sebagainya.

DIO juga dikenal dengan DSI atau days sales of inventory.

Peran Days Inventory Outstanding (DIO)

Days Inventory Outstanding memiliki peran yang sangat penting untuk perusahaan karena mampu membantu menilai likuiditas persediaan yang dimiliki perusahaan.

Rasio DIO yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memerlukan waktu yang lama untuk menjual produknya. Hal tersebut bisa meningkatkan modal kerja dan menyebabkan masalah pada arus kas perusahaan.

Sebaliknya, rasio DIO yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjual produknya secara cepat.

DIO juga bisa menjadi metrik atau rasio yang penting untuk para investor karena mampu memberikan informasi penting terkait profitabilitas perusahaan di masa depan.

Bila DIO perusahaan tinggi, maka bisa dijadikan sebagai indikasi bahwa perusahaan tersebut tengah mengalami kesulitan dalam menjual produknya atau tingkat permintaan pelanggan sedang melambat.

Sebaliknya, bila days inventory outstanding perusahaan sedang menurun, maka bisa dijadikan pertanda bahwa perusahaan tersebut sedang berjalan dengan lancar dan banyak masyarakat yang meminati produknya.

Manfaat Days Inventory Outstanding (DIO)

Memahami Days Inventory dapat memberikan investor wawasan penting tentang efisiensi operasional perusahaan. Perusahaan dengan DIO rendah biasanya lebih efisien dalam menjual inventaris mereka dibandingkan perusahaan dengan DIO tinggi.

Sebagai investor, pengetahuan tentang DIO dapat membantu Anda mengevaluasi kinerja perusahaan dan memprediksi potensi pendapatan masa depan. Namun, sangat penting untuk membandingkan DIO perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, karena standar efisiensi bisa berbeda-beda di antara berbagai industri.

Faktor Penentu Days Inventory Outstanding (DIO)

Konsep secara umum adalah makin kecil DIO makin bagus artinya persediaan perusahaan cepat terjual.

Namun ada faktor tertentu yang perlu diketahui :

1. ada kalanya perusahaan akan melakukan stock bahan baku lebih banyak ketimbang di periode tertentu, misalnya akan ada hari libur atau hari raya. Baca LPPF Q1 2023 : Laba Anjlok 30%, 4 Rasio Yang Perlu Diperhatikan Dan 1 Potensi Acuan

2. jika bahan baku disinyalir akan naik seperti ketika harga minyak turun maka emiten yang menggunakan minyak untuk bahan produksi akan menyetok minyak jauh lebih banyak dibanding sebelum-sebelumnya.

Cara Menghitung Days Inventory Outstanding (DIO)

Formula untuk menghitung DIO adalah:

Days Inventory = (Persediaan / COGS) x Jumlah hari dalam periode

Contoh Perhitungan Days Inventory Outstanding (DIO)

Contoh berikut menggunakan emiten SPMA

Misalkan, perusahaan SPMA di Q1 2023 memiliki persediaan sebesar Rp. 874.856.986.235  dan COGS 561.928.464.064 sebesar Rp  selama periode 90 hari (1 kuartal).

Mari kita hitung DIO:

DIO = (874.856.986.235 / 561.928.464.064) * 90 = 140 hari

Artinya, perusahaan ini membutuhkan waktu rata-rata sekitar 140 hari untuk menjual semua inventarisnya.

Dalam prakteknya, investor harus membandingkan DIO suatu perusahaan dengan rata-rata industri dan pesaing utamanya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang posisinya. Ingatlah bahwa nilai DIO yang “baik” atau “buruk” sangat tergantung pada konteks industri dan bisnis perusahaan.

Sumber :

1. https://stockbit.com/post/11354649

2. https://accurate.id/

(Visited 68 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya