BAYU Q2 2024 : Laba Bersih Naik 34% & 6 Fakta Unik BAYU. No 4 Paling Unik
Download LK BAYU Q2 2024
Review LK BAYU Q2 2024
- Kas NAIK dari Rp 538.4 miliar menjadi Rp 615.7 miliar
- Aset NAIK dari Rp 883.5 miliar menjadi Rp 929.9 miliar
- Liabilitas NAIK 6.3% dari Rp 431.7 miliar menjadi Rp 459.2 miliar
- Ekuitas NAIK dari Rp 449.5 miliar menjadi Rp 468.5 miliar
- Penjualan NAIK 9.1% dari Rp 1.17 triliun menjadi Rp 1.28 triliun.
- Beban pokok pendapatan NAIK 7.9% dari Rp 1.09 triliun menjadi Rp 1.18 triliun
- Laba kotor NAIK 25.5% dari Rp 78.6 miliar menjadi Rp 98.6 miliar
- Laba bersih NAIK 34% dari Rp 38.2 miliar menjadi Rp 51.2 miliar atau dari EPS 108 menjadi 145
Kondisi Perusahaan
Kas BAYU di periode Q2 2024 naik 14.3% dari Rp 538.4 miliar menjadi Rp 615.7 miliar. Kenaikan penerimaan pelanggan yang naik cukup signifikan dari Rp 1.18 triliun menjadi Rp 1.30 triliun menjadi faktor terbesar penyebab kas BAYU meningkat.
Aset BAYU naik dari Rp 883.5 miliar menjadi Rp 929.9 miliar.
Sekilas cukup menarik dimana aset BAYU hanya Rp 929.9 miliar tetapi penjualan BAYU bisa jauh melampaui asetnya.
Penyusun aset terbesar BAYU adalah kasnya senilai Rp 615.7 miliar. Hal ini menjadi simalakama dimana ketika uang kas cukup banyak dan namun tidak dimanfaatkan secara efektif.
Namun disisi lain kita juga bersyukur ada emiten yang bisa mempunyai kas yang besar, dividen yang lumayan saja (Di harga Rp 1315 besaran dividennya Rp 75 sehingga dividen yieldnya 5.7%).
Bagian tidak efektif ini bisa ditelusuri lebih lanjut di public expose apakah BAYU memang sengaja menumpuk kas atau ada hal lain.
Kita sih berharapnya bisa menjadi dividen karena selama ini dividen payout ratio BAYU cukup mini di kisaran 40%.
Penyusun aset terbesar no 2 yaitu piutang usaha senilai Rp 193.9 miliar. Dari Rp 193.9 miliar ada Rp 173.3 miliar yang dibayar oleh pelanggan kurang dari 30 hari. Artinya piutangnya sangat sehat.
Penyusun aset no 3 terbesar yaitu aset tetap senilai Rp 55.3 miliar.
Liabilitas naik 6.3% dari Rp 431.7 miliar menjadi Rp 459.2 miliar. Ada hal yang perlu kita ketahui dari utang BAYU ini
1. Besaran hutangnya dengan kasnya lebih besar uang kas
2. BAYU tidak mempunyai hutang bank
3. Penyusun terbesar hutang dari utang usaha sebesar Rp 216.8 miliar. Penyusun hutang no 2 yaitu hutang uang muka diterima sebesar Rp 99.1 miliar. Dan penyusun no 3 yaitu hutang lain-lain berupa refund sebesar Rp 85.5 miliar.
Ekuitas naik dari Rp 449.5 miliar menjadi Rp 468.5 miliar
Kinerja Perusahaan
Penjualan BAYU di periode Q2 2024 naik 9.1% dari Rp 1.17 triliun menjadi Rp 1.28 triliun.
Berikut ini detail pendapatan BAYU di Q2 2024 dibanding Q2 2023

Hampir semua segmen meningkat kecuali dokumen.
Kabar yang membahagiakan juga adalah di periode Q2 2023 dan Q2 2024 tidak ada pembelian dari pelanggan yang nilainya lebih dari 10%. Artinya tidak tergantung oleh klien.
Kenaikan pendapatan diikuti oleh kenaikan beban pokok pendapatannya. Untung saja kenaikan COGS ini lebih sedikit dibanding kenaikan pendapatannya.
Beban pokok pendapatan naik 7.9% dari Rp 1.09 triliun menjadi Rp 1.18 triliun sehingga laba kotor BAYU naik 25.5% dari Rp 78.6 miliar menjadi Rp 98.6 miliar.
Ada hal menarik dimana pendapatan BAYU mencapai Rp 1.2 triliun tetapi laba kotornya hanya Rp 98.6 miliar atau GPM di angka 7.6%. Cukup tipis sebenarnya dan tentu saja akan berimbas ke NPM.
Apakah berimbas juga ke dividen? Biasanya iya.
Ada kenaikan beban usaha dari Rp 40.2 miliar menjadi Rp 46.7 miliar (Unsur gaji dan tunjangan menjadi penopang terbesar kenaikan beban usaha ini dari Rp 24.3 miliar menjadi Rp 27.2 miliar. Untuk biaya iklan mencapai Rp 306 miliar) dan ada kenaikan penghasilan lain dari Rp 9.4 miliar menjadi Rp 11 miliar (Ada bungo deposito sebesar Rp 9.2 miliar) sehingga laba bersihnya naik 34% dari Rp 38.2 miliar menjadi Rp 51.2 miliar atau dari EPS 108 menjadi 145.
Berikut ini saya merangkum fakta menarik dari Laporan keuangan BAYU
1. Kasnya mencapai 66.2% dari total aset dimana besaran kasnya Rp 615.7 miliar sedangkan asetnya Rp 929.9 miliar
2. Pendapatannya lebih besar dibanding asetnya dimana pendapatan BAYU Q2 2024 Rp 1.2 triliun sedangkan asetnya hanya Rp 929.9 miliar. Bahkan untuk tahun 2023 pendapatan total mencapai Rp 2.1 triliun. Keren sih
3. Walaupun pendapatannya besar jika dibanding asetnya tetapi laba kotornya sangat mini kisaran GPM 7.6% saja atau pendapatan mencapai Rp 1.2 triliun tetapi laba kotornya hanya Rp 98.6 miliar.
4. Pendapatan dari depositonya mencapai 17.9%. Besaran bunga deposito sebesar Rp 9.2 miliar dan total laba bersihnya Rp 51.2 miliar.
5. Jumlah saham yang beredar HANYA 353,220,780 lembar saham.
6. Laba bersih kecil tetapi jumlah lembar saham yang beredar sedikit maka book value per sharenya jadi besar. Baca artikel berikut 3 Bias dari Book Value Per Share Yang Perlu Diketahui (Beserta Contoh Sahamnya)
Kinerja Saham

Kinerja perusahaan yang naik ternyata tidak membuat harganya ikut naik.
Nyatanya kinerja saham ROTI dalam 1 tahun terakhir cenderung downtren dengan harga tertingginya Rp 1450.
Padahal dividen yield tembus 8% di harga Rp 1010 (besaran dividen terakhir 87.67).
Rasio-Rasio Penting
Harga : 1315 (harga tanggal 31/07/2024)
EPS : 290 (annualised)
Book Value : 1326 (annualized)
Harga Wajar : 2941 (Graham Number)
MOS : 55%
PEG Ratio : 0.00
PER : 4.53
PBV : 0.99
GPM : 7.67%
NPM : 3.98%
ROE : 21.88%
Harga Wajar BAYU Q2 2024
Jika menggunakan EPS 290 dan Book Value 1326 maka harga wajar saham BAYU Q2 2024 menurut Graham Number sebesar 2941 berbanding dengan harga sekarang Rp 1315 (Penutupan tanggal 31 Juli 2024).
Artinya BAYU masih sangat undervalue.
Bahkan harga saat ini masih dibawah book valuenya alias hanya memiliki PBV 0.99
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan
Kondisi perusahaan istimewa walopun unik, kinerja perusahaan naik dan kinerja saham stagnan.
Value : Ya
Growth : Ya
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Buy
Harga Beli/Jual BAYU
Seharusnya sudah tidak ada alasan lain untuk tidak masuk ke BAYU apalagi harga saat ini sudah stagnan bahkan turun cukup jauh dibanding harga tertingginya di Rp 1630

Jika berharap dividen inevsting maka untuk saat ini tidak cocok karena dividen yield BAYU hanya 5.7%.
Namun jika kita mau menganut dividen waiting investing bisa saja. Apa itu dividen waiting investor? Simak artikelnya Kamu Dividen Investing Atau Dividen Hunter? Atau Malah Dividen Waiting Investor

