RALS : Kinerja, Gerai, Manajemen, Dividen Dan Tips Jual Beli

Di tahun 2024 ini awan gelap menaungi dunia ekonomi dimana daya beli masyarakat yang menurun dan menurunnya beberapa harga saham bahkan sebagian besar saham yang memiliki fundamental bagus.

RALS atau Ramayana Lestari Sentosa Tbk. mendapatkan keduanya dimana kinerjanya menurun dan harga sahamnya ambyar dalam 1 tahun terakhir dan per Januari 2024.

Hal ini membuat calon investor RALS wait n see. Apakah kinerja perusahaan RALS akan membaik dan kemudian diiringi kenaikan harga sahamnya?

Atau malah kinerja perusahaannya semakin menurun sehingga harga saham RALS semakin turun?

Bagaimana sebaiknya langkah yang kita ambil?

Berikut daftar isi artikel ini

1. 3 fakta RALS yang perlu diketahui (kinerja, gerai, manajemen)

2. Tips membeli saham RALS

3. Kapan waktu menjual saham RALS

Di artikel INSIGHT ini, kami menemukan ada 5 petunjuk yang bisa dijadikan dasar bagi calon investor serta investor yang memang sudah membeli RALS.

Diharapkan dengan artikel ini bisa mendapat pandangan langkah yang akan ditempuh.

Sebelum masuk ke 5 petunjuk atau hint dari RALS, kita akan melihat kinerja saham RALS terlebih dahulu.

Di bawah ini kinerja saham RALS sejak Januari 2024

Kinerja sahamnya sudah turun 9.7%.

Di momen 5 bulan ini ada 2 laporan keuangan yang dikeluarkan oleh RALS yaitu laporan keuangan Q4 2023 dan laporan keuangan Q1 2024.

Kita akan membahas lebih detail terkait 2 laporan keuangan tersebut di bawah ya.

Sekarang kita kembali melihat kinerja saham RALS dalam 1 tahun terakhir dimana harganya turun 27%

Hal ini semakin menguatkan dugaan apakah memang RALS sudah bukan lagi emiten istimewa? Atau memang ada ruang gelap di depan?

Petunjuk pertama : Kinerja yang mengecewakan

Dalam pembahasn petunjuk pertama ini saya membagi menjadi 2 yaitu kinerja Q4 2023 dan kinerja Q1 2024

Berikut ini kinerja RALS dari tahun 2018 hingga tahun 2023

RALS merilis kinerja Q4 2023 dengan hasil yang cukup mengecewakan jika dibanding dengan Q4 2022 dimana RALS membukukan penjualan Rp 2.7 triliun dengan laba bersih Rp 303 miliar.

Di tahun 2022 RALS membukukan kinerja penjualan Rp 2.9 triliun dengan laba bersih Rp 303 miliar.

Penurunan dalam 1 tahun ini ternyata belum cukup. Yang membuat semakin miris justru kinerja RALS di tahun 2023 tidak ada apa-apanya dibanding RALS era tahun sebelum pandemi atau 2019 hingga 2010.

Jika mengacu 2 grafik di atas maka penjualan RALS 2023 hanya menang dibanding tahun 2020 dan 2021 dimana di tahun tersebut ada bencana pandemi.

Berikut detail grafik penjualan dan laba bersihnya

Bagaimana dengan kinerja Q1 2024 yang katanya naik signifikan?

Saya sudah membahas terkait kinerja Q1 2024 yang naik signifikan mencapai 254% di link berikutĀ RALS Q1 2024 : Laba Bersih Naik 254% Dan Faktor Yang Mengganjal

Ada 1 problem disitu dimana Q1 2023 berbeda kekuatan dibanding Q1 2024. Lebih tepatnya bandingkan Q1 2024 dengan Q2 2023.

Karena tidak apple to apple jika dibandingkan dengan kenaikan Q1 2023 dimana Q1 2023 tidak ada momen lebaran. Di Q1 2023 momen lebaran pertengahan April dan logikanya masyarakat belanja besar di awal April 2023

Dan hasilnya

Tidak menggembirakan dimana penjualan di Q2 2023 sebesar RpĀ  1 triliun dengan laba bersih 216 miliar berbanding penjualan Rp 829 miliar dan laba bersih Rp 107 miliar.

Jangan dilihat Q3 2023 ya (pasti ambrol) dan siap-siap saja di Q2 2024 (kemungkinan ambrol).

Kinerja yang menurun seperti itu pasti menimbulkan pertanyaan.

Pertanyaannya apakah memang murni karena pandemi atau memang ada serangan dari ecommerce?

Petunjuk kedua : Jumlah gerai, kinerja gerai dan ecommerce

Bisnis utama RALS adalah perdagangan umum yang menjual berbagai macam barang seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu, kosmetik dan produk-produk kebutuhan sehari-hari melalui gerai serba ada (Department Store dan Supermarket).

Dan per Maret 2024 jumlah gerai RALS sebanyak 101 dengan rincian Ramayana 96, Robinson 3 dan Cahaya 2.

Seluruh gerai yang dioperasikan Perusahaan berlokasi di Jakarta, Jawa (Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah), Sumatera, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.

Per Desember 2019 gerai Ramayan total ada 117 dengan rincian Ramayana 112, Robinson 3 dan Cahaya 2.

Berapa gerai Ramayana di tahun 2010? Total ada 106 dengan rincian Ramayana 95, Robinson 7, Cahaya 3 dan Orangemart 1 gerai.

Jika melihat data di atas di tahun 2023 bukannya naik malah turun.

Berikut tabel jumlah gerai dan kinerja penjualannya

TahunJumlah geraiPenjualan
2024/ 20231012744
20191175596
20101064775

Bisa jadi ecommerce dan pandemi kemaren menjadi penyebab utama mengapa gerai RALS terus menurun.

Logikanya ketika orang tidak berbelanja maka gerai akan mengalami penurunan pengunjung dan penjualan, dan akhirnya menutup gerai yang tidak profitabel.

Saat kami berusaha mencari Ramayana di Shopee kami menemukan link official shopnya disini. Sayangnya kami tidak bisa menelusuri lebih lanjut terkait Shopee ini karena saya tidak menginstal aplikasi Shopee maupun membuka shopee di web (malas…berat euy).

Bagaimana dengan Tokopedia? Kami tidak menemukan. Jika teman-teman menemukan bisa tulis di kolom komentar ya.

Tolong beritahu kami tentang kapan mereka membuat akun, berapa produk yang dijual dan bagaimana reviewnya. Kami pernah menelusuri hal seperti ini di ACES. Baca selengkapnya ACES , Marketplace & Biaya Iklan.

Jika mengacu di Laporan Public Expose tahun 2023 disebutkan seperti ini

Untuk saat ini, kontribusi penjualan secara online sudah berapa persen? Dan apa upaya Manajemen
untuk memaksimalkan kinerja penjualan online?

Kontribusi penjualan online Perseroan relatif kecil, masih di bawah 1% dari total penjualan
Perseroan. Perseroan berupaya untuk terus meningkatkan penjualan online dengan berkolaborasi
dengan marketplace terbesar di Indonesia seperti : Tokopedia, Lazada, Shopee, Blibli, Bukalapak,
Zalora, serta yang terbaru dengan dan Tiktok Shop pada tahun 2022.

Ramayana ikut berjibaku dengan membuat aplikasi di Playstore dan Appstore dengan jumlah download di PlayStore sudah tembus 1 juta dengan nilai 4.4 (Lumayan bagus juga).

Sepertinya memang RALS masih ingin menjual experience orang kalangan menengah ke bawah untuk masuk “mall”. Padahal serangan ecommerce begitu dahsyat.

Petunjuk ketiga : Kebingungan manajemen

Sudah dibahas di petunjuk 1 dimana kinerja perusahaan RALS dari sisi penjualan berkurang signifikan.

Petunjuk kedua juga sudah membahas gerai RALS terus menyusut.

Namun ada 1 hal yang unik dimana kas dan setara kas atau investasi jangka pendek RALS cukup tinggi jika dibanding total asetnya.

Perhatikan data berikut

Sejak tahun 2015 kombinasi kas, deposito dan investasi jangka pendek sudah mendominasi total aset RALS.

Saya mencoba membuka Laporan Public Expose 2023 (Download disini) dan cukup tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh manajemen

1. Ada rencana ekspansi dan rencana bisnis apa saja di tahun ini? Ada rencana penambahan gerai?
Jika iya, berapa jumlah gerai yang ingin dibuka? Jika tidak, mengapa?

Jawaban :

Perseroan belum memiliki rencana untuk membuka gerai baru di tahun 2023. Perseroan masih menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembukaan kembali gerai-gerai yang pernah ditutup
sebelumnya di tahun 2020 sampai tahun 2022, yang berlokasi di gedung milik Perseroan ataupun
gedung milik affiliate company.

2. Perseroan memiliki kas dan setara kas yang cukup besar jika dilihat dari Laporan Keuangan kuartal I
2023, bahkan Perseroan juka membeli obligasi untuk memanfaatkan kas tersebut. Apakah strategi yang
akan dilakukan Perseroan untuk memanfaatkan uang kas tersebut agar lebih efektif, seperti melakukan
akuisisi?

Jawaban :

Saldo kas Perseroan akan digunakan untuk investasi di obligasi pemerintah dan deposito yg merupakan
instrumen keuangan yang paling aman, sambil menunggu saat yang tepat untuk melakukan ekspansi.
Sampai saat ini Perseroan belum ada rencana untuk melakukan akuisisi.

Saya pernah mendengar bahwa RALS mempunyai semacam wahana permainan dan ternyata di Pubex ini juga sudah terjawab

Bagaimana sumbangsih Tropicana terhadap laba Perseroan? Apakah ada rencana pembukaann
Tropicana selanjutnya di kota-kota lain dalam waktu dekat.

Jawaban:

Tropicana Waterpark bukan bagian dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, melainkan dioperasikan
oleh affiliate company, sehingga tidak berkontribusi terhadap laba Perseroan. Sampai sekarang baru
terdapat 1 Tropicana Waterpark di Cimone, yang berlokasi bersebelahan dengan gerai Perseroan, dan
diharapkan dapat membawa traffic ke toko.

Ada potensi manajemen memang sedikit kebingungan dimana kas yang tersedia justru dimasukkan ke

– sukuk atau obligasi (Untuk obligasi dan sukuk mempunyai bunga kisaran 5,13% – 9,25%).

– buyback saham (periode buyback sampai dengan tanggal 24 Februari 2024)

– dividen

Buyback saham dan dividen tidak salah dibagikan tetapi jika 2 corporate action itu dilakukan karena belum ada potensi ekspansi ya siap-siap aja menderita di kemudian hari.

Disini juga bisa menjadi jawaban kenapa dividen RALS besar tetapi harganya relatif stagnan. Jawabannya ya karena manajemen bingung makanya dibagikan saja.

Untungnya investor ritel masih mendapat jatah. Bayangkan kalo cuma dibagikan ke manajemen. Hmmmm….

Ada kok emiten yang kas yang dapatnya cuma-cuma mencapai 20an triliun tapi enggak bagi dividen…Hehehe

Berikut data dividen RALS dari tahun 2019 hingga 2024

Rasio pembagian dividen

– 2019 : Rp50 / 57,4% dari laba bersih tahun 2018

– 2020 : Rp50 / 52,0% dari laba bersih tahun 2019

– 2022 : Rp30 / 110,4% dari laba bersih tahun 2021

– 2023 : Rp50 / 87,3% dari laba bersih tahun 2022

– 2024 : Rp 50 / 98.7% dari laba bersih tahun 2023

Dengan besaran dividen relatif sama namun mengambil persentase lebih besar dari laba bersih artinya laba bersihnya yang makin mengecil.

Kapan waktu terbaik untuk membeli RALS?

Sebenarnya dengan melihat masa depan RALS sesuai tulisan di atas agak sunset.

Kombinasi kinerja menurun, gerai tergerus dan manajemen yang bingung membuat RALS tidak layak untuk dijadikan saham jangka panjang.

Tapi kan ada dividen? Benar tetapi dividen RALS itu bukan karena kinerjanya yang cemerlang tetapi karena duitnya saja yang ada…Paham to? Hehe.

Saran kami jika ingin membeli RALS itu dalam momentum pembagian dividen atau momen lebaran dan Natal.

Apakah RALS selalu diuntungkan oleh lebaran? Jika melihat sekilas masih iya.

Lebaran dan Natal masih berpengaruh bagi RALS

Artinya kemungkinan besar q2 2024 akan menurun.

Jadi kalo mau beli RALS itu

  • 1 kuartal setelah lebaran (Contoh lebaran di tahun 2024 itu berada di bulan April atau Maret maka lapkeu Q1 2024 pasti tinggi. Maka beli saham RALS saat Q2 atau Q3 dimana EPSnya pas di bawah
  • sebelum momen Natal (Sama dengan lebaran. Momen Natal biasanya membuat EPS RALS terkatrol. Jadi beli saja bulan-bulan Q3 persiapan untuk mendapat berita Q4 2024 kinerjanya bagus.

Kapan waktu terbaik menjualnya?

Jelas setelah momentum dividen diumumkan.

Tapi ingat ya teori ini bisa saja berlaku bisa saja enggak…hehehe.

Berapa harga wajar RALS?

Jika menggunakan EPS 60 dan Book Value 516 maka harga wajar saham RALS menurut Graham Number sebesar 835 berbanding dengan harga sekarang Rp 474.

Artinya RALS masih undervalue bahkan masih di bawah book valuenya.

Jika kalian menggunakan harga wajar yang basisnya EPS, kalian harus mempetimbangkan hal berikut.

Siap-siap dengan tipuan EPS di aplikasi RTI. Lho kok bisa?

Iya aplikasi RTI menggunakan konsep annual bukan konsep TTM sehingga EPS setahun di RTI 60 hasil dari perkalian 15 x 4. Padahal nanti di Q2 2024 menurun sehingga eps annualnya pasti akan berkurang.

Jikapun menggunakan eps TTM juga tidak pas.

Teman-teman bisa baca terkait annual dan TTM di artikel berikut ya Mengenal TTM, Annualised, YTD, YoY Dan QoQ

Gimana sudah yakin beli saham RALS?

(Visited 849 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *