SICO : Penguasa, Klien, Ekspansi Dan Harga Psikologis

SICO : Penguasa, Klien, Ekspansi Dan Harga Psikologis

Salah satu manfaat mempunyai grup adalah kadang ada member yang bertanya tentang suatu saham yang menurut mereka layak diinvestasi tetapi belum masuk ke radar kita. Teman-teman bisa join grupnya di sini Stock Guide Telegram

Salah satunya adalah saham yang baru IPO 8 April 2022 yaitu PT Sigma Energy Compressindo Tbk.

Poin yang menjadi perhatian member tersebut adalah dividen yang diberikan padahal baru IPO. Sangat jarang emiten yang baru IPO tetapi sudah membagi dividen. Bahkan saat saya cek ternyata SICO ini sudah membagikan 3x dividen. Menarik.

Tentu saja akhirnya saya mencoba untuk membaca lap keu Q1 2023 dan hasilnya cukup bagus. Teman-teman bisa membaca artikelnya disini SICO Q1 2023 : Laba Bersih Naik Hampir 100% & Puzzle Yang Perlu Ditemukan.

Apakah saya sudah puas dengan hasil Q1 2023 ini? Cukup masuk list tetapi saya ingin membaca lebih lanjut terkait kinerjanya di tahun-tahun sebelumnya. Berikut daftar isi artikel ini

1. Siapa SICO

2.  Kinerja SICO

3. Potensi Bisnis SICO

4. Risiko Bisnis SICO

5. Kinerja saham SICO

6. Harga Wajar SICO Q1 2023

7. Kesimpulan

1. Siapa SICO PT Sigma Energy Compressindo Tbk

SICO atau PT Sigma Energy Compressindo Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa penyewaan alat untuk monetisasi minyak dan gas suar bakar dengan menggunakan teknologi kompresi untuk penurunan emisi gas rumah kaca.

Selain itu perusahaan juga memiliki perusahaan anak yang bergerak dalam bidang perdagangan impor dan ekspor, antar pulau, dan lokal, untuk barang hasil produksi, bertindak sebagai agen, leveransir, supplier, waralaba, distributor barang yang berhubungan dengan gas, alat yang berhubungan dengan gas, tabung gas, Liquid Petroleum Gas (LPG), Compressed Natural Gas (CNG), dan Liquid Natural Gas (LNG).

Dalam bidang penyewaan mini gas, SICO menyewakan penyewaan mini gas dengan merek GasJack. Perusahaan membawa masuk 48 unit mini gas compressor ke Indonesia, dengan pemasok CSI Compressco Sub Inc. yang berasal dari Amerika Serikat.

Sampai dengan saat ini, Perseroan telah memiliki 48 unit mini kompresor GasJack dan telah digunakan sebanyak 32 unit pada sumur-sumur Pertamina dan beberapa kontraktor lainnya yang tersebar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Salah satu penggunaan dana IPO untuk pembelian 4 unit Kompresor Gasjack dalam rangka meningkatkan pengembangan usaha Perseroan.

2. Kinerja SICO PT Sigma Energy Compressindo Tbk

Merujuk dari Q1 2023, penjualan naik 50% menjadi Rp 27.6 miliar dengan penyumbang terbesar Sewa kompressor gasjack sebesar 14 miliar. Penyumbang berikutnya yaitu Penjualan bahan bakar sebesar Rp 12 miliar.

Penjualan bahan bakar ini naik sangat signifikan di Q1 2022 hanya Rp 5 miliar dan di Q1 2023 menjadi Rp 12 miliar. Namun kenaikan ini nantinya malah justru membuat khawatir. Kok bisa? Simak terus ya

Berikut tabel kinerja SICO dari tahun 2020 hingga Q1 2023 dan annualised Q4 2023

Dalam RupiahQ1 2023Q1 2022Q4 2023Q4 2022Q4 2021Q4 2020
Penjualan27,656,565,04718,794,812,868110,626,260,18878,173,815,62770,089,543,15466,901,678,037
Laba Kotor13,199,219,38510,511,325,21052,796,877,54034,665,350,64828,826,463,42224,576,878,903
Laba Usaha8,473,840,2025,210,677,69133,895,360,80814,328,127,15412,393,364,7157,034,334,368
Laba Bersih8,325,672,7324,907,226,74333,302,690,92811,302,390,7816,068,371,5955,183,477,528
Jumlah Lembar saham910.034.647640.000.000910.034.647910.034.647640.000.000640.000.000
EPS9.157,6736.6012,429,488,10
GPM47.7355.9347.7344.3441.1336.74
NPM30.1026.1130.1014.468.667.75

Penjualan SICO di Q1 2023 naik signifikan dibanding Q1 2022 dan jika diannualised kenaikan 2023 juga cukup signifikan dibanding 2022.

Penjualan dari tahun 2020 juga naik lumayan dari Rp 66.9 miliar kemudian naik di tahun pandemi 2021 menjadi Rp 70 miliar dan di tahun 2022 naik lagi menjadi Rp 78.1 miliar.

Bagaimana dengan 2023? Q1 2023 Rp 27.6 miliar dan jika diannualised menjadi Rp 110.6 miliar. Ini sebenarnya cukup optimis dan jikapun realistis bisalah tembus Rp 85 miliar.

Ada tambahan data yang saya kutip dari web Ajaib

IV/2020 IV/2019 IV/2018
Total Aset 69,10 83,19 65,05
Total Liabilitas 35,84 54,92 39,38
Total Ekuitas 32,85 26,98 23,79
Pendapatan 66,90 86,60 75,23
Laba Tahun Berjalan 4,40 2,69 1,89

Ternyata tahun 2020, pendapatan SICO mengalami penurunan dan di tahun 2019 pendapatan SICO mencapai Rp 83 miliar. Per tahun 2022 pendapatan SICO baru mencapai Rp 78 miliar yang artinya kinerja SICO belum sampe puncak tertingginya.

Kabar bahagianya di Q1 2023 sudah mendapat Rp 27 miliar.

Beranjak ke bagian GPM dan NPM.

Di profil Stockbit disebutkan bahwa SICO merupakan market leader di bidangnya dan jika kita melihat GPM yang dihasilkan memang klaim ini bisa saja terbukti dengan GPM di kisaran 45%. Terendah tahun 2020 sebesar 36.7%.

Walopun begitu manajemen sudah mewanti-wanti di annual reportnya jika sudah ada beberapa perusahaan yang bisnisnya relatif sama.

Untuk NPM ada kabar bahagia dimana di 2020 7%, 2021 8% di tahun 2022 14% dan di Q1 2023 30%.

Tidak ada kenaikan non operasional sehingga kita bisa berharap NPM ini bertahan hingga akhir tahun. Jika NPM tinggi kemungkinan besar dividen yang dibagikan juga membesar.

Kembali membahas tentang penjualan.

Penjualan SICO ini didukung oleh 2 bisnis yaitu sewa kompresor dan penjualan bahan bakar.

Berikut ini detail tabel rasio GPM NPM dan rasio penjualan berbasis lini bisnisnya

Dalam RupiahQ1 2023Q1 2022Q4 2023Q4 2022Q4 2021Q4 2020
Penjualan27,656,565,04718,794,812,868110,626,260,18878,173,815,62770,089,543,15466,901,678,037
Sewa kompressor gasjack14,787,342,58013,401,261,25859,149,370,32049,126,447,13544,019,611,92643,179,381,066
Laba Kotor11,336,944,0199,858,158,75945,347,776,07630,072,051,32823,852,908,58519,694,335,350
Laba Usaha7,731,037,1875,255,876,29830,924,148,74814,017,384,18211,914,221,43310,366,743,363
Laba Bersih7,957,500,2254,974,901,22031,830,000,90011,208,277,5296,062,722,5506,142,714,384
GPM76.6773.5676.6761.2154.1945.61
NPM53.8137.1253.8122.8213.7714.23
Rasio53.4771.3053.4762.8462.8064.54
Penjualan bahan bakar12,869,222,4675,393,551,61051,476,889,86827,647,041,68124,650,659,82322,591,108,229
Laba Kotor1,862,275,366653,166,4517,449,101,4644,713,299,3204,973,554,8374,882,543,553
Laba Usaha742,803,015(45,198,606)2,971,212,060310,742,972479,143,282(3,332,408,995)
Laba Bersih669,404,559(123,044,505)2,677,618,236171,115,00410,270,994(1,744,067,009)
GPM14.4712.1114.4717.0520.1821.61
NPM5.20(2.28)5.200.620.04(7.72)
Rasio46.5328.7046.5335.3735.1733.77

Bisa dilihat rasio sewa gasjack dari tahun 2020 hingga 2022 mencapai 64% dan penjualan bahan bakar kisaran 36%.

Namun melihat data Q1 2023, sewa gasjack menyumbang 53% dan penjualan bahan bakar mencapai 47%. Tidak masalah sebenarnya tetapi sekarang kita telisik lebih dalam bahwa NPM dari sewa gasjack mencapai 22% di tahun 2022 bahkan di Q1 2023 mencapai 50%.

Berbanding terbalik dengan sewa gasjack, penjualan bahan bakar memiliki NPM yang mini walopun memang ada tren kenaikandimana 2020 minus 7% kemudian naik menjadi 0.04% di tahun 2021 dan 0.6% di tahun 2022.

Di Q1 2023 NPMnya naik menjadi 5%.

Jujur untuk penjualan bahan bakar ini saya belum paham apakah penjualan ini karena kerjasama dengan SHELL atau memang SICO aktif mendistribusi bahan bakar layaknya AKRA (Jika teman-teman ada informasi mohon ditulis di kolom komentar ya)

Selain itu, Perseroan melalui PT Sigma Niaga Gas (SNG) pada bulan April tahun 2017 mengadakan perjanjian Kerja Sama Pasokan Retail dengan PT Shell Indonesia dengan masa kontrak sampai dengan April 2027 dalam bidang usaha yang sedang berjalan saat ini, yaitu penjualan bahan bakar minyak dengan merk Shell dan sarana pendukungnya di kawasan pergudangan Soewarna (Bandara Soekarno Hatta).

Kerja sama ini dipicu oleh adanya kebutuhan untuk melakukan diversifikasi usaha perseroan dan adanya kesempatan/momentum tersedianya lahan strategis di kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Diharapkan dengan adanya anak usaha baru ini, Perseroan dapat memperoleh tambahan pendapatan dan mengurangi risiko usaha dari usaha inti perseroan. Selain sebagai SPBU, sebagian lokasi usaha juga disewakan untuk fasilitas mini market, pusat penjualan oleh-oleh dan coffee counter.

Pengembangan lain dari bisnis penjualan bahan bakar ini yaitu pembelian lahan untuk SPBU dan fasilitas penunjang lainnya di daerah Jakabaring Sport City, Palembang.

Cuma sayangnya untuk penjualan bahan bakar mempunyai laba kotor yang sangat sedikit. Hal ini perlu ditunggu apakah sewa gasjack ini akan menyumbang rasio penjualan 60% lagi atau tidak. Jika penjualan bahan bakar makin tinggi dan laba kotornya sedikit tentu akan mengurangi laba bersih atau bottom linenya turun.

Semoga bisnis ini paling tidak mencetak laba bersih kisaran 5 sampai 10% seperti AKRA. Kita berharap di tahun 2020 hingga 2022 karena masih setup baru dan adanya pandemi.

Oh ya di tahun 2022 SICO mempunyai 8 kerjasama yang tidak ada detail rinciannya. Namun menjawab puzzle terakhir yang ada di artikel SICO Q1 2023 : Laba Bersih Naik Hampir 100% & Puzzle Yang Perlu Ditemukan, kerjasama paling banyak memang dengan Pertamina.

Beberapa klien SICO Pertamina EP, Medco Energi, Pertamina Hulu Mahakam, Chevron, Vico Indonesia, Ramba Energy dan masih banyak lagi.

Cuma memang detail besarannya tidak ada.

3. Potensi Bisnis SICO PT Sigma Energy Compressindo Tbk

Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani Protokol Kyoto dengan kewajiban mengurangi pembakaran gas suar bakar di dalam industri minyak dan gas domestik. Dengan demikian, semua K3S yang memiliki kontrak dengan pemerintah RI perlu ikut serta dalam program zero flaring

Mini gas compressor yang disediakan oleh SICO merupakan solusi paling efisien bagi masalah ini. Kompresor dapat berperan dalam peningkatan produksi marginal well, sebagai gas booster, sebagai artificial lift, dan sebagai solusi gas lock atau liquid handling problem. Teknologi ini juga selaras dengan konsep monetisasi pembakaran gas suar bakar itu sendiri, sehingga mampu memberikan nilai tambah pendapatan sekaligus mendukung program zero flaring.

SICO sudah mendatangkan 50 unit mini gas compressor ke Indonesia, serta berencana untuk membawa masuk jenis kompresor yang sama maupun jenis teknologi lain. Sebagai agen tunggal, SICO saat ini menguasai 99,14% pangsa pasar. Namun, perusahaan masih punya cukup ruang untuk berkembang lebih lanjut.

4. Risiko Bisnis SICO PT Sigma Energy Compressindo Tbk

Walopun mempunyai pangsa pasar hingga 99%, sebagai perusahaan, SICO tetap memiliki risiko bisnis yang datang dari berbagai sektor

1. Risiko Menurunnya Harga Minyak Dunia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas merupakan lembaga negara.

Lembaga ini yang akan menentukan atau merevisi program hulu migas apabila harga minyak mentah dunia turun yang tentunya akan berakibat pada turunnya aktivitas pengeboran atau produksi. Hal ini dikarenakan harga minyak dunia sering menjadi acuan harga komoditas ekspor, di mana turunnya harga minyak membuat harga komoditas, seperti sawit dan batu bara ikut turun.

Selain itu, penurunan harga minyak dunia dapat berdampak negatif bagi Perseroan di mana perusahaan-perusahaan produsen minyak dunia dapat secara signifikan mengurangi jumlah produksinya yang pada gilirannya akan menekan penggunaan mesin mini kompresi dan laba Perseroan.

2. Risiko Keterbatasan Tenaga Ahli

Keterbatasan tenaga ahli dalam industri seperti yang Perseroan jalankan saat ini tentunya dapat mempengaruhi
kinerja. Perseroan menyadari sepenuhnya bahwa kekurangan tenaga ahli akan menjadikan Perseroan sulit untuk berkreasi.

Perencanaan Perseroan untuk melakukan pertumbuhan pendapatan kadangkala tidak diiringi dengan perencanaan
untuk sumber daya manusia, karena tenaga ahli akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan dalam ekonomi
dan Perseroan harus mengubah pola pikir ini, agar menjadi lebih sigap dan mengadopsi pendekatan jangka panjang
ketika menyusun strategi sumber daya manusia.

Jika hal ini terjadi kepada Perseroan, maka tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan Perseroan.

3. Risiko Kelangkaan Pasokan Spare Part

Kerusakan pada alat utama untuk produksi minyak dan gas dapat mempengaruhi kinerja, karena kelangkaan pasokan dan sparepart (suku cadang) dapat saja terjadi apabila produk sparepart yang diperlukan berasal dari luar negeri, sehingga Perseroan harus menunggu hingga suku cadang tiba di Indonesia.

Waktu tunggu hingga pasokan datang kadangkala memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga dapat menunda pekerjaan yang sedang berjalan. Jika hal ini terjadi tentunya dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi Perseroan di mata pelanggan dan tentunya dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan.

4. Risiko Persaingan Usaha Business Competition Risk

Untuk bisa masuk ke dalam industri minyak dan gas sangat dibutuhkan pengalaman, sehingga diperoleh kepercayaan dari pelanggan yang merujuk pada kualifikasi dan prestasi, serta modal yang tidak sedikit. Hingga saat ini, ada beberapa pesaing yang setara dan memiliki kemampuan yang hampir setara dengan Perseroan.

Apabila Perseroan tidak dapat mengantisipasi atau memiliki strategi yang mumpuni, dapat dipastikan akan mempunyai dampak negatif terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.

5. Risiko Operasional Operational Risk

Risiko operasional timbul apabila Perseroan tidak berhasil memenuhi prosedur operasi standar, gagal memenuhi
scope of supply, gagal memenuhi minimum requirement, gagal memenuhi waktu pengiriman barang, gagalnya
manajemen pegawai, gangguan pada sistem, dan faktor atau kejadian eksternal, seperti perubahan cuaca, bencana
alam, dan putusnya rantai pasokan.

Risiko-risiko ini terkait dengan operasional harian Perseroan. Apabila tidak dapat memuaskan atau tidak dapat men-deliver keinginan pelanggan, maka pelanggan Perseroan dapat saja tidak memperpanjang kontrak sewa. Jika hal ini terjadi tentunya sangat merugikan Perseroan.

5. Kinerja saham SICO

SICO baru IPO April 2022 dengan harga perdana Rp 230. Sempat naik hingga Rp 250 dan sekarang harganya hanya Rp 143. Apakah ini potensi?

Sekarang teman-teman pasti bisa menjawab ya dengan pembahasan di atas.

6. Harga Wajar SICO Q1 2023

Jika menggunakan EPS 36 dan Book Value 128 maka harga wajar saham SICO menurut Graham Number sebesar 320 berbanding dengan harga sekarang Rp 143.

Artinya SICO masih sangat undervalue

Jika ada yang bertanya kapan waktu yang tepat untuk membeli saham SICO? Saya jawab tentu saja sekarang dengan harga psikologis di Rp 150. Kalo bisa beli di bawah harga ini sembari menunggu kinerja meningkat dan dividen meningkat.

7. Kesimpulan

Menurut saya SICO bukanlah perusahaan ecek-ecek yang akhir-akhir ini sering wara-wiri di bursa saham.

Dengan pangsa pasar 99% dan klien seperti Pertamina jelas memberi garansi bahwa SICO bukanlah perusahaan yang bisnisnya menjual saham ke masyarakat.

Apalagi ditambah dengan dividen yang dibagikan sampai 3x dengan rentang baru 1 tahun dari IPO juga menjadi poin plus-plus.

Kesimpulannya SICO layak sih masuk portofolio.

Sumber :

1. https://ajaib.co.id

(Visited 83 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya