Mengapa Harga TLKM Terus Merosot?
Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.
Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID
Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya
=====
Akhir-akhir ini dunia persahaman sedang rame pembahasan dimana emiten yang memiliki kinerja baik justru pelan-pelan turun, sedangkan emiten antah berantah malah naik kaya roller coaster.
Memang kenyataannya seperti itu, dan ada 3 perusahaan besar yang saya pantau memang harganya sedang mengalami koreksi yaitu UNVR, ASII dan TLKM.
Untuk UNVR memang kinerja perusahaannya sedang tren menurun dan kami juga pernah mengulas alasan kinerja saham UNVR menurun. Silahkan bisa dibaca beberapa artikel tentang UNVR di bawah ini
UNVR Q4 2023 : Laba Bersih Turun 10.5% Dan Saran Kami Bagi Para Investornya
Mengapa UNVR “LONGSOR” & 3 Solusi Buat Investor Yang Nyangkut Di UNVR
UNVR : Benarkah Sebagai Bukti In Fundamental We Loss & Fundamental Sudah TIDAK Berguna?
Di artikel kali ini, kami ingin membahas tentang tren penurunan saham TLKM dimana harga TLKM dalam 5 tahun terakhir relatif stagnan atau naik turun dalam range yang sama.
Harga tertinggi TLKM dalam 5 tahun terakhir adalah Rp 4680 dan harga terendahnya Rp 2620 di saat pandemi.

Padahal jika ingin menelisik lebih lanjut kinerja perusahaan dari sisi penjualan maupun laba bersih relatif stabil bahkan meningkat.

Perhatikan bagian revenue dan laba bersihnya yang stabil meningkat.
Disisi lain dividen sebagai pelipur lara karena harga sahamnya yang stagnan juga mengalami peningkatan walopun memang naik turun.

Bahkan di Q1 2024 kinerja TLKM dari sisi penjualan masih mengkilap dengan potensi dividen yang lebih besar dibanding tahun 2023 kemaren. Baca selengkapnya TLKM Q1 2024 : Laba Bersih Turun 6.2% Karena Beban BIASA Serta Potensi Dividen Rp 198
Trus apa penyebab harga TLKM naik turun seperti ini?
Apakah ini bukti fundamental sudah tidak berguna?
Tentu saja jawaban saya tidak tau mengapa harga saham TLKM stagnan.
Ada banyak pihak yang “bertarung” di bursa saham seperti TLKM ini apalagi TLKM merupakan salah satu BUMN yang waras selain BUMN komoditas.
Jika pun harus menjawab maka hanya sekadar analisa abal-abal saja ya
1. Banyak yang jual
Hukum naik turunnya saham adalah ketika banyak yang menjual maka harganya akan turun dan ketika banyak yang membeli maka harganya naik.
2. Kebanyakan investor
Jumlah investor TLKM sangat banyak yaitu mencapai 99 miliar lembar saham.

Artinya butuh tenaga untuk menggerakkan harga sahamnya supaya naik.
Tapi kenapa kok turunnya gampang?
Untuk naik, perlu banyak hal seperti kinerja yang paling tidak CAGR 15%, div yield paling tidak 8% dsb.
Untuk menurunkan harga saham? Cukup news receh.
3. Kinerja perusahaan tidak cocok bagi sebagian aliran investing
Investor yang beraliran value investing jelas tidak akan melirik TLKM karena sudah overvalue.
Investor beraliran dividen investing tentu saja juga tidak melirik karena yieldnya masih nanggung.
Investor beraliran growth investing jelas tidak akan masuk.
Yang kemungkinan membeli adalah
- pemula yang masih menggunakan slogan belilah emiten yang produknya digunakan
- mungkin trader yang ingin ikut gelombang naik turunnya harga saham
- reksadana
Setelah melihat tulisan di atas apakah kalian akan masuk ke TLKM? Atau malah cutloss? Atau malah hold saja sembari nunggu dividennya membesar?

