Nasib MARK Setelah Pandemi. Masihkah Terus Berjaya?

Nasib MARK Setelah Pandemi. Masihkah Terus Berjaya?

Bagi sebagian besar emiten, pandemi covid 19 jelas menjadi pukulan telak yang langsung membuat semua manajemen bersiap siaga dan kebanyakan memang perusahaan memiliki kinerja yang buruk bahkan minus.

Namun jika ditelusuri pelan-pelan ternyata tidak semuanya terdampak.

Bahkan ada beberapa perusahaan justru bisa mendulang cuan di tengah pandemi.

Bukan karena memang mencari cuan di tengah pandemi tetapi karena memang produk yang dihasilkan berhubungan dengan kesehatan.

Salah satu emiten itu adalah MARK atau PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.

Pertanyaan besar kemudian muncul “Bagaimana nasib MARK tersebut ketika pandemi sudah berakhir?”

Analisa kali ini akan merangkum dari berbagai sumber agar ceritanya menjadi utuh.

A. PROFIL

Pertama kita kenalan dulu dengan MARK.

PT. Mark Dynamics Indonesia (Perseroan) adalah produsen cetakan sarung tangan global terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tanggal 10 April 2002, Perseroan saat ini berkedudukan di Sumatera Utara, Indonesia. Produk Perseroan sangatlah penting dalam pembuatan sarung tangan karet dengan tujuan pemakaian yang beragam: uji coba, industri, medis, rumah tangga, dan bahkan pembuatan sesuai pesanan.

Perjalanan panjang Perseroan dimulai dengan memproduksi hanya 50.000 unit per bulan di tahun 2003. Secara perlahan, Perseroan terus meningkatkan kapasitas produksinya, dan saat ini telah mampu memproduksi 2.000.000 unit per bulan.

Pabrik utama berlokasi di Kawasan Industri Medan STAR, Sumatera Utara dengan luas lahan kurang lebih 15.000 meter persegi. Pabrik kedua yang telah beroperasi di 2019, terletak di Desa Dalu, Tanjung Morawa, Sumatera Utara, dengan luas lahan kurang lebih 90.000 meter persegi.

Dengan rekam jejak yang panjang dan pengalaman yang luas, Perseroan senantiasa terus berusaha membangun kepercayaan publik. Oleh sebab itu, Perseroan melakukan Penawaran Perdana di tahun 2017 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Sejak menjadi perusahaan terbuka, bisnis kami telah berkembang sangat pesat.

Di tahun 2020, Perseroan memutuskan untuk masuk ke bisnis sanitasi. Kloset produksi Perseroan sebagian terbuat dari limbah produksi handformer keramik dalam upaya mengurangi biaya.

Program Pemerintah Indonesia membangun sejuta rumah menjadi faktor pendorong positif terhadap penjualan lantaran kloset Perseroan ditujukan untuk segmen pasar menengah ke bawah. Di bulan Oktober 2020, Perseroan mengakuisisi PT. Berjaya Dynamics Indonesia, distributor produk-produk pertanian seperti penyemprot, pesitisida, dan lainnya.

Pandemi ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup yang sehat. Perseroan senantiasa bergerak cepat mengambil peluang ini untuk berekspansi dan melakukan penetrasi pasar yang lebih luas dan baru, salah satunya adalah Tiongkok.

Dengan peluang ini, Perseroan mendominasi produk cetakan sarung tangan dengan pasar global sekitar 42%, menjadikan Perseroan sebagai pemimpin pasar di industrinya. Kunci kesuksesan Perseroan terletak pada integritas dan efisiensi.

B. BISNIS MARK

Dari perkenalan di atas kita menjadi tau bahwa bisnis MARK sekarang ada 3 yaitu

  1. Cetakan sarung tangan
  2. Kloset
  3. Produk pertanian

Kita akan bahas pelan-pelan terkait bisnis dari MARK ini

1. Cetakan sarung tangan

Produk utama MARK adalah cetakan sarung tangan.

Dan di bawah ini merupakan keunggulan kompetitif dari MARK.

Dari sisi kapasitas juga tidak main-main karena pertumbuhan kapasitasnya di kisaran 21%.

Bahkan di tahun 2022 ini kapasitas produksi MARK di angka 2juta per bulan.

Yang menarik adalah walopun kapasitas MARK sudah ditingkatkan, nyatanya masih di bawah dari permintaan sehingga ini jelas menjadi peluang besar bagi MARK.

Berikut beberapa pelanggan MARK

Bagaimana dengan kompetitornya?

Jika melihat dari materi publix expose, MARK memiliki kekuatan tersendiri sebagai MOAT

2. Kloset

Ada yang menarik dari sisi bisnis terbaru MARK ini yaitu kloset.

Di saat emiten lain berekspansi ke bisnis yang tidak sejalan demi mendapatkan cuan tambahan, MARK justru melakukan langkah berbeda.

Mereka membuat bisnis baru yang memang tidak sejalan tetapi karena memanfaatkan limbah yang ada dan ini adalah peluang sangat menarik.

MARK memproduksi sanitasi berupa kloset jongkok (squat pan) yang bahan bakunya sebagian berasal dari sisa bahan baku (waste) produksi cetakan sarung tangan dan belum lama ini MARK membeli mesin pencetak sanitari dengan tujuan untuk memacu pengembangan praktik Environmental, Social, dan Governance (ESG).

Alasan unik pembelian mesin ini adalah MARK mempunyai target memproduksi 2 juta cetakan sarung tangan per bulan. Nah, sisa bahan baku dari penambahan produksi ini akan diolah menjadi produk sanitari.

Dengan adanya mesin tersebut kapasitas produksi sanitari akan menjadi 30 ribu unit per bulan dari sebelumnya 12 ribu unit per bulan.

3. Produk pertanian

Terkait produk pertanian ini agak unik karena bukan MARK yang menjadi eksekutornya tetapi anak usaha yaitu PT Berjaya Dynamics Indonesia.

PT Berjaya Dynamics Indonesia. ini mempunyai anak usaha yaitu PT Agro Dynamics Indo yang memiliki bisnis pertanian.

C. TANTANGAN SETELAH PANDEMI BERAKHIR

Direktur Utama MARK Ridwan Goh menyampaikan walaupun saat ini sudah masuk dalam endemi, namun permintaan yang ada  cukup stabil karena pelanggan-pelanggan masih meningkatkan permintaannya untuk pembaruan cetakan sarung tangannya.

Selama 10 tahun terakhir, tren pertumbuhan sarung tangan berada di rentang 10%-15% per tahun. Dengan adanya pandemi ini terjadi peningkatan pertumbuhan permintaan hingga 50%.

Setelah pandemi peningkatan pertumbuhannya akan kembali stabil di kisaran 10%-15% per tahun bahkan bisa lebih karena kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah terbentuk karena adanya pandemi.

Selain itu, dukungan juga datang langsung dari masyarakat yang sudah semakin sadar terhadap kesehatan yang dipicu oleh adanya pandemi covid 19.

D. TARGET MARK 2022

Ridwan Goh mengatakan MARK akan berupaya memperluas cakupan penjualan global dengan penetrasi ke negara China, Amerika Serikat, Malaysia, Thailand dan Afrika.

Dia membeberkan untuk komposisi penjualan secara global cetakan sarung tangan, Malaysia masih porsi penjualan terbesar, dikarenakan negara tersebut merupakan pemegang pangsa pasar  terbesar sarung tangan dunia.

Perseroan juga terus berinovasi sehingga produksi cetakan sarung tangan perseroan merupakan salah satu yang premium atau memiliki kualitas terbaik jika dibandingkan dengan kompetitornya.

Tahun 2022 ini manajemen mencanangkan target laba bersih sebesar Rp 450 miliar dibanding tahun 2021 sebesar Rp 392.15 miliar dengan target penjualan Rp 1.5 triliun.

Langkah yang akan ditempuh adalah terus menciptakan inovasi dan menjaga beban-beban yang ada.

Per Q1 2022 penjualan MARK sudah tembus Rp 361 miliar dari target Rp 1.5 triliun.

E. KESIMPULAN

Tanpa menggunakan analisa keuangan seharusnya kita sudah yakin bahwa MARK merupakan salah satu perusahaan yang sedang growth atau layak masuk sebagai growth stock dengan valuasi yang masih murah jika menggunakan analisa PEG Ratio.

Selain itu MARK juga layak dijadikan sebagai core stock yang bisa dihold forever.

Berikut sekadar rasio perusahaan Q1 2022 yang bisa dilihat sekilas dan bisa memberikan gambara betapa MARK merupakan salah satu perusahaan yang berpotensi menjadi quality stock.

Harga : 1090 (harga tanggal 15/06/2022)

EPS : 132 (annualized)

Book Value : 227 (annualized)

Harga Wajar : 821 (Graham Number)

MOS : –

PEG Ratio : 0.09

PER : 8.28

PBV : 4.78

GPM : 56.75%

NPM : 34.64%

ROE : 57.80%

Sumber :

1. http://www.markdynamicsindo.com/

2. https://www.antaranews.com/

3. https://sumatra.bisnis.com

4. https://market.bisnis.com/

5. https://investasi.kontan.co.id/

(Visited 65 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya