Menelusuri Jejak Penjualan Menara di Lap Tahunan 2021 Yang Membuat Kinerja ISAT MONCER
Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.
Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID
Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya
=====
Hari ini tanggal 22 Februari 2022, PT Indosat Tbk atau ISAT merilis laporan keuangan full year tahun 2021. Hasilnya sangat menggembirakan karena laba bersih ISAT pada periode ini menyentuh hingga Rp 6.75T.
Pertanyaannya apakah memang benar seperti itu?
Mari kita bahas perlahan-lahan.
Yang pertama adalah kita cek EPS mulai tahun 2018 hingga tahun 2021 ini menggunakan aplikasi RTI

Di tahun 2018 EPS ISAT minus hingga 442, tahun 2019 sempat memperbaiki kinerja dengan menghasilkan EPS sebesar 289.
Di tahun pandemi atau tahun 2020, EPS ISAT kembali minus -132 dan di tahun 2021 memperbaiki kinerja dengan sangat istimewa karena EPS-nya 1242.
Pembalikan kinerjanya sangat mengerikan. Namun karena begitu mengerikan membuat kita pantas menanyakan ulang apakah EPS tahun 2021 benar-benar meningkat sebesar itu karena kinerjanya atau karena ada kegiatan lain semisal menjual aset.
Sekarang kita lihat EPS kuartal 2 tahun 2021 dimana EPS ISAT tembus di angka 999. Sangat tinggi jika dibanding 3 kuartal lain di tahun 2021 dan tetap tinggi juga jika dibanding per kuartal 2 di tahun 2018, 2019 dan tahun 2020.
Sekarang kita cek dulu di media ada corporate action apakah di kuartal 2 tahun 2021.

Sumber : https://market.bisnis.com/read/20210330/192/1374720/indosat-isat-jual-menara-rp108-triliun-pada-kuartal-ii2021-siap-bukukan-laba
Ternyata di kuartal 2 tahun 2021, ISAT menjual aset berupa menara sebanyak 4.247 ke PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia) senilai US$750 juta itu setara dengan Rp10,86 triliun.
Sekadar info, Edge Point Indonesia merupakan anak usaha dari Edge Point Singapura. Edge Point Singapura sepenuhnya dimiliki oleh Digital Colony yaitu investor digital global dengan pengalaman luas serta memiliki dan mengoperasikan menara seluler.
Jika melihat ke laporan keuangan kuartal 2 tahun 2021 maka ISAT menerima tambahan dana sebesar Rp 6.1T yang masuk ke dalam Laporan Laba Rugi.
Kenapa membahas di Laporan Laba Rugi? Karena laporan ini yang nantinya akan berimbas ke EPS atau earning per share


Di gambar yang atas ada angka 6,166,926 atau Rp 6.1T di bagian keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara dengan disebelahnya ada angka 19.
Dari mana angka 6,166,926 itu dan apa arti angka 19?
Angka 19 adalah rujukan informasi angka 6.1 berasal.

Di Catatan Laporan Keuangan no 19 poin a yang membahas tentang transaksi penjualan menara dari ISAT ke EPID dan di poin iv ada tulisan “keuntungan atas jual dan sewa balik menara yang terkait dengan hak-guna yang dialihkan ke pembeli-pesewa sebesar Rp6.491.865 (setelah pajak). Keuntungan atas jual dan sewa balik menara tersebut dikurangi dengan biaya transaksi dan provisi atas jaminan klaim masing-masing sebesar Rp175.027 dan Rp149.912.”
Sekarang bisa dicoba Rp6.491.865 – Rp175.027 – Rp149.912 = Rp 6,166,926.
Darimana angka Rp6.491.865?

Sudah paham kan
Nah sekarang kita iseng untuk mengeluarkan angka Rp 6,166,926 sebagaimana di laporan kuartal 2 tahun 2020.
Pertama kita cari laba bersih ISAT

Laba bersih ISAT kuartal 2 tahun 2021 sebesar Rp 5,597,999.000.000 kemudian dikurangi pendapatan keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara sebesar Rp 6,166,926.000.000 hasilnya Rp – 568.927.
Jika dibagi dengan jumlah lembar saham sebesar 5.433.933.500 maka EPS ISAT sebesar -104 atau tepatnya -104.6
Andaikan EPS kuartal 2 tahun 2021 sebesar -104 maka EPS total untuk tahun 2021 sebesar Rp Rp 140.
Secara umum tetap meningkat jika dibanding EPS tahun 2020 tetapi masih lebih sedikit jika dibanding EPS tahun 2019 yang sebesar 289. (kayaknya tahun ini juga ada penjualan menara).
Nah pembahasan selanjutnya adalah kemana larinya uang hasil penjualan menara sebesar Rp 10.4T ini di laporan keuangan?
Saat saya telusuri di laporan arus kas bagian arus kas investasi hanya muncul angka 8,009,239 dengan keterangan Penerimaan yang dapat diatribusikan dari proporsi hak yang dialihkan ke pembeli-pesewa.

Dan saat ditelusuri lagi maka didapat keterangan sebagai berikut

Dan ujung dari laporan arus kas ini adalah uang kas dan setara kas yang muncul di bagian hasil akhir laporan arus kas seperti gambar berikut

Dan muncul di bagian Aset Lancar –> Kas dan Setara Kas

Dan jika muncul di bagian aset lancar maka yang akan berpengaruh adalah
– Total Aset
– Ekuitas/ book value
– ROE
Gimana sudah paham kan alurnya.
Jadi kinerjanya sih biasa aja..
Jadi bagi teman-teman yang mau Hajar Kanan alias HAKA hati-hati ya

