Bingung Mau Mengejar Dividen ASII Atau Tidak? Begini Analisa Sederhananya

Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.

Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui linkĀ TIP Stock Guide ID

Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya

=====

Pertanyaan di atas sering kami liat berseliweran di timeline FB atau sosial media lainnya.

Banyak yang bingung pengen dapat dividen ASII yang div yieldnya kisaran 8%

Tapi disisi lain ada ketakutan adanya penurunan harga saham setelah exdate dan penurunan kinerja perusahaan di Q1 2024.

Bagaimana baiknya ya?

Yuk sebelum menganalisa kita mesti kenalan dulu siapa ASII ini. Harusnya sih di dalam saham pepatah Tak Kenal maka Tak Beli bener-bener jadi kunci.

Kenapa artikel ini ada?

  • Harga ASII sedang turun tapi kinerja istimewa
  • Div yield cukup tinggi untuk sekelas ASII

Oh ya sekadar informasi, dulu saya pernah menulis tentang TOTL dimana TOTL membagikan dividen Rp 100 dan membuat div yieldnya hampir 30% beserta analisanya. Teman-teman bisa baca detailnya di artikel ini TOTL : Beli Enggak, Beli Enggak

Kita akan membahas dari sisi kondisi perusahaan, kinerja perusahaan, kinerja saham dan kinerja dividen.

1. Kondisi perusahaan

ASII merupakan salah satu emiten terbesar di Indonesia dengan anak usaha yang tersebar di berbagai bidang.

Ada 7 segmen pendapatan yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi dan terakhir property.

Saat ini atau per Q1 2024 ASII mempunyai book value 5113 dan harga penutupan ASII per tanggal 07 Mei 2024 Rp 5050.

Artinya kita sudah membeli saham emiten dengan harga dibawah harga sebenarnya atau jika diibaratkan beli tanah dibawah harga NJOPnya.

Ini poin penting.

Walopun kita juga mesti tau bahwa harga murah bisa lebih murah lagi dengan berbagai sebab, baik sebab yang benar seperti penurunan kinerja maupun sebab ecek-ecek seperti adanya kompetitor yang belum pasti tapi sudah membuat ketakutan.

Di poin ini kita sudah untung karena beli ASII di bawah harga book valuenya dan PASTI untung karena dapat dividennya.

2. Kinerja perusahaan

Lanjut ke kinerja perusahaan. Apakah dengan book value yang seperti di atas bisa menjadi senjata untuk mendapatkan keuntungan?

Secara umum kinerja ASII sangat memuaskan bahkan EPS ASII sejak tahun 2021 terus bertumbuh. Berikut kinerja tahunan ASII sejak tahun 2018 hingga 2023.

Disini yang perlu teman-teman lihat seksama dari sisi Total Pendapatan dan Laba bersih untuk pemilik entitas induk ya…

Sejak tahun 2018, pendapatan ASII terus meningkat kecuali tahun 2020.

Laba bersih untuk pemilik entitas induk juga terus meningkat.

Bagaimana dengan EPSnya? Sangat ciamik untuk perusahaan yang bobotnya sudah seperti kapal induk.

Bagaimana dengan kinerja Q1 2024?

Di periode ini EPS ASII menurun dan pembahasan lengkap tentang apa saja yang menurun dan apa memang “semenurun” itu atau hanyalah penurunan yang receh bisa disimak selengkapnya di artikel berikut ASII Q1 2024 : Penyebab UTAMA Laba Bersih ASII Turun 14.9% Dan Problem Sebenarnya

Eh kok artikelnya kaya pompom ya? Sebelum membaca jawabannya silahkan teman-teman membaca artikel ini Memahami Dengan JELAS Apa Perbedaan Pompom, Rekomendasi Dan Story Saham

Sudah dibaca?

Nah jika ada yang menganggap artikel ini pompom bagi kami tidak masalah karena

  • yang kami tulis adalah fakta kondisi dan kinerja perusahaan
  • memang ASII seistimewa itu saat ini kecuali harga ASII sudah di kisaran Rp 7000 ya saya tidak berani nulis-nulis
  • mending pompom emiten istimewa sih dibanding pompom emiten antah berantah.

Betul? Hehehe. Lanjut yuk.

3. Kinerja saham

Nah di bagian kinerja saham inilah mengapa saya berani menulis artikel ini.

Ingat, saya tidak akan menulis artikel ini jika ASII berada di harga Rp 6500

  • Harganya sudah cukup mahal dibanding book valuenya
  • Dengan dividen Rp 421 maka div yieldnya hanya 6.4%. Bandingkan dengan saat ini kisaran 8%.

Sekilas info tanggal 28 April 2022 harga ASI Rp 7575)

Kita perlu melihat kinerja saham ASII dalam 5 tahun terakhir.

Harga saham ASII jelas terendah saat pandemi menyentuh Rp 3630. Namun disini kita skip karena kan pandemi.

Kita lanjut untuk harga terendah berikutnya di kisaran Rp 4720 pada 31 Juli 2021. Berapa EPS di tahun 2021? Hanya Rp 499.

Lanjut penurunan paling bawah berikutnya justru terjadi di 26 April 2024 yang menyentuh Rp 4880

Berapa EPSnya? Jika mengacu hasil Q1 2024 EPS tembus 737.

Harga selisih sedikit tetapi EPSnya hampir 2x lipat.

Apalagi jika harga ASII turun seperti analisa dari JP Morgan dimana harga ASII Rp 4650. Baca beritanya disini

Inilah salah satu mengapa kami menyarankan untuk teman-teman MEMPERTIMBANGKAN emiten ASII ini.

4. Dividen

ASII membagikan dividen dengan yield kisaran 8%.

Pertanyaannya adalah berapa harga pembelian asli kita?

Jika kita beli ASII harga Rp 5050 maka harga asli beli kita Rp 5050 – 421 = 4629.

Harga yang sama dengan perkiraan JP Morgan yang mengatakan target harga ASII Rp 4650.

Apakah ASII akan membagikan dividen dengan yield 8% lagi?

Bisa iya bisa tidak.

Bisa iya jika kita beli ASII lebih rendah atau kisaran Rp 5000 dengan kinerja ASII tahun 2024 diannualkan EPS 737 dan DPR 62% maka potensi dividen total 456 atau div yield 9%.

Tapi kalo harga ASII naik ya div yieldnya tidak ada 8%.

Teman-teman bisa menggunakan Kalkulator Perkiraan Dividen disini

Menarik kan?

Kesimpulan

Saya menuliskan artikel ini karena

  • ASII perusahaan istimewa dan ada potensi div yield sampe 8% bahkan bisa lebih sesuai dengan perkiraan dividen di atas.
  • Komoditas sedang kurang bagus. Jika emiten batubara sedang di tiang maka jelas seluruh dana kalo bisa diarahkan ke emiten komoditas.
  • ASII layak masuk core stock

Kesimpulan akhirnya adalah belilah ASII jika

1. Ada niat hold minimal 1 tahun atau lebih (menjadi core stock) agar dapat dividen berikutnya atau kinerja perusahaan ASII semakin naik

2. Bukan tipikal investor loncat kodok yang mencari emiten pembagi dividen terus loncat lagi mencari dividen lainnya.

3. Paham sekali bahwa ASII adalah perusahaan istimewa dan cepat atau lambat kinerjanya meningkat dan harganya akan balik

4. Paham bahwa dalam 1 tahun ke depan SUDAH PASTI cuan 8% dari dividen.

Jangan dibeli kalo

1. Masih pengen berpetualang dari emiten satu ke emiten lainnya

2. Merasa 8% per tahun itu kecil

3. Punya skill untuk mencari emiten yang potensi capital gainnya lebih tinggi.

4. Menunggu setelah exdate saja dan dapat harga dibawah Rp 5000 bahkan Rp 4700

5. Takut melihat floating loss.

(Visited 765 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *