Hantu Itu Bernama Beban Iklan dan Promosi (TSPC)
Tulisan : drmalique
Seperti yang sudah sering muncul di stream TSPC, bahwa beban iklan dan promosi merupakan beban yang sering dikeluhkan oleh investor mengakibatkan tergerusnya laba bersih perusahaan.
Jika kita melihat laporan keuangan 2 tahun terakhir, beban iklan dan promosi telah meningkat sebesar Rp 558 Milyar dari dari 1.367 M di tahun 2020 menjadi 1.925 M di tahun 2022.

Hal ini memang terbukti menahan pertumbuhan laba bersih perusahaan di tingkat yang tidak terlalu bagus yaitu 53% selama 10 tahun terakhir (674 M di tahun 2013 menjadi 1.038 M di tahun 2022). Padahal perusahaan terus konsisten mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 78% selama 10 tahun terakhir (6.855 M di tahun 2013 menjadi 12.254 M di tahun 2022).
Efek beban iklan dan promosi ini sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2019, yang mana laba bersih perusahaan relatif stagnan antara 520-620 M per tahun meskipun penjualan kotor perusahaan terus naik.
Sebenarnya perusahaan bisa mencetak laba bersih yang lebih tinggi dengan menekan biaya iklan dan promosi. Hal ini terlihat pada laporan keuangan tahun 2020 dan 2021 yang menunjukan bahwa beban iklan dan promosi turun drastis dari 1.789 M di tahun 2019, menjadi 1.367 M di tahun 2020 dan 1.410 di tahun 2021.
Kebijakan ini mampu meningkatkan laba bersih perusahaan hampir 2 kali lipat dari 595 M di tahun 2019 menjadi 834 M dan 878 M di tahun 2020 dan 2021. Kebijakan ini juga tidak menghambat penjualan yang bahkan tetap meningkat.

Tentu saya tidak tahu apakah beban iklan dan promosi yang naik-turun drastis memang diperuntukan untuk meningkatkan penjualan perusahaan, atau hanya strategi keuangan perusahaan dalam rangka memperkaya pemilik perusahaan/ PSP (misalnya untuk menyalurkan keuntungan ke perusahaan afiliasi atau bahkan menurunkan beban pajak penghasilan perusahaan).
Namun yang pasti di satu sisi beban iklan dan promosi ini membuat pertumbuhan laba bersih perusahaan menjadi tidak menggembirakan. Sehingga harga saham pun tidak ke mana-mana. namun di sisi lain, perusahaan tetap membagikan dividen dan bahkan terus bertumbuh seperti halnya bertumbuhnya beban iklan dan promosi.

