Tips 2024 : 8 Cara Melakukan Analisis Fundamental Saham. Tidak Perlu Buka Laporan Keuangan

IHSG ibarat hutan belantara yang kita tidak tahu ke depan akan seperti apa. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan seperti mental, modal dan strategi yang tepat.

Bagi yang masuk sebelum pandemi tentu akan mengalami momen pandemi yang sangat mengerikan dimana IHSG turun dari kisaran 6000an menjadi hanya 3500.

Setiap hari kita melihat saham-saham mengalami ARB 7%. Seperti kata pepatah gelap tidak akan selamanya karena akan disambut dengan mentari.

Mulai tahun 2021 saham-saham dari berbagai sektor seperti farmasi, bank digital, komoditas hingga saham yang berbau EV terbang ke angkasa. Waktu itu mendapat cuan di atas 20% terlihat sangat mudah dan membuat banyak pihak TERLENA termasuk saya.

Era mentari mulai kembali bergeser di tahun 2023 dan awal 2024 dimana saham-saham kinerja baik turun sedangkan saham-saham antah berantah dan saham IPO terbang.

Banyak para investor yang menjadi bimbang apakah akan mengambil saham non fundamental atau tetap membeli saham fundamental baik.

Saran saya tetaplah membeli saham yang memiliki kinerja fundamental baik apapun situasinya.

Kali ini Stock Guide ID akan memberikan panduan bagi teman-teman untuk mencari saham menggunakan analisa fundamental saham yang sederhana namun dijamin membuat hati tenang.

Mencari saham yang memiliki fundamental baik cepat atau lambat akan cuan dan hati tenang. Cuan atau tidak tergantung timeframe teman-teman ya.

Umumnya jika berani menahan di atas 2 tahun kemungkinan besar cuan.

Ada 8 hal yang bisa dicek secara sederhana walopun memang teman-teman tidak membaca laporan keuangan secara utuh.

Tips ini lebih cocok digunakan untuk saham-saham non musiman seperti komoditas, karena saham komoditas ada periode naik dan turunnya.

1. Cek tren penjualan

Penjualan merupakan ujung tombak perusahaan. Jika penjualan naik kemungkinan besar laba akan naik.

Apakah ada momen dimana penjualan naik laba tidak naik atau malah minus?

Banyak.

Jika penjualan naik namun beban-beban atau hutang naik maka bisa menggerus laba bersih. Pembahasan tentang laba besih ini bisa disimak di poin no2.

Berapa timeframe melihat kinerja perusahaan? Minimal 3 tahun.

Tools yang bisa dipake untuk mengecek secara cepat menggunakan IPOT NEWS.

Caranya

1. Klik link IPOT NEWS

2. Ketik nama saham di bagian pencarian (Misal ADES)

3. Masuk ke bagian fundamental

Lihat hasilnya seperti di bawah ini

Revenue ADES dari tahun 2017 terus meningkat.

2. Cek tren laba bersih

Setelah kita mengetahui tentang tren penjualan maka fokus kita akan masuk ke laba bersih.

Sebaiknya jika penjualan naik maka laba bersih akan naik.

Tetapi seperti disebutkan di atas bahwa tidak semua penjualan naik maka laba bersihnya akan naik.

Disisi lain ada juga emiten yang penjualan turun namun laba bersih malah naik. Momen ini biasanya karena emiten melakukan efisiensi atau penghematan atau menjual aset. Nah jika hal ini terjadi kita memang sebaiknya sedikit belajar tentang laba rugi agar tau emiten tersebut melakukan hal apa.

Selain tentang laba bersih ada sebagian investor yang cukup memperhatikan EBITDA alias laba sebelum kena pajak.

Namun pajak juga kadang cukup mengurangi laba. Jadi saran kami gunakan laba bersih saja.

Caranya persis seperti di poin no 1

1. Klik link IPOT NEWS

2. Ketik nama saham di bagian pencarian (Misal ADES)

3. Masuk ke bagian fundamental

Lihat hasilnya seperti di bawah ini

Laba bersih atau net profit ADES sejak tahun 2017 terus meningkat

3. Lihat grafik GPM atau Gross profit margin

Cara berikutnya adalah dengan memperhatikan grafik GPM.

Gross Profit Margin atau Margin Laba Kotor adalah perbandingan antara laba kotor dengan penjualan atau pendapatan yang ada.

GPM ini penting diperhatikan agar kita tau emiten tersebut dalam membuat produk dibanding dengan penjualannya mempunyai persentase keuntungan seberapa.

Misal ada emiten dengan GPM di atas 40% artinya mereka bisa menaikkan harga cukup leluasa dan menjadi market leader.

Tapi ada juga emiten dengan GPM hanya 10%.

Jika GPM saja sudah 10%an maka laba bersihnya pasti lebih kecil. Jika laba bersih kecil maka dividennya pasti lebih kecil lagi atau bahkan tidak dibagikan.

Jadi pastikan cek grafik GPM ini.

Oh ya secara umum GPM tidak akan geser signifikan. Misal tahun 2020 GPM 40% nanti di tahun 2021 misal geser jadi 42%. Tidak dari 40% menjadi hanya 10% (kecuali memang ada force majeure kaya pandemi kemaren).

Pembahasan GPM selengkapnya bisa dibaca di artikel berikut Mengenal Gross Profit Margin, Operating Profit Margin Dan Net Profit Margin

Untuk mengecek grafik GPM saya menggunakan aplikasi RTI.

Caranya :

1. tentu saja download aplikasi RTI

2. Ketik nama saham (Misal SIDO)

3. Masuk ke Financial

4. Profitability

analisa fundamental saham

Perhatikan GPM SIDO berada di kisaran 50% artinya harga jual produk dibanding modalnya sangat signifikan.

Yang menjadi perhatian adalah besaran tiap sektor akan berbeda sehingga bandingkan dengan sektor sejenis misal SIDO ya dengan TSPC atau DVLA.

Untuk GPM yang baik juga mengikuti sektor atau industrinya. Contoh sektor industri obat relatif tinggi-tinggi untuk GPMnya

4. Lihat grafik NPM atau Net profit margin

Setelah mengetahui tentang GPM, maka grafik selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah NPM.

Net Profit Margin (NPM) adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualannya.

NPM akan memberikan informasi tentang laba bersih emiten dibanding penjualannya.

Untuk grafik NPM sebaiknya meningkat walopun jarang ya. Tapi sewajarnya stabil dimana penjualan naik biasanya beban-beban juga naik sehingga rasio NPMnya stabil.

Yang penting laba bersihnya meningkat.

5. Lihat book value

Langkah selanjutnya adalah melihat dari book value.

Book value ini lebih ke arah nilai dari emiten tersebut dilihat dari kondisi perusahaan.

Contoh paling gampang seperti rumah yang ada nilai NJOPnya atau motor dengan melihat kondisi dihargai berapa.

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam book value ini yaitu

– Trennya meningkat

Jika book value meningkat artinya kinerja perusahaannya bagus sehingga kondisi perusahaannya bagus.

– Sebaiknya lebih besar dibanding dengan harga sahamnya.

Untuk poin ini nanti akan berhubungan erat dengan harga wajar saham di poin terakhir.

Cara melihat book value perusahaan adalah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di bagian neraca.

Di atas adalah contoh book value ASII sebesar Rp 198.6 triliun.

Untuk book value per share tinggal menghitung angka tersebut dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar.

Untuk pembahasan book value selengkapnya bisa dibaca di artikel berikut Mengulik Book Value & TIDAK Semua Saham Undervalue Layak Investasi

6. Lihat EPS

EPS adalah earning per share atau laba bersih dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar.

Sebenarnya EPS ini sangat mirip dengan laba bersih. Cuma laba bersih masih ada pembagi yang kadang terlewat yaitu laba bersih untuk non pengendali.

Ada emiten yang seluruh labanya untuk pengendali yaitu pemilik perusahaan dan masyarakat namun adapula laba bersih yang dibagi 2 yaitu untuk pemilik perusahaan dan masyarakat dan pemilik bisnisnya.

Contoh emiten punya bisnis jalan tol namun jalan tol itu sebenarnya bisnis barengan maka laba bersihnya harus dibagi 2 dulu sebelum dibagi ke emiten. Baca selengkapnya disini ABMM Q1 2022 : Siap-Siap Dengan Non Pengendali Dan Masa Depan atau disini Q3 SMDR 2022 : Bagi-Bagi Dengan Non Pengendali Dan Perkiraan Yang Meleset

Salah satu emiten yang memiliki EPS sempurna dalam 4 tahun terakhir yaitu ADES

7. Lihat tren dividen

Langkah berikutnya yang harus diperhatikan adalah dividen.

Memang cuan terbesar dari saham adalah cuan dari kenaikan harga sahamnya tetapi cuan yang hampir pasti justru datang dari dividen yang diberikan oleh emiten ke para investornya.

Yield yang baik memang di atas 7% per tahun namun lebih baiknya adalah tren dividennya meningkat misal tahun 2023 hanya 4% maka di tahun 2024 ini naik menjadi 4.5%.

8. Lihat harga wajar

Pembahasan harga wajar sangat menarik dan membuat banyak investor saling berdebat.

Padahal harga wajar ini bukan harga target saham tersebut namun harga yang pantas kita beli atau jual.

Untuk pembahasan harga wajar teman-teman bisa membaca selengkapnya di artikel disini Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Beberapa Rumus Populer

Nah itulah 8 hal atau tips yang perlu diperhatikan saat melakukan analisa fundamental.

Jika teman-teman mengikuti pelan-pelan tips diatas besar kemungkinan teman-teman akan menemukan emiten yang memiliki kondisi perusahaan bagus, memiliki kinerja perusahaan bagus dan memiliki kinerja saham yang bagus.

Apakah pasti cuan? Sekali lagi belum tentu karena faktor timeframe tetapi pasti hati tenang. Selamat mencoba.

(Visited 1,525 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *