ASII Q2 2024 : Laba Bersih Turun 9.3% Dan Tinggalkan Patokan Harga Wajar

Download LK ASII Q2 2024

Review LK ASII Q2 2024

  • Kas NAIK dari Rp 41.1 triliun menjadi Rp 53.1 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 445.6 triliun menjadi Rp 466.01 triliun
  • Liabilitas NAIK 8.4% dari Rp 195.2 triliun menjadi Rp 211.8 triliun
  • Ekuitas NAIK dari Rp 198.6 triliun menjadi Rp 199.3 triliun
  • Penjualan TURUN 1.4% dari Rp 162.3 triliun menjadi Rp 159.9 triliun.
  • Beban pokok pendapatan TURUN 1.1% dari Rp 125.7 triliun menjadi Rp 12.3 triliun.
  • Laba kotor TURUN 2.8% dari Rp 36.63 triliun menjadi Rp 35.60 triliun
  • Laba bersih TURUN 9.1% dari Rp 17.4 triliun menjadi Rp 15.8 triliun atau dari EPS 431 menjadi 392

Kondisi Perusahaan

Kas ASII di periode Q2 2024 naik 29.1% dari Rp 41.1 triliun menjadi Rp 53.1 triliun. Ada 3 kegiatan yang cukup signifikan yang membuat kas ASII naik yaitu penurunan pembayaran ke pemasok, kenaikan pelunasan pinjaman jangka pendek dan penerimaan pinjaman jangka pendek.

Aset naik dari Rp 445.6 triliun menjadi Rp 466.01 triliun. Penyusun aset terbesar dari ASII di periode Q2 2024 ini aset tetap senilai Rp 75.6 triliun kemudian yang kedua ternyata uang kas dengan nominal Rp 53.1 triliun.

Yang ketiga ada piutang pembiayaan senilai Rp 42.6 triliun, yang keempat yaitu persediaan senilai Rp 35.8 triliun. Untuk persediaan ASII yang terbesar ada barang jadi senilai Rp 26.9 triliun dan real estate tanha pengembangan senilai Rp 8.5 triliun.

Hutang naik 8.4% dari Rp 195.2 triliun menjadi Rp 211.8 triliun. Penyusun hutang terbesar ada hutang bank jangka panjang senilai Rp 45.4 triliun diikuti dengan utang usaha senilai Rp 44.4 triliun dan ketiga yaitu pinjaman bank jangka pendek senilai Rp 24.9 triliun.

Jika melihat total kas yang ada dibanding dengan utang bank jangka pendeknya maka hasilnya sangat-sangat aman.

Ekuitas total naik dari Rp 250.4 triliun menjadi Rp 254.1 triliun.

Namun kenaikan ekuitas non pengendali dari Rp 51.7 triliun menjadi Rp 54.8 triliun menjadi ekuitas untuk pengendali naik tipis saja dari Rp 198.6 triliun menjadi Rp 199.3 triliun

Kinerja Perusahaan

Penjualan ASII di periode Q2 2024 turun 1.4% dari Rp 162.3 triliun menjadi Rp 159.9 triliun.

Berikut detail penjualan ASII per segmen

Bisa terlihat bahwa penjualan ASII yang merosot cukup tajam adalah di segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi dimana Q2 2023 sebesar Rp 68.6 triliun dan di periode Q2 2024 hanya Rp 64.5 triliun.

Sedangkan otomotif yang terlihat lesu masih menurun tetapi relatif tipis dari Rp 65.7 triliun menjadi Rp 65 triliun.

Untuk periode ini jasa keuangan menjadi salah satu penopang karena naik cukup signifikan dari Rp 14.2 triliun menjadi Rp 15.9 triliun.

Penurunan penjualan juga diikuti dengan penurunan beban pokok pendapatan yang turun 1.1% dari Rp 125.7 triliun menjadi Rp 12.3 triliun sehingga membuat laba kotor ASII turun 2.8% dari Rp 36.63 triliun menjadi Rp 35.60 triliun.

Walaupun terjadi penurunan pendapatan dari segmen alat berat nyatanya segmen alat berat menjadi penyumbang laba kotor terbesar senilai Rp 16.8 triliun diikuti dengan jasa keuangan senilai Rp 8.6 triliun dan otomotif senilai Rp 6.9 triliun.

Apakah ASII saat ini cenderung berbau alat berat dan jasa keuangan? Tunggu artikel khas Stock Guide ID ya.

Adanya hal-hal berikut

– Kenaikan Beban umum dan administrasi dari Rp 8.3 triliun menjadi Rp 9.1 triliun

– Kenaikan biaya keuangan dari Rp 1.1 triliun menjadi Rp 1.9 triliun

– Penurunan investadi di GOTO dan HEAL dari Rp 130 miliar menjadi rugi Rp 817 miliar

Membuat laba bersih ASII turun 9.1% dari Rp 17.4 triliun menjadi Rp 15.8 triliun atau dari EPS 431 menjadi 392

Kinerja Saham

ASII menjadi salah satu bluechip yang harganya ambyar cukup dalam dengan penurunan hingga 33.72%.

Apakah dengan penurunan sedalam itu wajar?

  1. Bisa saja karena memang kinerja perusahaannya juga menurun
  2. Bisa saja tidak karena di periode 2023 harga saham seperti kapas yang gampang banget naik karena euforia.

Pertanyaan berikutnya apa harga saat ini sudah cukup wajar dengan kinerja perusahaannya? Menurut kami sudah cocok.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 4540 (harga tanggal 30/07/2024)

EPS : 783 (annualised)

Book Value : 4923 (annualized)

Harga Wajar : 9313 (Graham Number)

MOS : 51%

PEG Ratio : –

PER : 5.80

PBV : 0.92

GPM : 22.25%

NPM : 9.91%

ROE : 15.92%

Harga Wajar ASII Q2 2024

Jika menggunakan EPS 783 dan Book Value 4923 maka harga wajar saham ASII Q2 2024 menurut Graham Number sebesar 9313 berbanding dengan harga sekarang Rp 4540 (Penutupan tanggal 30 Juli 2024).

Artinya ASII masih sangat undervalue.

Tentu saja pertanyaan akan muncul apakah memang harga saham ASII bisa menyentuh harga wajarnya? Menurut kami sepertinya enggak walopun bisa saja terjadi.

Harga Rp 6000 sepertinya masih harga yang masih mungkin tetapi kalo di atas Rp 7000 atau bahkan 9313 butuh keajaiban.

Artikel ini bisa membantu terkait dengan harga wajar dan fungsinya. Mengenal Harga Wajar Saham, Fungsi Dan Kapan Emiten Mencapainya?

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan

Kondisi perusahaan bagus, kinerja perusahaan masih stabil cenderung turun dan kinerja saham downtren.

Value : Ya

Growth : Tidak

Dividen : Ya

Core : Ya

Stock Guide : Buy

Harga Beli/Jual ASII

Harga Rp 4540 menjadi harga penutupan sebelum LK Q2 2024 rilis.

Yang menarik adalah ada euforia yang cukup bagus di forum-forum menanggapi kinerja Q2 2024 ini yang naik dibanding Q1 2024.

Padahal biasanya QoQ ini kurang diperhatikan. Teman-teman bisa membaca artikel ini ya biar paham apa itu yoy atau qoq.

Bagaimana dengan harga ASII saat ini?

Apakah layak beli?

Apakah sudah waktunya average down bagi investor yang sudah floating loss?

Harga Rp 4500 bisa menjadi harga psikologis sebelum harga Rp 4700 dan naik ke Rp 5000. Walopun untuk naik ke Rp 5000 tentu saja perlu amunisi seperti dividen yang besarannya di luar dari biasanya (Walopun ini agak susah sih).

Jangan berharap ASII naik ke harga Rp 7000an ya apalagi ke harga wajarnya…Hehe

Harga psikologis bawah berada di Rp 4300.

Jadi kalo teman-teman berminat masuk di area Rp 4300 dan Rp 4500.

Rp 4540? Bolehlah…

Oh ya sepertinya kinerja perusahaan ASII dan kinerja sahamnya akan cenderung stagnan karena pengungkit alat berat sudah stabil dan tentu saja dividen akan cenderung turun. Otomotif ada hambatan.

(Visited 429 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *