INKP Q3 2022 : Laba Bersih Naik 65.5% Dan 1 Minusnya
Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham INKP (PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q3 2022 yang diawali dengan
1. Sekilas laporan keuangan,
2. Kinerja saham
3. Rasio penting dan
4. Kesimpulan
1. Sekilas Laporan Keuangan
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP sudah merilis laporan keuangan periode Q3 tahun 2022 dengan hasil yang sangat memuaskan. Berikut rangkuman dari topline hingga botom line laba rugi dan neraca INKP
- Pendapatan naik dari USD 2.5 miliar => USD 2.9 miliar = 19.5%.
- Beban pokok pendapatan naik dari USD 1.6 miliar => USD 1.7 miliar= 8.2%.
- Laba kotor naik dari USD 857.3 Juta => USD 1.2 miliar = 41.5%
- Laba bersih periode berjalan naik dari USD 390.8 Juta => USD 647.1 Juta = 65.5%
- Aset naik dari Rp USD 8.9 miliar => USD 9.4 miliar dengan uang cash USD 1.1 miliar
- Hutang turun dari USD 4.2 miliar => USD 4 miliar
- Ekuitas naik dari USD 4.7 miliar => USD 5.3 miliar
- EPS naik dari Rp 1089 menjadi => Rp 1803
Catatan :
Hal pertama yang akan saya tulis di bagian catatan adalah terkait laporan laba ruginya

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu meningkatkan revenuenya dan mampu mengerem beban pokok penjualannya.
Hal ini yang dilakukan oleh INKP.
Kenaikan bottom line yaitu EPS yang ATH di angka Rp 731 murni karena kinerjanya apalagi di tengah gejolak inflasi yang belakangan terjadi.
Mengintip kinerja penjualan full tahun 2021 sebesar USD 3.5 miliar maka besar kemungkinan full tahun 2022 akan bisa menyalip. Untuk EPS full tahun 2021 sebesar Rp 1375 dan per Q3 2022 sudah Rp 1803.
Ada fakta menarik bahwa di Q4 selalu lebih rendah dibanding kuartal lainnya kecuali tahun 2021.

Namun kabar buruknya adalah dividennya tetap mini…hehe
Berikut ini informasi segmen dari INKP yang disajikan lumayan lengkap karena berbasis penjualan dan berbasis jenis kertasnya

Sekadar penambah informasi tentang apa itu kertas budaya dan pulp serta kertas industri
Kertas budaya terdiri atas : kertas koran, kertas tulis cetak dan kertas berharga (kertas untuk saham, kertas perangko, dan lain-lain).
Kertas industri terdiri atas : sack kraft (kertas kantong semen), kraft liner, corrugating medium, board, dan kertas bungkus.
Kertas tissue terdiri atas : kertas tissue rumah tangga dan kertas sigaret.
Satu hal lagi yang menarik adalah tidak adanya manajemen risiko tentang fluktuasi harga kertas dunia.
2. Kinerja Saham

Dalam 1 tahun ini kinerja saham INKP naik kisaran 14%. Biasa saja menurut saya karena target minimal investor ritel adalah 20%. Walopun begitu ada momen-momen dimana INKP harganya terjun hingga Rp 7275.
Melihat kinerja Q3 2022 yang melesat membuat MOSnya semakin melebar.
Pertanyaannya adalah apakah INKP bisa menembus ATHnya di harga Rp 18.600?

Bisa saja karena semua tergantung market. Namun jika analisis ala-ala yang tidak berdasar dari saya kok agak susah apalagi behaviour market saat ini agak aneh dan INKP punya 1 kelemahan yaitu dividen yang mini sekali.
Artinya kita benar-benar menunggu dari capital gain dan kira-kira jika INKP ATH apa yang ditunggu oleh orang-orang yang beli di harga pucuk?
Yuk berharap manajemen INKP mau membagi dividen paling tidak Rp 500 agar harganya bisa terbang bukan Rp 50.
3. Rasio-Rasio Penting
Harga : 9775 (harga tanggal 17/11/2022)
EPS : 2405 (annualised)
Book Value : 15013 (annualized)
Harga Wajar : 28497 (Graham Number)
MOS : 66%
PEG Ratio : –
PER : 4.06
PBV : 0.65
GPM : 40.47%
NPM : 21.59%
ROE : 16.01%
4. Kesimpulan
Jika menggunakan EPS 2404 dan Book Value 15013 maka harga wajar saham INKP menurut Graham Number sebesar 28497 berbanding dengan harga sekarang Rp 9775
Artinya INKP masih undervalue.
Value : Ya
Growth : Tidak
Core : Tidak
Murni hanya karena dividen yang mini yang menjadikan saya tidak memasukkan INKP sebagai core stock.
Kalo saya sendiri tidak cocok masuk ke INKP karena
1. Alasan dividen yang kecil.
Tapi kok Stock Guide membeli saham OBMD dan MLIA yang jelas-jelas tidak membagi dividen?
Justru karena mereka belum membagi dividen maka akan ada peluang membagi dividen yang pertama. Biasanya yang pertama akan ditunggu. Tapi jika ternyata kecil besar kemungkinan juga akan dibuang.
Berbeda dengan INKP yang sejak tahun 2019 dividennya hanya Rp 50.
INKP bisa naik tinggi jika tiba-tiba manajemen membagi dividen dengan yield yang lebih baik
2. Harga yang secara nominal sudah tinggi
Behaviour market tentu akan lebih suka saham yang harganya kecil karena semua investor bisa masuk.
Berbeda dengan saham yang harganya sudah mahal secara nominal.
Tapi poin no 2 ini preferensi pribadi sih.

