ULTJ Q1 2024 : Laba bersih NAIK 13.9% Dan Metode Quality Investing Yang Perlu Dicoba

Download LK ULTJ Q1 2024

Review LK ULTJ Q1 2024

  • Kas NAIK dari Rp 2.17 triliun menjadi Rp 2.52 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 7.52 triliun menjadi Rp 7.97 triliun
  • Liabilitas NAIK 5% dari Rp 836.9 miliar menjadi Rp 879.2 miliar
  • Ekuitas NAIK dari Rp 6.6 triliun menjadi Rp 7 triliun
  • Penjualan NAIK 2.8% dari Rp 2.23 triliun menjadi Rp 2.29 triliun
  • Beban pokok pendapatan NAIK 1.8% dari Rp 1.49 triliun menjadi Rp 1.52 triliun.
  • Laba kotor NAIK 4.9% dari Rp 740.2 miliar menjadi Rp 776.8 miliar
  • Laba bersih NAIK 13.9% dari Rp 355.3 miliar menjadi Rp 405 miliar atau dari EPS 34 menjadi 39

Catatan LK ULTJ Q1 2024

Kas ULTJ di periode Q1 2024 naik 15.9% dari Rp 2.17 triliun menjadi Rp 2.52 triliun. Tidak ada informasi yang signifikan dari adanya kenaikan kas ULTJ ini.

Aset ULTJ di Q1 2024 ini naik dari Rp 7.52 triliun menjadi Rp 7.97 triliun. Penopang utama kenaikan berasal dari naiknya uang kas.

Yang menarik adalah penyusun dari aset ULTJ dimana penyusun no 1 terbesar justru datang dari kas yang mencapai Rp 2.52 triliun. Kas ini disimpan dalam rupiah dan dolla Amerika dan yang disimpan dalam dollar Amerika hampir setengahnya yaitu Rp 1 triliun.

Penyusun aset no 2 terbesar yaitu aset tetap senilai Rp 2.37 triliun. Yang ketiga adalah persediaan senilai Rp 1.17 triliun yang terdiri dari bahan baku Rp 615.3 miliar, barang jadi Rp 367.9 miliar dll Rp 192.5 miliar.

Penjualan ULTJ di Q1 2024 ini hanya naik tipis sebesar 2.8% dari Rp 2.23 triliun menjadi Rp 2.29 triliun. Penjualan minuman menjadi penyuplai terbesar bahkan di atas 95% karena penjualan minuman Rp 2.40 triliun dan makanan Rp 19 miliar. Sekadar informasi saat kami mencari produk makanan dari ULTJ tidak menemukan. Jika melihat kompetitornya yaitu Cimory sepertinya ULTJ bisa saja sih mengembangkan seperti yoghurt, sosis atau bahkan tempat wisata…Hehehe.

Beban terbesar ULTJ datang dari beban penjualan senlai Rp 242.5 miliar yang naik dari Rp 194.4 miliar di Q1 2023. Kenaikan beban ini dikarenakan naiknya beban iklan dari Rp 62.2 miliar menjadi Rp 103.6 miliar.

Apakah teman-teman merasakan dampak kenaikan iklannya? Kalo CMRY kan keliatan ya.

Laba bersih NAIK 13.9% dari Rp 355.3 miliar menjadi Rp 405 miliar atau dari EPS 34 menjadi 39.

Berikut ini perbandingan kinerja ULTJ dalam Q1 sejak tahun 2018

Penjualan di Q1 2024 sudah all time high bagi ULTJ namun laba bersih akhrinya masih kalah dengan Q1 2020 (tetapi Q1 2020 sepertinya didorong oleh penghasilan lain-lain)

Sekali lagi seperti CMRY, kami juga konsumen tetap ULTJ. Bahkan kami lebih memilih ULTJ dibanding CMRY dari sisi produk karena kebetulan anak kami masih balita dan susu ultra mimi atau khusus anak-anak ini kandungan susunya lebih banyak bahkan mencapai 90% dan kandungan gulanya lebih sedikit.

Memang kelemahan ULTJ varian produk susunyadan varian produk non susunya juga lebih sedikit dibanding CMRY

Metode ini bisa menjadi semacam quality investing sehingga tidak semata-mata hanya berdasarkan rasio-rasio saja.

Harga Wajar ULTJ Q1 2024

Jika menggunakan EPS 140 dan Book Value 606 maka harga wajar saham ULTJ menurut Graham Number sebesar 1382 berbanding dengan harga sekarang Rp 1870.

Artinya ULTJ sudah overvalue.

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar SahamĀ DISINI

Tentu saja harga wajar Graham Number ini menjadi bias karena kinerja ULTJ GPM tembus 33.8% dan NPM 17.63%.

Kita perlu mencoba menggunakan metode PEG Ratio untuk menghitung harga wajar ULTJ dan ternyata hasilnya 1.12 artinya harga saat ini 1870 dengan performa EPS saat ini 140 sudah sedikit mahal

Teman-teman bisa menggunakan Kalkulator PEG Ratio disini Kalkulator PEG Ratio FREE + Contoh Sahamnya

Kesimpulan

Kondisi perusahaan istimewa, kinerja perusahaan istimewa bahkan sudah bangkit dibanding Q1 2022 dan Q1 2023.

Value : Tidak

Growth : Ya

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide : Wait n See

Harga Beli/Jual ULTJ

ULTJ sedang mencoba untuk kembali ke jalur yang benar dari sisi EPS dimana ada tren peningkatan seperti di bawah ini.

Tentu saja imbasnya adalah kenaikan harga sahamnya yang dalam YTD atau sejak Januari 2024 sudah naik 13%

Harga tertinggi ULTJ dalam YTD di kisaran Rp 2000 dan sekarang Rp 1870.

Jika ingin menjadikan ULTJ sebagai core stock maka harga maksimal Rp 1900 bisa menjadi harga terbaik. Semakin rendah semakin baik.

Namun yang perlu menjadi catatan adalah kami selalu merekomendasikan core stock dengan div yield minimal 5% dan per dividen terakhir ULTJ Rp 30 div yieldnya baru 1.6%.

Jadi wait n see masih menjadi pilihan kami atau bahkan skip. Keputusan masing-masing ada di tangan teman-teman semua

(Visited 256 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *