SPTO Q1 2023 : Laba Bersih Naik 16%. Kok Book Valuenya Beda-Beda?
| Miliar Rupiah | Q1 2023 | Q1 2022 | % |
|---|---|---|---|
| BALANCED | |||
| Cash | 285 | 188 | 51.60 |
| Total Asset | 3,267 | 3,116 | 4.85 |
| S.T.Borrowing | 897 | 791 | 13.40 |
| L.T.Borrowing | 199 | 217 | (8.29) |
| Total Debt | 1,096 | 1,008 | 8.73 |
| Total Equity | 2,171 | 2,108 | 2.99 |
| Equity Pengendali | 1,446 | 1,388 | 4.18 |
| Lembar Saham | 2 | 2 | |
| INCOME STATEMENT | |||
| Revenue | 687 | 671 | 2.38 |
| Gross Profit | 204 | 185 | 10.27 |
| Operating Profit | 80 | 73 | 9.59 |
| Net.Profit | 58 | 50 | 16.00 |
| RATIO | |||
| Harga | 550 | 585 | -5.98 |
| Deviden* | 0.0 | 50 | -100.00 |
| Div Yield | 0.00 | 8.55 | -100.00 |
| EPS* | 116 | 100 | 16.00 |
| BVPS | 723 | 694 | 4.18 |
| PER* | 4.7 | 6 | -18.95 |
| PBV | 0.8 | 0.8 | -9.75 |
| ROA* | 7.1 | 6.4 | 10.64 |
| ROE* | 10.7 | 9.5 | 12.63 |
| GPM | 29.7 | 27.6 | 7.70 |
| OPM | 11.6 | 10.9 | 7.04 |
| NPM | 8.4 | 7.5 | 13.30 |
| Graham Number | 1374 | 1250 | |
| MOS | 59.96 | 53.19 | |
| * Annualised |
Download Lapkeu SPTO Q1 2023
Catatan :
- Cash naik 51.6% yang memang murni karena kenaikan dari operasional
- Ekuitas non pengendali cukup besar bahkan 33%. Hal ini menyebabkan perhitungan seperti book valuenya lebih sedikit.
Konsepnya seperti ini jika ekuitas full milik pengendali artinya yang mempunyai semua miliki emiten.
Kasus SPTO adalah ekuitas itu dibagi 2 dengan besara kisaran 67% milik pengendali dan 33% milik non pengendali.
Jika menghitung book value harus menggunakan yang 67% karena book value yang murni milik pengendali. Yang 33% tidak dihitung.
Contoh Book value total SPTO seharusnya 804, 3. Tetapi yang seharusnya 535 (Stock Guide menggunakan angka miliar saja sehingga book valuenya berbeda. Saran kami bisa menggunakan book value yang ada di RTI).
Dengan harga Rp 550 dan ekuitas 535 maka price to book value menjadi 1,02.
Biasanya ketika non pengendali besar ekuitasnya, laba bersih yang non pengendali juga akan besar. Tetapi khusus SPTO ini ternyata laba bersih milik non pengendali hanya Rp 5.7 miliar dari total laba bersih Rp 64 miliar.
Jadi jika nanti dibagi dividen tetap besar. Kasus yang non pengendalinya besar dan laba bersih non pengendalinya besar adalah ABMM.
Kok bisa gitu? Karena perusahaan yang menghasilkan uang kepemilikannya dibagi 2 sama besar. Silahkan baca detailnya disini ABMM Q1 2022 : Siap-Siap Dengan Non Pengendali Dan Masa Depan
- Revenue naik 2.3%, laba bersih naik 16%
- Apa bedanya SPTO dan TOTO
Jika ada yang bingung apa bedanya SPTO dan TOTO. Jadi SPTO itu distributor tunggal produk TOTO yang memang dibuat oleh manajemen SPTO dengan manajemen TOTO.
Tetapi SPTO juga mendistribusikan produk non TOTO juga seperti Villeroy & Boch, Stiebel Eltron, Geberit, Franke, Jacuzzi dan Kaldewei.
- Harusnya SPTO akan manggung ketika properti manggung. Kalian bisa nonton youtube review rumah-rumah. Banyak produk sanitary berasal dari TOTO
Kesimpulan
Jika menggunakan EPS 116 dan Book Value 723 maka harga wajar saham SPTO menurut Graham Number sebesar Rp 1374 berbanding dengan harga sekarang Rp 550.
Artinya SPTO masih sangat undervalue bahkan harga sahamnya masih dibawah book valuenya.
Value : Ya
Growth : Dengan melihat grafik kenaikan EPS sejak tahun 2020, SPTO layak masuk sebagai growth stock. Bahkan jika dihitung menggunakan Kalkulator PEG Ratio, rasionya hanya 0.22 dengan fair valuenya di angka 1. Gunakan Kalkulator PEG Ratio disini untuk menghitung harga wajar growth stock.
Dividen : Bisa jadi. Dengan div yield rata-ratanya 7.4%, SPTO cukup bisa dijadikan dividen stock selama kita tidak nemu emiten lain yang divnya lebih baik dan emiten coal sedang ambrol.

Core : Ya. Dengan rata-rata dividen yang dibagikan dalam 4 tahun terakhir, rata-rata dividen SPTO Rp 40.75 atau dengan harga Rp 550 div yieldnya 7.4%. Namun yang kontradiktif adalah harganya yang relatif sideways tidak cocok bagi investor yang memang aktif meningkatkan kekayaan.
Disclaimer :
1. Jika ada yang bertanya apa fungsi harga wajar dan apakah harga wajar saham akan tercapai silahkan baca artikel ini Mengenal Harga Wajar Saham, Fungsi Dan Kapan Emiten Mencapainya?
2. Apa definisi dari value investing, growth investing, dividen investing dan core investing? Baca selengkapnya di artikel ini Belajar Tentang Value, Growth, Garp, Dividen, Core & Quality Investing
3. Kesimpulan yang digunakan di Stock Guide ID merupakan pendapat pribadi.

