TINS Q1 2022 : Kenaikan Laba Dan Penurunan Harga Timah

TINS Q1 2022 : Kenaikan Laba Dan Penurunan Harga Timah

Berikut ini rangkuman singkat dari TINS (PT Timah Tbk.) berdasar LK Q1 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN TINS

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Perusahaan bergerak dalam bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa yang berkaitan dengan bidang usaha pertambangan.

Adapun tambang yang ada yaitu

  • timah
  • batubara
  • nikel
  • pasir

Ada yang unik ketika TINS sudah menjual PT Tanjung Alam Jaya (TAJ) tahun 2014. TAJ ini merupakan anak usaha TINS yang bertugas menambang batubara. Namun oleh TINS penjualan tersebut dibatalkan dengan alasan karena potensi cadangan yang cukup ekonomis.

Nanti kita akan melihat imbas dari batubaranya walopun tentu saja jika dibanding timahnya belum terlalu signifikan.

TAJ melakukan kegiatan penambangan di daerah Binuang, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Penambangan Batubara (PKP2B) dengan luas wilayah kurang lebih 9.721 Ha dan memiliki rata-rata GAR 6.200 Kcal/Kg.

B. ASET

Aset TINS mengalami penurunan tipis sebesar 1.3% dari Rp 14.6 triliun menjadi Rp 14.4 triliun.

Tidak ada hal yang signifikan dalam aset ini.

C. HUTANG

Hutang TINS mengalami penurunan sebesar 12% dari Rp 8.3 triliun menjadi Rp 7.3 triliun

Tentu saja ini sedikit menggembirakan namun tidak terlalu berimbas apapun.

Penurunan hutang terbesar berada di hutang lancar yaitu bagian :

  • Liabilitas supplier financing

Liabilitas supplier financing adalah liabilitas kepada bank yang timbul akibat pembayaran yang dilakukan oleh bank atas transaksi pembelian barang dan jasa yang
dilakukan Grup dengan pemasok, sesuai dengan ketentuan perjanjian antara Grup dengan bank.

  • Pinjaman bank jangka pendek

D. EKUITAS

Ekuitas TINS mengalami kenaikan sebesar 11.1% dari Rp 6.3 triliun menjadi Rp 7.08 triliun.

Kenaikan yang signifikan datang dari kenaikan saldo laba yang belum dicadangkan.

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa yang perlu dikulik lebih jauh yaitu

1. Pendapatan 

Pendapatan TINS mengalami kenaikan sebesar 79.1% dari Rp 2.4 triliun menjadi Rp 4.3 triliun

Jika dilihat di LK maka kita akan tau kalo pendapatan TINS terbanyak dari penjualan ekspor.

Efeknya adalah

  • Tentu saja jika kurs naik maka pendapatan TINS semakin bertambah
  • Tentu saja jika pendapatan naik maka beban angkut juga akan naik apalagi di era seperti sekarang ini yang biaya kapal naik lumayan.

Perhatikan pembagian pendapatan berikut

Dari pendapatan di atas terlihat bahwa dari pendapatan TINS ada kesimpulan berikut

  • pendapatan terbesar masih didominasi oleh timah
  • batubara dan tin chemical naik hingga lebih dari 100%

2. Beban Pokok Pendapatan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 52.3% yang artinya TINS mampu memberikan efisiensi.

Tidak ada kenaikan yang signifikan dari beban pokok pendapatan TINS.

3. Beban penjualan dan Beban keuangan

Dari sisi beban penjualan ada kenaikan dari sisi pengangkutan. Hal ini sudah diutarakan di bagian pendapatan ya.

Dan di beban keuangan justru mengalami penurunan yang tadinya ada beban sekitar Rp 98.5 miliar menjadi hanya Rp 57 miliar.

F. EPS

Jika hanya langsung menggunakan EPS, maka terlihat EPS dari TINS sejak tahun 2019 naik dengan rutin sehingga TINS layak dipantau sebagai saham growth stock.

Namun kita juga perlu memperhatikan terkait harga timah dunia karena bagaimanapun emiten komoditas sangat tergantung dengan naik turunnya harga komoditas.

Pertanyaannya adalah apakah memang TINS termasuk growt stock karena EPSnya naik terus?

Apakah TINS termasuk ke dalam saham turn around stock karena EPSnya naik dari yang negatif sekarang menjadi positif?

Simak analisanya ya

G. LAIN-LAIN

Tidak ada hal yang signifikan yang perlu dibahas.

H. KINERJA SAHAM

Kinerja yang ciamik dari TINS di Q1 2022 dibandign dengan Q1 2021 jelas langsugn diaminkan oleh market dengan kenaikan hingga 18.37%.

Namun kita perlu tau juga karena melihat EPS Q1 2021 hanyalah Rp 1 sehingga kita perlu menelusuri lenih lanjut di bagian analisa.

I. KESIMPULAN

Harga : 1740 (harga penutupan tanggal 20/05/2022)

EPS : 323 (annualized)

Book Value : 942 (annualized)

Harga Wajar : 2616 (Graham Number)

MOS : 33%

PEG Ratio : –

PER : 5.39

PBV : 1.85

GPM : 24.90%

NPM : 13.69%

ROE : 34.28%

Jika kita menelusuri TINS menggunakan EPS dan Book Value maka didapat harga wajar kisaran Rp 2616 dengan harga saat ini masih di kisaran 1740.

Value investing : TINS cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue.

Growth investing : Jika dilihat sekilas sejak tahun 2018, TINS layak masuk sebagai growth investing karena EPSnya tumbuh. Berikut progress pertumbuhan EPSnya

Namun karena TINS merupakan emiten yang bisnisnya di bidang komoditas maka kita juga perlu memantau rutin terkait harga komoditasnya.

Namun ada 1 pertanyaan apakah memang TINS benar-benar saham turn around company?

Dividen investing : TINS belum cocok dijadikan saham dividen investing

Core investing : Walopun BUMN, TINS belum cocok dijadikan saham core investing.

Laba TINS naik sangat signifikan dikarenakan harga timah sedang di puncaknya, namun 3 bulan terakhir harga timah sudah turun hingga 31%.

Sumber :

1. https://www.liputan6.com/

(Visited 38 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya