SMBR Q3 2023 : Penyebab Laba Bersih Naik 25% & Waktu Yang Tepat Untuk SMBR
Download LK SMBR Q3 2023
Review LK SMBR Q3 2023
- Kas TURUN dari Rp 522.9 miliar menjadi Rp 81.4 miliar yang disebabkan pembayaran hutang bank jangka panjang senilai Rp 1.4 triliun
- Aset TURUN dari Rp 5.2 triliun menjadi Rp 4.7 triliun dikarenakan penurunan kas
- Liabilitas TURUN dari Rp 2.1 triliun menjadi Rp 1.6 triliun karena pembayaran hutang bank jangka panjang
- Ekuitas NAIK dari Rp 3 triliun menjadi Rp 3.1 triliun.
- Penjualan NAIK sebesar 9.8% dari Rp 1.31 triliun menjadi Rp 1.44 triliun. Yang menarik dari penjualan ini adalah penjualan semen ke pihak ketiga turun signifikan dari Rp 1.2 triliun menjadi Rp 447 miliar. Namun penjualan ke pihak berelasi (PT Semen Indonesia Tbk naik dari Rp 0 menjadi Rp 877.4 miliar. Hal ini karena SMBR diakuisisi oleh PT Semen Indonesia Tbk atau SMGR.
- Beban pokok pendapatan NAIK dari Rp 765.6 miliar menjadi Rp 984.5 miliar sehingga membuat laba kotor turun dari Rp 553.7 miliar menjadi Rp 464.5 miliar. Kenaikan beban pabrikasi menjadi penopang utama kenaikan beban pokok pendapatan
- Beban Penjualan TURUN dari Rp 190. 5 miliar menjadi Rp 155 miliar. Penyebab utamanya karena penurunan biaya promosi. Bisa jadi penurunan ini dikarenakan penjualan SMBR langsung ke SMGR bukan ke masyarakat sehingga tidak membutuhkan biaya promosi lagi
- Beban keuangan TURUN dari Rp 122 miliar menjadi Rp 73.8 miliar
- Laba bersih NAIK dari Rp 43.1 miliar menjadi Rp 53.9 miliar atau dari EPS 4 menjadi 5
Harga Wajar SMBR Q3 2023
Jika menggunakan EPS 5 dan Book Value 315 maka harga wajar saham SMBR menurut Graham Number sebesar 227 berbanding dengan harga sekarang Rp 344.
Artinya SMBR sudah overvalue
Kesimpulan
Memang penjualan naik tetapi beban pokok pendapatan naik lebih tinggi sehingga membuat laba kotornya turun. Untung saja beban penjualan dan beban keuangan turun sehingga SMBR masih mendapatkan kenaikan laba bersih
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Harga Beli/Jual SMBR
Dengan harga yang sudah overvalue, dividen yang minim, industri semen yang ketat dan industri property yang masih meraba-raba membuat SMBR belum cocok dijadikan watchlist.

