UNVR Q1 2025 : Penjualan Turun 6.10% & Hati-Hati Bagi Pemula

Download LK UNVR Q1 2025

Review LK UNVR Q1 2025

  • Kas NAIK 61.01% dari Rp 671.18 miliar menjadi Rp 1.08 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 16.04 triliun menjadi Rp 17.80 triliun
  • Liabilitas NAIK 3.83% dari Rp 13.89 triliun menjadi Rp 14.42 triliun
  • Ekuitas NAIK 57.28% dari Rp 2.14 triliun menjadi Rp 3.38 triliun
  • Penjualan TURUN 6.10% dari Rp 10.07 triliun menjadi Rp 9.46 triliun
  • Beban pokok pendapatan TURUN 2.79% dari Rp 5.04 triliun menjadi Rp 4.90 triliun
  • Laba kotor TURUN 9.42% dari Rp 5.03 triliun menjadi Rp 4.55 triliun
  • Laba bersih TURUN 14.59% dari Rp 1.44 triliun menjadi Rp 1.23 triliun atau EPS Rp 38 menjadi Rp 32

Kondisi Perusahaan

Kas UNVR di periode Q1 2025 naik 61.01% dari Rp 671.18 miliar menjadi Rp 1.08 triliun

arus kas UNVR q1 2025

Kombinasi dari hal-hal berikut membuat kas UNVR signifikan

1. Penerimaan dari pelanggan yang naik dari Rp 9.20 triliun menjadi Rp 9.69 triliun (Ini kabar gembira sebenarnya)

2. Pembayaran ke pemasok berkurang dari Rp 7.88 triliun menjadi Rp7.10 triliun

Kombinasi maut antara kenaikan penerimaan dan berkurangnya pembayaran membuat kas neto yang dihasilkan dari operasi naik dari minus Rp 184.46 miliar menjadi surplus Rp 1.1 triliun.

Memang sih ada kegiatan no 3 yaitu pinjaman bank sebesar Rp 550 miliar yang membuat kenaikan kas menjadi kisaran Rp 409 miliar.

Menarik ini ketika penerimaan pelanggan naik dan pembayaran ke pemasok berkurang. Apakah murni dari transaksi penjualan atau ada hal lain semisal pembayaran piutang dsb.

Aset total UNVR naik dari Rp 16.04 triliun menjadi Rp 17.80 triliun

aset UNVR q1 2025

Unsur penyusun aset UNVR terbesar sebagai berikut

1. Aset tetap sebesar Rp 9.28 triliun

2. Persediaan sebesar Rp 2.80 triliun

Persediaan ini naik dari Rp 2.50 triliun menjadi Rp 2.80 triliun Kenaikan terbesar disuplai oleh kenaikan persediaan barang jadi dari Rp 1.48 triliun menjadi Rp 1.85 triliun.

Hal ini wajar karena ada momen lebaran tahun 2025 yang jatuh di bulan Maret sehingga UNVR menyiapkan persediaan yang signifikan.

Kita tunggu di laporan QoQ q2 2025 apakah laris atau enggak.

3. Piutang usaha sebesar Rp 2.27 triliun

Piutang usaha menyumbang aset terbesar no 3 dan juga mengalami kenaikan dibanding q4 2024 dari Rp 1.67 triliun menjadi Rp 2.27 triliun.

Ini juga inline dengan kenaikan persediaan dimana menjelang lebaran UNVR aktif mengirim produk ke warung-warung untuk menyambut lebaran.

4. Kas sebesar Rp 1.08 triliun

Liabilitas UNVR naik 3.83% dari Rp 13.89 triliun menjadi Rp 14.42 triliun

hutang UNVR q1 2025

Berikut ini penyusun hutang terbesar UNVR

1. Utang usaha sebesar Rp 4.69 triliun

Utang usaha naik dari Rp 3.81 triliun menjadi Rp 4.69 triliun.

Masih inline dengan kenaikan piutang usaha, persediaan dan sekarang utang usaha.

Coba nanti kita melihat penjualan dan biaya marketingnya.

2. Beban akrual sebesar Rp 3.73 triliun

Ekuitas UNVR Q1 2025 naik 57.28% dari Rp 2.14 triliun menjadi Rp 3.38 triliun

ekuitas UNVR q1 2025

Kinerja Perusahaan

Penjualan UNVR di periode q1 2025 turun 6.10% dari Rp 10.07 triliun menjadi Rp 9.46 triliun

penjualan UNVR q1 2025

Penjualan kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh berkurang dari Rp 6.22 triliun menjadi Rp 5.59 triliun.

Efek boikot? Bisa iya bisa tidak.

Ini hanya feeling saja ya ketika banyak di sosial media yang benar-benar masih menjalankan aksi boikot maka besar kemungkinan penurunan ini imbas dari boikot tersebut.

Apakah karena faktor ekonomi? Bisa iya bisa tidak

Tetapi kebutuhan ini sifatnya wajib dan banyak barang penggantinya.

Buktinya di divisi makanan tidak ada penurunan yang signifikan.

Penurunan penjualan diikuti dengan beban pokok pendapatan yang turun 2.79% dari Rp 5.04 triliun menjadi Rp 4.90 triliun sehingga laba kotor turun 9.42% dari Rp 5.03 triliun menjadi Rp 4.55 triliun

laba rugi UNVR q1 2025

Penurunan penjualan diikuti oleh penurunan lainnya seperti

  • beban pokok pendapatan yang sudah ditulis di atas
  • beban pemasaran dan penjualan dari Rp 2.37 triliun menjadi Rp 2.17 triliun

Stock Guide di atas sudah menyinggung terkait beban marketing dan ternyata beban marketing UNVR turun dari Rp 912.01 miliar menjadi Rp 873.13 miliar.

  • beban pajak penghasilan dari Rp 410.69 miliar menjadi Rp 356.43 miliar

Laba bersih akhir UNVR periode Q1 2025 turun 14.59% dari Rp 1.44 triliun menjadi Rp 1.23 triliun atau EPS Rp 38 menjadi Rp 32

Kinerja Saham

harga saham UNVR q1 2025

Kinerja perusahaan yang terus menurun ternyata inline dengan penurunan kinerja saham UNVR dalam 1 tahun terakhir ini dimana harga saham UNVR turun 32%.

Namun apakah kalian melihat sesuatu yang menarik terkait harga saham UNVR dimana Maret 2025 rendah tetapi kok ada pantulan?

Simak di bagian akhir artikel ini ya

Rasio-Rasio Penting

Harga : 1750 (harga tanggal 25/04/2025)

EPS : 129 (annualised)

Book Value : 88 (annualized)

Harga Wajar : 505 (Graham Number)

MOS : 8%

PEG Ratio : –

PER : 13.49

PBV : 19.75

GPM : 48.2%

NPM : 13.1%

ROE : 93.40%

Harga Wajar UNVR Q1 2025

Jika menggunakan EPS 128 dan Book Value 88 maka harga wajar saham UNVR Q1 2025 menurut Graham Number sebesar 505 berbanding dengan harga sekarang Rp 1750 (Penutupan tanggal 25 April 2025).

Artinya UNVR sudah sangat overvalue

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan Review UNVR 

Kondisi perusahaan bagus, kinerja perusahaan menurun dan kinerja saham downtren

Value : Tidak

Growth : Tidak

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide :  Tidak

Harga Beli/Jual UNVR

Tidak ada yang bisa diharapkan dari kinerja UNVR.

Di saat ekonomi lesu, UNVR juga masih harus menghadapi tekanan boikot.

Tapi seperti yang sudah kami singgung di atas ada anomali kinerja saham UNVR

Dengan kinerja perusahaan yang downtren tapi kok kinerja sahamnya naik 40% hanya dalam waktu 1 bulan. Wow.

Apakah banyak yang berharap kinerja perusahaan akan membaik? Entahlah

Atau ada sesuatu yang berbau harum di RUPS nanti? Bisa jadi

Ya UNVR telah menjual salah satu unit bisnisnya yaitu es krim senilai kisaran Rp 6-7 triliun.

Menurut informasi yang ada, UNVR akan fokus ke bisnis homecarenya.

Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengatakan usai transaksi rampung, perusahaan berkode saham UNVR itu akan memfokuskan bisnisnya pada Home and Personal Care termasuk Home Care, Beauty & Wellbeing, serta Personal Care and Nutrition. Ia juga berencana merampingkan operasional, meningkatkan efisiensi, dan mendorong inovasi dengan kembali berfokus pada area bisnis utama.

Ada 3 hal yang perlu dikomentari dari penjualan ini

1. Fokus UNVR ke homecare padahal homecare yang relatif terjun

2. Jika es krim makanan dan minuman yang dijual berarti ada kemungkinan sektor makanan dan minuman menurun (Kami belum melihat secara penuh terkait makanan dan minuman UNVR ini)

3. Ada informasi bahwa hasil penjualan akan dibagikan sebagai dividen

Nantinya, kata dia, hasil penjualan itu akan diberikan sebagai dividen tunai kepada pemilik saham. “Kami berharap transaksi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi para pemegang saham,” ujar dia. Sumber

Menurut informasi dari Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, hasil transaksi itu akan dijadikan dividen di RUPS UNVR yang akan dilaksanakan tanggal 03 Juni 2025. Artinya dari artikel ini terbit tanggal 26 April 2025 masih ada waktu 1 bulanan.

Menurut kami kenaikan UNVR ini agak berbau tanggung dimana sedikit harum karena ada info dividen jumbo tetapi ada bau amis dimana kinerja perusahaannya sudah diambang penurunan (Lebaran saja tidak mampu mengangkat e).

Nikmati saja ya para pemburu dividen hunter.

Pesan kami bagi pemula adalah mending ditinggalkan saja daripada kena dividen trap seperti saya dulu

Baca 4 Dividen Trap Yang WAJIB Diketahui dan Solusinya (Berdasar Pengalaman Pribadi)

=======

Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI

Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI

Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI

Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

(Visited 133 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *