INTP Q1 2022 : Beban Pokok Pendapatan Yang Menggerogoti Kenaikan Pendapatan

INTP Q1 2022 : Beban Pokok Pendapatan Yang Menggerogoti Kenaikan Pendapatan

Berikut ini rangkuman singkat dari INTP (PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk) berdasar LK Q1 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN INTP

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Kegiatan usaha dalam perusahaan adalah

– pabrikasi semen dan bahan-bahan bangunan,

– pertambangan,

– konstruksi,

– perdagangan,

– angkutan darat dan laut,

– pembangkitan tenaga listrik,

– pengelolaan dan pengolahan air dan limbah, termasuk jasa yang mendukung aktivitas Perusahaan.

Saat ini, Perusahaan dan Entitas Anaknya (selanjutnya disebut “Kelompok Usaha”) bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap pakai, serta
tambang agregat.

B. ASET

Aset INTP mengalami penurunan tipis sebesar 0.7% dari Rp 26.1 triliun menjadi Rp 25.9 triliun

Ada beberapa hal yang berubah dari aset ini walopun tidak signifikan yaitu Kas dan setara kas yang turun dari Rp 6.1 triliun menjadi Rp 5.5 triliun.

Nanti bisa disimak beberapa kegiatan yang membuat kas INTP menurun di bagian arus kas.

C. HUTANG

Hutang INTP mengalami penurunan sebesar 3.6% dari Rp 5.5 triliun menjadi Rp 5.3 triliun.

Kabar baiknya adalah INTP tidak memiliki hutang bank.

Jika memperhatikan lebih lanjut sebenarnya ada 1 pos yang lumayan tinggi yaitu hutang jangka pendek di bagian hutang usaha dengan pihak ketiga walopun memang mengalami penurunan dari Rp 2 triliun menjadi Rp 1.8 triliun.

Ada hal yang bisa diambil dari utang usaha ini yaitu jatuh temponya hanya 1 tahun dan apakah INTP bisa membayar? Jelas bisa lha wong kasnya saja Rp 5.5 triliun kok. Apalagi ini utang usaha bukan hutang bank.

D. EKUITAS

Ekuitas INTP mengalami penurunan sebesar 0.4% dari Rp 20.6 triliun menjadi Rp 20.5 triliun.

Tidak ada perubahan yang signifikan kecuali penambahan saham treasuri.

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Pendapatan 

Pendapatan INTP mengalami kenaikan sebesar 3.4% dari Rp 3.4 triliun menjadi Rp 3.5 triliun.

Ada yang unik terkait pendapatan INTP ini yaitu pendapatan didominasi oleh wilayah Jawa.

Artinya INTP tidak akan terpengaruh dengan gejolak nilai tukar, transportasi dll.

2. Beban Pokok Pendapatan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 11% yang artinya INTP masih boncos.

Yang bagus tentu saja kenaikan beban tidak setinggi kenaikan dari pendapatannya.

Ada kenaikan yang signifikan di bagian beban pokok pendapatan sebesar Rp 493 miliar atau kenaikan sebesar 53.1% yaitu di bagian bahan bakar dan listrik.

Saat ditelusuri apa bahan bakar yang digunakan ternyata tidak ada rujukan khusus namun pihak INTP memention tentang batubara di bagian manajemen risiko.

Dan kabar buruknya adalah

  1. harga batubara masih berada di harga atas.
  2. persediaan bahan bakarnya berkurang

F. ARUS KAS

Pembayaran kepada pemasok dll menjadi salah satu bagian yang menyedot cash paling banyak (Rp 378 miliar) yang membuat arus kas dari operasi mengalami minus.

Tidak ada keterangan yang signifikan disini sehingga kita tidak bisa mengetahui apakah pembayaran ke pemasok ini terkait bahan baku atau juustru seperti pembelian batu bara.

Penggunaan kas berikutnya yang besar yaitu pembelian saham treasuri sebesar Rp 281 miliar.

G. EPS

Agak miris ketika melihat growth INTP dari sisi EPS ini.

Bukannya naik malah per tahun mengalami penurunan bahkan Q1 tahun 2022 adalah yang terburuk dibanding 3 tahun sebelumnya.

Bahkan di tahun 2022 pembagi sahamnya sudah berkurang namun EPSnya tetap berkurang signifikan.

H. KINERJA SAHAM

Penurunan EPS Q1 2021 sebesar Rp 95 menjadi Rp 50 di Q1 2022 jelas menjadi hantaman tersendiri.

Bahkan jika mengacu ke EPS annualized tahun 2022 menurun menjadi Rp 198 dibanding tahun 2021 sebesar Rp 486.

Hal inilah yang mungkin menjadi sedikit pemicu terkait penurunan harga saham INTP sebesar 11.54%.

I. KESIMPULAN

Harga : 10350 (harga tanggal 27/05/2022)

EPS : 198 (annualized)

Book Value : 5581 (annualized)

Harga Wajar : 4986 (Graham Number)

MOS : –

PEG Ratio : –

PER : 52.18

PBV : 1.85

GPM : 27.00%

NPM : 5.13%

ROE : 3.56%

Jika kita menelusuri INTP menggunakan EPS 198 dan Book Value 5581 maka didapat harga wajar kisaran Rp 4986 dengan harga saat ini masih di kisaran 10350.

Value investing : INTP tidak cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang sudah overvalue.

Growth investing : Jika melihat tren EPS dari tahun 2019 maka akan terlihat INTP bukannya growth tetapi malah terus mengalami penurunan sehingga jelas INTP tidak layak masuk sebagai growth stock.

Dividen investing : INTP belum cocok dijadikan saham dividen investing

Core investing : Walopun masuk sebagai perusahaan dengan market cap besar namun INTP belum cocok dijadikan saham core investing terutama karena tren EPSnya yang terus menurun.

Sekilas beban pokok pendapatan naik signifikan dan mungkin saja dikarenakan batubara. Wait n see sembari menunggu harga batubara yang rendah menurut saya jalan yang bisa diambil. 

Sekadar saran saja :

  • Jika saat ini sudah profit mending dijual
  • Jika loss bisa dihold dulu atau kalo memang berani bisa cutloss

Sumber :

(Visited 28 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya