BISI Q1 2025 : Laba Bersih Turun 26.43% Dan 3 Wait n See Yang Perlu Ditunggu

Download LK BISI Q1 2025

Review LK BISI Q1 2025

  • Kas NAIK 13.95% dari Rp 567.67 miliar menjadi Rp 646.85 miliar
  • Aset TURUN dari Rp 3.634 triliun menjadi Rp 3.633 triliun
  • Liabilitas TURUN 12.71% dari Rp 244.07 miliar menjadi Rp 213.04 miliar
  • Ekuitas NAIK 0.88% dari Rp 3.38 triliun menjadi Rp 3.41 triliun
  • Penjualan NAIK 18.95% dari Rp 266.82 miliar menjadi Rp 317.39 miliar
  • Beban pokok pendapatan NAIK 39.07% dari Rp 125.80 miliar menjadi Rp 174.95 miliar
  • Laba kotor NAIK 1.01% dari Rp 141.02 miliar menjadi Rp 142.43 miliar
  • Laba bersih TURUN 26.43% dari Rp 40.33 miliar menjadi Rp 29.67 miliar atau EPS Rp 13 menjadi Rp 10

Kondisi Perusahaan

Kas BISI di periode Q1 2025 naik 13.95% dari Rp 567.67 miliar menjadi Rp 646.85 miliar

Aset total BISI turun dari Rp 3.634 triliun menjadi Rp 3.633 triliun

aset bisi q1 2025

Unsur penyusun aset BISI terbesar sebagai berikut

1. Persediaan

Persediaan BISI sangat besar bahkan jika dibanding aset tetapnya.

Persediaan BISI sebesar Rp 1.49 triliun.

persediaan BISI q1 2025

Tentu saja dengan persediaan sebagai aset terbesar akan menimbulkan pertanyaan

1. Apakah persediaan BISI gampang terjual

2. Ataukah memang persediaan BISI seperti ini karena tidak laku?

Kami mencoba menghitung Days Inventory Outstanding (DIO)

DIO adalah rasio finansial yang mewakili jumlah rata-rata harian yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengubah persediaannya, termasuk barang yang masih dalam proses menjadi barang yang siap untuk dijual.

Teman-teman bisa membaca artikel tentang DIO selengkapnya disini Days Inventory Outstanding (DIO) : Pengertian, Peran, Rumus & Contoh Menghitung Dari LK Emiten

Kita hitung untuk Days Inventory Outstanding dengan rumus

DIO = (Persediaan / COGS) x Jumlah hari dalam periode

Persediaan : 1.499.058.000.000

COGS : 174.955.000.000

Hari : 771

Maka DIO dari BISI = 771 hari.

Ini artinya, rata-rata waktu BISI menyimpan persediaan sebelum dijual adalah sekitar 771 hari, atau lebih dari 2 tahun, yang sangat tinggi untuk standar industri. Ini bisa menandakan overstocking atau perputaran persediaan yang lambat.

Imbasnya adalah :

1. Terkait hutang

Nah apakah BISI mempunyai hutang atau tidak, ikuti terus analisanya ya

2. Kas menurun

Untuk membayar hutang jika ada, membayar pegawai dll

Pertanyaannya adalah apakah persediaan BISI sebesar ini karena memang bisnisnya atau karena penjualan BISI yang sedang seret? Perlu ditelusuri lebih lanjut

2. Aset tetap

Unsur penyusun aset terbesar no 2 yaitu aset tetap senilai Rp 798.03 miliar.

Nilai aset tetap hanya setengah dari nilai persediaan.

3. Kas dan setara kas

Unsur no 3 yaitu kas dengan besaran Rp 646.85 miliar.

Kas ini bisa aman bisa enggak ketika BISI punya hutang.

Jikapun tidak punya maka bisa saja tergerus untuk membayar beban-beban. Perlu menjadi perhatian khusus terkait hal ini.

Liabilitas BISI turun 12.71% dari Rp 244.07 miliar menjadi Rp 213.04 miliar

hutang BISI q1 2025

Berikut ini penyusun hutang terbesar BISI

1. Utang lain-lain sebesar Rp 61.42 miliar

2. Liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 50.23 miliar

Dengan uas kas sebesar Rp 646.85 miliar tentu urusan hutang ini bisa lunas sembari tutup mata.

Ekuitas BISI Q1 2025 naik 0.88% dari Rp 3.38 triliun menjadi Rp 3.41 triliun.

Secara umum melihat kondisi perusahaan BISI, maka kualitas book value BISI relatif kurang berkualitas karena persediaan menjadi unsur terbesar BISI.

Persediaan besar tidak masalah ketika DIOnya kecil.

Tetapi BISI memiliki DIO yang lama.

Kinerja Perusahaan

Penjualan BISI di periode q1 2025 naik 18.95% dari Rp 266.82 miliar menjadi Rp 317.39 miliar

penjualan BISI q1 2025

Berikut ini data terkait penjualan menggunakan persentase

No Kategori Penjualan (Rp juta) Persentase (%)
1 Pestisida dan pupuk 171.334 54,0%
2 Benih jagung 67.129 21,1%
3 Benih sayuran dan buah-buahan 58.379 18,4%
4 Lain-lain 19.412 6,1%
5 Benih padi 1.139 0,4%

Ternyata penjualan pestisida BISI menyentuh 54% dan kabar baiknya adalah dibanding tahun 2024 pestisida naik dari 50% menjadi 54%

No Kategori Q1 2025 (Rp juta) % dari Total 2025 Q1 2024 (Rp juta) % dari Total 2024
1 Pestisida dan pupuk 171.334 54,0% 133.878 50,2%
2 Benih jagung 67.129 21,1% 47.850 17,9%
3 Benih sayuran & buah-buahan 58.379 18,4% 80.053 30,0%
4 Lain-lain 19.412 6,1% 3.172 1,2%
5 Benih padi 1.139 0,4% 1.875 0,7%
Total Penjualan Neto 317.393 100% 266.828 100%

Sayangnya kenaikan penjualan diikuti kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 39.07% dari Rp 125.80 miliar menjadi Rp 174.95 miliar sehingga laba kotor BISI periode q1 2025 hanya naik tipis 1.01% dari Rp 141.02 miliar menjadi Rp 142.43 miliar.

laba rugi BISI q1 2025

Berdasar data di atas, Stock Guide menulis terkait beberapa pos yang mengurangi laba kotor yaitu

1. Kenaikan beban penjualan dari Rp 70.64 miliar menjadi Rp 77.12 miliar

beban penjualan BISI q1 2025

Ada yang unik dan aneh di bagian beban penjualan ini yaitu

  • gaji justru menurun di saat ada momen lebaran di kuartal 1
  • promosi penjualan justru turun drastis dari Rp 26.24 miliar menjadi hanya Rp 10.03 miliar (Promosi turun tetapi penjualan naik…Cukup istimewa..tetapi kita perlu memantau di kuartal 2)
  • kenaikan sangat tinggi di lain-lain dari Rp 7.3 miliar menjadi 33.6 miliar (Tidak ada CLK yang bisa menelusuri terkait hal ini)

2. Penurunan penghasilan operasi dari Rp 15.97 miliar menjadi Rp 7.3 miliar

Adanya penurunan penjualan produk afkir menjadi pemicu penghasilan operasi turun tajam.

Laba bersih akhir BISI periode Q1 2025 turun 26.43% dari Rp 40.33 miliar menjadi Rp 29.67 miliar atau EPS Rp 13 menjadi Rp 10

Kinerja Saham

kinerja saham BISI q1 2025

Kinerja saham BISI turun dalam dari kisaran Rp 1770 sekarang turun 46% menjadi Rp 940.

Apakah layak BISI dihukum seperti itu jika menggunakan perbandingan kinerja Q1 2024 dan q1 2025?

Tentu saja tidak.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 940 (harga tanggal 09/05/2025)

EPS : 40 (annualised)

Book Value : 1139 (annualized)

Harga Wajar : 1012 (Graham Number)

MOS : –

PEG Ratio : –

PER : 23.76

PBV : 0.83

GPM : 44.9%

NPM : 9.3%

ROE : 4.91%

Harga Wajar BISI Q1 2025

Jika menggunakan EPS 40 dan Book Value 1139 maka harga wajar saham BISI Q1 2025 menurut Graham Number sebesar 1012 berbanding dengan harga sekarang Rp 940 (Penutupan tanggal 09 Mei 2025).

Artinya BISI masuk ke fair value

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan Review BISI 

Kondisi perusahaan bagus, kinerja perusahaan sedang turun dan kinerja saham ambyar

Value : Tidak

Growth : Tidak

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide :  Tidak

Harga Beli/Jual BISI

Kondisi perusahaan yang sedikit rumit karena persediaan yang besar dan DIO di atas 2 tahun (771 hari) membuat kualitas book value BISI “tidak sebaik itu”.

Namun penjualan yang naik sebenarnya membuat kita masih ada harapan di kuartal selanjutnya walaupun memang ada beban-beban dan penurunan penghasilan lain-lain membuat laba bersih BISI turun signifikan.

Apakah dividen bisa jadi pengungkit? Sayangnya persediaan yang lama menjadi kas berpotensi membuat kas turun.

Kas turun otomatis membuat potensi dividen turun.

Wait n see 3 hal berikut menjadi opsi pertama

1. Persediaan (DIOnya bisa turun atau enggak)

2. Penjualan BISI (Bisa stabil sampai q4 2025 atau enggak)

3. Beban-beban dan penurunan penghasilan lain-lain bisa naik atau enggak.

Yang sudah punya sahamnya dan profit? Bebas-bebas saja mau TP atau enggak tapi untuk tambah muatan bukan solusi yang baik

Yang sudah punya tapi merah? wait n see boleh karena bagaimanapun BISI juga perusahaan bagus. Cuma saat ini lagi apes. Memang sih bisa repot kalo kasusnya seperti UNVR yang kinerja perusahaannya pelan-pelan turun.

Baca terkait UNVR disini UNVR Q1 2025 : Perbandingan Yang Tidak Tepat, Kita “Penyebabnya” & Potensi Yang (Tidak) Ada

Kuncinya kudu rutin cek kinerja per kuartal

Tapi kalo mau cutloos juga bisa.

=======

Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI

Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI

Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI

Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

(Visited 147 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *