GJTL Q3 2022 : Masih Ada Potensi?

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham GJTL (PT Gajah Tunggal Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q3 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Kesimpulan

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Gajah Tunggal Tbk atau GJTL sudah merilis laporan keuangan periode Q3 tahun 2022 dengan hasil yang tidak memuaskan. Berikut rangkuman dari topline hingga botom line laba rugi dan neraca GJTL

  • Pendapatan naik dari Rp 11.1 triliun => Rp 12.7 triliun = 13.8%.
  • Beban pokok pendapatan naik dari Rp 9.5 triliun => Rp 11 triliun = 15.6%.
  • Laba kotor naik dari Rp 1.6 triliun => Rp 1.7 triliun = 3.8%
  • Laba bersih periode berjalan turun dari Rp 19.3 miliar => minus Rp 169.3 miliar = -975.5%
  • Aset naik dari Rp 18.4 triliun => Rp 19.5 triliun dengan uang cash Rp 654.2 miliar
  • Hutang naik dari Rp 11.4 triliun => Rp 12.6 triliun
  • Ekuitas turun dari Rp 6.97 triliun => Rp 6.90 triliun
  • EPS turun dari Rp 5 menjadi => – Rp 48

Catatan :

GJTL mempunyai 5 divisi yaitu :

1. Manufaktur ban (ban)

2. Manufaktur kain ban (kain ban)

3. Manufaktur karet sintetik (karet sintetik)

4. Manufaktur benang nilon (benang nilon)

5. Lainnya

Ada hal yang sedikit perlu dibahas yaitu kenapa ketika laba kotornya masih cuan tetapi laba bersihnya minus seperti yang dialami oleh GJTL

Di atas adalah laporan laba rugi GJTL dan bisa dilihat bahwa sampe poin laba kotor masih mengalami kenaikan.

Namun sayangnya

  • beban penjualan yang naik 34.5%
  • kerugian kurs yang naik 142.7%
  • laba ventura bersama yang turun 1260%

membuat laba periode berjalan minus Rp 175,6 miliar. Kabar baiknya adalah hanya beban penjualan yang benar-benar menggerus uang cash karena kerugian kurs dan laba ventura hanya mengalami kerugian dalam catatan saja sehingga GJTL masih ada potensi untung di Q3 2022 ini.

Apakag GJTL benar-benar murah atau malah murah(an)? Kita tidak bisa melihat hanya menggunakan laporan q3 2022 saja namun perlu ditelusuri paling tidak 3 atau 5 tahun ke belakang.

Namun mengacu pada revenue yang masih meningkat di tengah kondisi ekonomi sekarang ini bisa jadi GJTL memang sedang apes saja. Untuk pastinya silahkan ditelusuri lebih lanjut ya..

2. Kinerja Saham

Bursa tidak kenal belas kasihan apalagi kepada perusahaan yang masih merugi dan GJTL jelas menjadi salah satu sasarannya.

Dalam 1 tahun turun 16% jelas membuat para investornya menjadi berpikir ulang ditambah LK Q3 2022 hasilnya tidak memuaskan.

Bagi yang sudah memiliki saham GJTL sebaiknya hold atau CL? Yang pasti saham yang jelas memiliki prospek cerah dengan kinerja yang meningkat di Q3 2022 masih ada beberapa.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 600 (harga tanggal 09/11/2022)

EPS : -65 (annualised)

Book Value : 1980 (annualized)

Harga Wajar : – (Graham Number)

MOS : –

PEG Ratio : –

PER : -9.26

PBV : 0.30

GPM : 13.49%

NPM : -1.33%

ROE : -3.27%

4. Kesimpulan

Karena EPS GJTL minus maka harga wajar menurut Graham Number tidak bisa dihitung.

Namun jika melihat dari sisi PBV masih sangat murah dan PBV rendah ini konon katanya menjadi idola Pak LKH (Baca artikel Lo Kheng Hong : Berinvestasi Dengan Sabar, Sederhana Dan Apa Yang (Tidak) Perlu Kita Ikuti)

Apakah pak LKH masih memiliki GJTL?

Informasi dari akun Skydrugz27 (link detail bisa dibaca disini) disebutkan besar kemungkinan Pak LKH sudah tidak memiliki saham GJTL entah sudah dijual seluruhnya maupun dijual sebagian.

Pak LKH masih memiliki 5.1% saham GJTL di bulan September 2022 dan masyarakat 35.3%

Per November 2022 nama Pak LKH sudah tidak ada dalam 5% pemegang saham GJTL sedangkan masyarakat yang tadinya 35.3% menjadi 40.5%.

Apakah magis pak LKH saat sahamnya dijual kemudian malah terbang akan terjadi layaknya saham MBSS maupun UNTR? Entahlah.

Value : Tidak

Walopun murah secara PBV, saya tidak berani menyarankan bahwa saham GJTL cocok masuk sebagai saham value stock.

Growth : Tidak

Core : Tidak

(Visited 84 times, 2 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *