INTP Q1 2024 : Laba Bersih Turun 35% Dan Harapan Yang Belum Terlihat
Download LK INTP Q1 2024
Review LK INTP Q1 2024
- Kas TURUN dari Rp 3.1 triliun menjadi Rp 2.5 triliun
- Aset TURUN dari Rp 29.6 triliun menjadi Rp 28.7 triliun
- Liabilitas TURUN 12% dari Rp 8.6 triliun menjadi Rp 7.5 triliun.
- Ekuitas NAIK dari Rp 20.9 triliun menjadi Rp 21.2 triliun
- Penjualan TURUN 3.8% dari Rp 4.2 triliun menjadi Rp 4 triliun
- Beban pokok pendapatan TURUN dari Rp 2.96 triliun menjadi Rp 2.90 triliun.
- Laba kotor TURUN 7.5% dari Rp 1.2 triliun menjadi Rp1.1 triliun
- Laba bersih TURUN 35.9% dari Rp 371.3 miliar menjadi Rp 238 miliar atau dari EPS 108 menjadi 69
Catatan LK INTP Q1 2024
Kas INTP di periode Q1 2024 turun 20.8% dari Rp 3.1 triliun menjadi Rp 2.5 triliun. Pembayaran kepada pemasok,
kontraktor, karyawan dll menjadi faktor terbesar adanya penurunan uang kas ini dimana Q1 2023 membayar Rp 4.6 triliun dan di Q1 2024 membayar Rp 5.1 triliun.
Aset turun dari Rp 29.6 triliun menjadi Rp 28.7 triliun. Unsur penyusun aset terbesar adalah aset tetap senilai Rp 18.9 triliun. Penyusun berikutnya yaitu persediaan senilai Rp 2.9 triliun, piutang usaha Rp 2.5 triliun dan kas Rp 2.5 triliun.
Persediaan INTP per Q1 2024 Rp 2.9 triliun dan Rp 1 triliunnya adalah suku cadang.
Terkait piutang tidak usah dipikirkan karena Rp 1.8 triliun terhitung sangat lancar.
Liabilitas INTP turun 12% dari Rp 8.6 triliun menjadi Rp 7.5 triliun. Faktor utamanya penurunan hutang usaha dan beban akrual.
Unsur hutang INTP terbesar dari hutang jangka pendek sebesar Rp 2 triliun, utang usaha Rp 1.2 triliun dan beban akrual Rp 1 triliun.
Penjualan TURUN 3.8% dari Rp 4.2 triliun menjadi Rp 4 triliun. Segmen pendapatan INTP ada semen, beton siapa pakai dan tambang dengan penyumbang terbesar semen Rp 3.8 triliun, beton Rp 362 miliar dan tambang Rp 48.9 miliar.
Beban pokok pendapatan TURUN dari Rp 2.96 triliun menjadi Rp 2.90 triliun. Unsur beban pokok terbesar datang dari beban listrik dan batubara dengan besaran Rp 1.3 triliun. Makanya banyak yang sedikit khawatir ketika harga batubara naik maka beban ini akan naik.
Penurunan penjualan ditambah kenaikan beban usaha dan beban keuangan membuat laba bersih INTP turun 35.9% dari Rp 371.3 miliar menjadi Rp 238 miliar atau dari EPS 108 menjadi 69.
Kita berharapnya beban usaha naik karena memang adanya pembayaran THR bagi karyawan sehingga di Q2 dan seterusnya relatif lebih landai.
Kinerja perusahaan sedang menurun, bagaimana dengan kinerja sahamnya?
Demam berat dimana YTD saja sudah turun 30%.

Harga Wajar INTP Q1 2024
Jika menggunakan EPS 259 dan Book Value 5760 maka harga wajar saham INTP menurut Graham Number sebesar 579 berbanding dengan harga sekarang Rp 6475.
Artinya INTP sudah overvalue.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar SahamĀ DISINI
Kesimpulan
Kinerja perusahaan turun, sektor semen sedang over supply, dividen kecil dan overvalue. Hanya kabar bahwa Q1 2024 sudah jauh di atas Q1 tahun 2019 ke belakang yang membuat harapan.
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Tidak
Harga Beli/Jual INTP
Belum ada yang diharapkan dari INTP dimana
- kinerja perusahaan turun,
- kinerja saham turun bahkan sampai 30% YTD,
- industri semen yang sedang over supply
- dividen kecil
membuat kami tidak merekomendasikan INTP untuk dimasukkan sebagai portofolio.
Jika saat ini sedang floating loss cobalah untuk membaca di annual report atau public expose apakah INTP dapat angin segar dari adanya pembangunan besar-besaran di Indonesia seperti tol maupun IKN.
Tapi jika tidak ada info apapun, IHSG sedang demam berat maka pilihan cutloss boleh mulai dipertimbangkan.

