AKRA Q4 2024 : “Mendung” Dan 3 Hal Yang Bisa Menjadi Pertimbangan

Download LK AKRA Q4 2024

Review LK AKRA Q4 2024

  • Kas TURUN 17.9% dari Rp 6.53 triliun menjadi Rp 5.36 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 30.29 triliun menjadi Rp 33.10 triliun
  • Liabilitas NAIK 13.79% dari Rp 16.25 triliun menjadi Rp 18.48 triliun
  • Ekuitas NAIK 2.66% dari Rp 11.26 triliun menjadi Rp 11.56 triliun
  • Penjualan TURUN 7.98% dari Rp 42.08 triliun menjadi Rp 5.96 triliun
  • Beban pokok pendapatan TURUN 6.35% dari Rp 37.61 triliun menjadi Rp 35.22 triliun
  • Laba kotor TURUN 21.70% dari Rp 4.47 triliun menjadi Rp 3.5 triliun
  • Laba bersih TURUN 20.14% dari Rp 2.78 triliun menjadi Rp 2.22 triliun atau dari EPS 140 menjadi 112

Kondisi Perusahaan

Kas AKRA di periode Q4 2024 turun 17.9% dari Rp 6.53 triliun menjadi Rp 5.36 triliun. Faktor kunci penyebab kas menurun yang terbesar karena penurunan dari pelanggan.

Aset total AKRA naik dari Rp 30.29 triliun menjadi Rp 33.10 triliun.

Unsur penyusun aset AKRA terbesar sebagai berikut

1. Piutang usaha yang mencapai Rp 7.56 triliun

Dari piutang sebesar Rp 7.56 triliun, Rp 6.90 triliun belum jatuh tempo. Apakah berbahaya bagi keuangan AKRA? Sepertinya tidak jika melihat jumlah kasnya.

Selain itu nanti kita juga bisa melihat hutang usahanya.

2. Aset tetap sebesar Rp 6.36 triliun

3. Kas sebesar 5.36 triliun

4. Persediaan tanah kawasan industri sebesar Rp 3.75 triliun.

Persediaan tanah kawasan industri di bagian aset lancar naik cukup signifikan dari Rp 1.62 triliun menjadi Rp 3.75 triliun atau naik 131%.

Hal ini bisa menjadi sinyal positif untuk kinerja AKRA di tahun 2025 karena sudah ada kawasan yang siap jual. Tetapi kabar buruknya tentu saja karena ekonomi sedang mendung membuat adanya potensi wait n see dari calon pembeli atau pengguna kawasan ini.

Di bagian hutang ada kenaikan sebesar 13.79% dari Rp 16.25 triliun menjadi Rp 18.48 triliun.

Unsur terbesar dari hutang AKRA adalah hutang usaha sebesar Rp 10.33 triliun. Namun dari angka tersebut ada Rp 10.28 triliun yang belum jatuh tempo. Sayangnya memang sebagian hutang ini dalam bentuk Dollar AS.

Ekuitas naik tipis sebesar 2.66% dari Rp 11.26 triliun menjadi Rp 11.56 triliun

Kinerja Perusahaan

Penjualan AKRA di periode Q4 2024 turun 7.98% dari Rp 42.08 triliun menjadi Rp 5.96 triliun.

Yang menurun signifikan adalah perdagangan dan distribusi BBM dari Rp 31.86 triliun menjadi Rp 28.92 triliun.

penjualan AKRA Q4 2024

Beban pokok pendapatan menurun 6.35% mengikuti penurunan penjualan dari Rp 37.61 triliun menjadi Rp 35.22 triliun sehingga membuat laba kotor turun 21.70% dari Rp 4.47 triliun menjadi Rp 3.5 triliun

Laba bersih AKRA di periode Q4 2024 ini turun 20.14% dari Rp 2.78 triliun menjadi Rp 2.22 triliun atau dari EPS 140 menjadi 112

Kinerja Saham

harga saham AKRA q4 2024

Harga saham akan beririsan dengan kinerja perusahaannya.

Begitu juga dengan AKRA dimana dalam 1 tahun terakhir harga AKRA turun hingga 39%.

Menurut kami cukup buruk dimana awalnya penurunan harga AKRA ini hanya bersifat fluktuatif.

Namun ternyata kinerja AKRA mengkonfirmasi penurunan harga sahamnya.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 1085 (harga tanggal 19/03/2025)

EPS : 112 (annualised)

Book Value : 608 (annualized)

Harga Wajar : 1238 (Graham Number)

MOS : 11%

PEG Ratio : –

PER : 8.6

PBV : 1.7

GPM : 9.0

NPM : 5.7%

ROE : 15.2%

Harga Wajar AKRA Q4 2024

Jika menggunakan EPS 112 dan Book Value 608 maka harga wajar saham AKRA Q4 2024 menurut Graham Number sebesar 1238 berbanding dengan harga sekarang Rp 1085 (Penutupan tanggal 18 Maret 2025).

Artinya AKRA masih undervalue.

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI

Kesimpulan Review Saham AKRA

Kondisi perusahaan stabil cenderung naik, kinerja perusahaan stagnan dan kinerja saham sangat turun.

Value : Ya

Growth : Tidak

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide :  Tidak

Harga Beli/Jual AKRA

Dengan kinerja yang sedang merosot, ekonomi yang sedang mendung, para investor kelas dunia yang memilih negara sebelah, MOS yang tipis membuat Stock Guide merasa AKRA saat ini kurang menarik.

Ada 3 hal yang bisa menjadi pertimbangan dari AKRA ini yaitu

  1. Terkait kawasan industrinya yang bahkan naik 131%
  2. Dividen yang rata-rata berada di kisaran 7% sampai 10%?
  3. Harga Rp 1000 ke bawah sepertinya menarik ya….atau malah sesuai dengan book valuenya di kisaran Rp 600?
(Visited 260 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *