WOOD Q2 2022 : Kenapa Dan Sebaiknya Gimana?

WOOD Q2 2022 : Kenapa Dan Sebaiknya Gimana?

Salah satu saham yang beberapa member request adalah saham yang mempunyai target penjualan di tahun 2022 ini sebesar 25%.

Padahal situasi dunia sedang memburuk karena adanya krisis energi, perang dan inflasi.

Dan kemaren emiten ini merilis laporan keuangan Q2 2022 dan hasilnya “mengecewakan”.

EPS secara kuartal Q2 2022 menurun dibanding Q2 2021.

Q2 2022 hanya menghasilkan EPS Rp 15 padahal di Q2 2021 EPSnya Rp 18.

Emiten ini adalah emiten yang pendapatannya berasal dari ekspor.

WOOD nama emitennya.

Karena beberapa hasil minor di atas membuat banyak investor mulai panik dan mempertanyakan apakah WOOD bisa mencapai target penjualan 25% di tahun ini?

Yuk kita simak beberapa key point dari WOOD.

1. Penjualan

Kami akan menukil 1 artikel yang mengatakan bahwa manajemen optimis tahun ini ada kenaikan PENJUALAN 25%.

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyatakan, pemesanan produk furnitur perseroan telah penuh (full) hingga Oktober mendatang. Padahal, Amerika Serikat (AS) sebagai pasar utama WOOD tengah dilanda kenaikan inflasi yang cukup tinggi pada tahun ini.

“Kami masih optimistis penjualan bisa naik 25% pada tahun ini. Dalam bisnis furnitur, biasanya musim puncak akan terjadi pada semester dua. Tercermin dari order book perseroan yang sudah full hingga bulan sepuluh,” kata Direktur Integra Indocabinet Wang Sutrisno, baru-baru ini.

Pasar ekspor utama, yakni AS, akan diperdalam oleh perseroan. Begitu juga pada pasar Eropa yang masih bertumbuh dan memiliki potensi pasar yang luas. “Memang di tengah gejolak konflik Rusia dan Ukraina, ekspor produk dari Asia ke Eropa menjadi terhenti, Namun demikian, selalu ada peluang ditengah hambatan tersebut,” kata Wang.

Wang menyebutkan, Indonesia cukup unggul di pasar ekspor furnitur kayu karena ketersediaan bahan baku kayu yang masih melimpah. Karena keunggulan itu pula, Integra Indocabinet melihat pasar domestik memiliki peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perseroan, sejalan dengan kemampuan perseroan menawarkan harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan dengan para pesaing regional lainnya.

Sumber : https://investor.id/market-and-corporate/299969/integra-indocabinet-wood-kebanjiran-pesanan-target-harga-saham-melambung

Sekarang kita cari tahu berapa penjualan tahun 2021 dan berapa target di 2022 dan berapa capaian hingga q2 2022 ini

2021 : Rp 5,416,331,556,250 / Rp 5.4 triliun

Target 2022 : Rp 6,770,414,445,312

Realisasi Q2 2022 : Rp 3,135,630,836,509

Realisasi Q2 dari full 2022 : 46% dari 100%

Yes sudah terlihat bahwa sampe Q2 2022 target sudah terealisasi 46%.

Menurut saya masih cukup realistis apalagi di akhir tahun dan kinerja WOOD umumnya meningkat di semester 2 karena adanya black Friday, Thanksgiving, Natal dan Tahun Baru.

Perhatikan EPS q3 dan Q4 dari tahun 2020 dan tahun 2021. Selalu lebih tinggi dibanding EPS di Q1 dan Q2 kan.

Sekarang saya ingin membedah terkait penjualan dengan pembanding Q2 2021, Q1 2022 dan Q2 2022.

Tapi ada kabar buruk seperti terlihat di kompilasi data berikut ini

Seperti terlihat bahwa penjualan murni Q2 2022 turun jika dibandingkan dengan Q1 2022 dan Q2 2021.

Untungnya laba kotor dari Q2 2022 masih lebih tinggi dibanding Q2 2021. Tetapi turun jika dibanding Q1 2022.

Yang menarik adalah laba usaha Q2 2022 paling kecil dibanding data Q1 2021, Q2 2021 dan Q1 2022.

Apa penyebabnya? Simak di poin 2 di bawah ini

2. Ekspor dan imbasnya

WOOD merupakan perusahaan eksportir.

Bisa dilihat di data Q2 2022 bahwa ekspor menyumbang hingga 95% dari total penjualan.

Apa akibatnya? Ya, semua tau bahwa biaya ekspor utamanya jasa angkut sedang meningkat dan hal ini langsung terkonfirmasi di LK

Jika dibandingkan Q2 2022 dan Q2 2021 maka ada kenaikan signifikan dari biaya kurir dan ekspor serta ongkos angkut.

Dan ini menjadi salah satu hal yang menjadikan EPS dari WOOD turun drastis.

Tetapi jika melihat kembali dari keseluruhan tahun 2022, 2 biaya di atas juga sudah terjadi sejak Q1 2022

Dari data di atas ada kabar gembira juga yaitu penurunan biaya kurir dari Q1 2022 ke Q2 2022.

Menurut saya hal lain relatif standar saja sehingga tidak perlu dibahas.

Kesimpulan

Secara umum kinerja Q2 2022 memang lebih buruk dibanding kinerja Q1 2022 sehingga kita perlu menunggu Q3 2022 untuk melakukan action.

Jika Q3 kinerja sudah lebih baik maka kita bisa masuk atau menambah lot bagi yang saat ini sudah memiliki saham WOOD.

Seperti dijelaskan di atas Q3 secara umum lebih baik dibanding Q1 dan Q2 karena adanya berbagai kegiatan di Amerika sana,

Berarti kita telat dong kalo kinerja Q3 2022 bagus? Dalam konteks seperti ini menurut saya lebih baik telat dibanding harus menahan merah karena prediksinya relatif 50:50.

Tetapi bagi teman-teman yang memang mau masuk ke WOOD juga sudah bisa dengan pembelian di kisaran Rp 550 dengan target harga wajar Rp 1154.

Kalo ragu-ragu gimana? Sebaiknya jangan. Potensi WOOD sebenarnya bagus tetapi risknya juga relatif besar.

Rasio-Rasio Penting

Harga : 560 (harga tanggal 19/08/2022)

EPS : 97 (TTM)

Book Value : 610 (annualized)

Harga Wajar : 1154 (Graham Number)

MOS : 51%

PEG Ratio : –

PER : 5.94

PBV : 0.92

GPM : 35.49%

NPM : 9.56%

ROE : 15.44%

(Visited 87 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya