Pentingnya Membaca Laporan Keuangan. Contoh Kasus Saham KIJA
Di minggu pagi tanggal 21 Juli 2024 seperti biasa saya iseng-iseng membaca berita di media-media seperti Kontan.
Saat itu sedang membaca artikel ini, dan ada 2 hal yang menurut saya menarik. Berikut kutipannya dan komentar kami
“Persepsi pasar jelek ke kita ini karena kita tidak bagi-bagi dividen, itu kita dianggap jelek kan sehingga saham turun,” kata dia, Rabu (17/7).
Untuk memperbaiki persepsi tersebut, Darmono mengungkap Jababeka telah memiliki niat untuk kembali menebar dividen kepada para pemegang saham.
Jelas hal ini dibandingkan head to head dengan DMAS karena sama-sama jualan lahan tapi yang satu bagi dividen cukup royal dan KIJA ini tidak bagi dividen. Eh walopun DMAS di periode ini juga tidak bagi dividen.
Cukup menarik nih berarti kalo sebelumnya tidak bagi dividen kemudian bagi dividen seperti cerita MLIA dulu yang saya tulis juga di web. Artikelnya bisa dibaca disini MLIA : Kinerja Laba Rugi Yang Perlu Diketahui Serta Fakta Dibalik Dividen
Redaksinya bilang kembali menebar dividen tetapi pas dicari di RTI kok tidak ada sama sekali ya KIJA membagi dividen.
Hal berikutnya yang menarik di kutipan berikut
Jababeka (KIJA) mencatatkan penjualan dan pendapatan jasa senilai Rp 3,29 triliun per 31 Desember 2023, naik 20% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 2,74 triliun. Jababeka juga telah meraup laba bersih Rp 305,57 miliar. Tahun 2022, Jababeka masih merugi Rp 64,03 miliar.
Wah menarik nih.
Dari sini saya iseng cek di Google harga saham KIJA untuk mengetahui tren harga dalam 1 tahun terakhir.

Tidak paling bawah namun masih masa downtren. Menarik nih. Paling tidak untuk dibuat artikel dulu.
Lanjut saya membaca RTI untuk melihat sekilas EPSnya. Dan hasilnya….Hmmm.

Oh ya teman-teman sebenarnya bisa juga untuk membaca laporan keuangan bermodal RTI saja. Simak caranya disini ya Cara Mudah Membaca Laporan Keuangan Menggunakan Aplikasi RTI Bagian Profitability
Wah kok merah ya…Oh ya dink yang disebut di berita kan tahun 2023 dibanding tahun 2022.
Ok lanjut baca Stockbit untuk melihat sekilas berapa pendapatannya dan beban apa yang menyedot labanya.

Lah di Q1 2024 untung besar gini euy. Malah yang minus di Q1 2023.
Hmmmm….
Tentu saja saya langsung mengkonfirmasi ke LKnya

Dan ternyata yang benar versi RTI. Hmmm…Bahaya ni kalo tidak direvisi
Ternyata kalo pas salah gini bahaya juga ya…
Memang semua kudu dikonfirmasi langsung ke LK-nya.
Bagi teman-teman yang rutin baca Analisa di Stock Guide ID, kami selalu melampirkan LK-nya agar teman-teman juga bisa langsung kroscek kebenaran yang kami tulis. Kami juga ada potensi salah kan.
Contohnya ini saat kami membahas SBMA. Artikel lengkapnya SBMA Q1 2024 : Laba Bersih Naik 123% Dan 3 Catatan Terkait Book Valuenya

Trus gimana dengan KIJAnya? Coba saya buka-buka dulu. yak

