SBMA Q1 2024 : Laba Bersih Naik 123% Dan 3 Catatan Terkait Book Valuenya
Download LK SBMA Q1 2024
Review LK SBMA Q1 2024
- Kas NAIK dari Rp 4.7 miliar menjadi Rp 5.3 miliar
- Aset NAIK dari Rp 276.17 miliar menjadi Rp 283.45 miliar
- Liabilitas NAIK 8.6% dari Rp 60.73 miliar menjadi Rp 65.98 miliar
- Ekuitas NAIK dari Rp 215.44 miliar menjadi Rp 217.46 miliar
- Penjualan NAIK 9% dari Rp 26.50 miliar menjadi Rp 28.89 miliar
- Beban pokok pendapatan NAIK 1.79% dari Rp 15.08 miliar menjadi Rp 15.35 miliar
- Laba kotor NAIK 18.56% dari Rp 11.42 miliar menjadi Rp 13.53 miliar
- Laba bersih NAIK 123% dari Rp 903 juta menjadi Rp 2.01 miliar atau dari EPS 0.97 menjadi 2.17
Kondisi Perusahaan
Kas SBMA di periode Q1 2024 naik 12.77% dari dari Rp 4.7 miliar menjadi Rp 5.3 miliar. Salah satu kabar baiknya adalah kas meningkat karena adanya kenaikan penerimaan dari pelanggan dari Rp 26.9 miliar menjadi Rp 30.01 miliar.
Aset SBMA naik dari Rp 276.17 miliar menjadi Rp 283.45 miliar. Unsur penyumbang terbesar aset adalah aset tetap Rp 244 miliar.
Penyumbang nomer 2 yaitu piutang usaha yang mencapai Rp 21.32 miliar. Rincian piutang usaha ini bisa dilihat di gambar berikut

Berdasarkan data diatas maka piutang usaha SBMA lebih dari 120 hari atau lebih dari 1 kuartal. Sebenarnya masalah dan tidak masalah.
Bermasalah jika pas ada hutang. Dan tidak bermasalah ketika memang industrinya seperti itu.
Nanti kita lihat cash conversionnya dan kita lihat hutangnya. Ada indikasi bisa saja gali lubang tutup lubang.
Penyumbang no 3 yaitu persediaan yang mencapai Rp 5.75 miliar. Persediaan ini naik dari periode sebelumnya Rp 3.5 miliar. Perlu ditelusuri apakah memang persediaan naik untuk mengamankan pasokan atau memang tidak laku.
Penyumbang no 4 yaitu kas senilai Rp 5.3 miliar.
Hutang SBMA naik 8.6% dari Rp 60.73 miliar menjadi Rp 65.98 miliar. Rinciannya adalah hutang bank jangka panjang menjadi penyumbang terbesar mencapai Rp 18.37 miliar.
No 2 yaitu hutang bank jangka pendek Rp 16.93 miliar. No 3 yaitu uang jaminan pelanggan Rp 10.85 miliar. Uang jaminan pelanggan ini ibarat jaminan seperti KTP. Jika tabung milik SBMA dihilangkan pelanggan maka uang Rp 10.85 miliar menjadi milik SBMA.
Dengan melihat hutang jangka pendek Rp 16.93 miliar ditambah hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo setahun Rp 4.2 miliar dan kas hanya Rp 5.3 miliar jelas membuat SBMA harus gali lubang tutup lubang.
Hal ini dikonfirmasi di bagian arus kasnya.

Ekuitas naik dari Rp 215.44 miliar menjadi Rp 217.46 miliar. Book value per share SBMA mencapai 233.
Catatan dari kami terkait book value dan kondisi perusahaan dari SBMA
1. Book value SBMA cukup tinggi dibanding harga saat ini karena faktor saham yang beredar sangat sedikit yaitu hanya 929 juta lembar
2. Book value tinggi bukan karena aset likuid tetapi karena aset tetap
3. Aset kurang berkualitas.
Dan penyusun terbesar dari aset adalah aset tetap dimana aset tetap ini tentu saja tidak likuid dibanding dengan aset lancar. Ada piutang usaha sebagai aset lancar namun jatuh tempo lebih dari 1 kuartal.
Disisi lain hutang SBMA cukup tinggi yang harus dibayar.
Hal ini membuat aset SBMA menurut kami kurang berkualitas.
Kinerja Perusahaan
Penjualan SBMA di periode Q1 2024 naik 9% dari Rp 26.50 miliar menjadi Rp 28.89 miliar dengan rincian ada di gambar berikut

Kabar baiknya adalah ketika penjualan naik, beban pokok pendapatan hanya naik tipis 1.79% dari Rp 15.08 miliar menjadi Rp 15.35 miliar sehingga laba kotor naik 18.56% dari Rp 11.42 miliar menjadi Rp 13.53 miliar.
Yang menarik dari SBMA ini adalah GPM atau gross profit marginnya cukup tinggi mencapai 46.84%.
Kita berharap laba bersihnya juga bisa tinggi.
Beban umum dan administrasi sebesar Rp 10.87 miliar dengan gaji sebagai unsur terbesar senilai Rp 5.2 miliar dan pemasaran no 2 dengan nominal Rp 2.5 miliar.
Beban keuangan atau beban bunga Rp 711 juta.
Laba bersih SBMA di q1 2024 ini naik 123% dari Rp 903 juta menjadi Rp 2.01 miliar atau dari EPS 0.97 menjadi 2.17
Di atas sudah tertulis jika GPM SBMA cukup tinggi. Bagaimana dengan NPMnya? Berada di kisaran 6.97% dan hal ini stabil.

Tidak buruk sebenarnya cuma agak sayang karena GPM sudah tinggi.
Kinerja Saham

Kinerja saham SBMA dalam 1 tahun terakhir relatif stagnan dengan harga tertinggi Rp 179 dan harga terendah Rp 136.
Dengan kinerja Q1 2024 cukup lumayan seharusnya masih menawarkan peluang bagi calon investornya apalagi di media SBMA mendapat kontrak dari BUMN yang nilainya kisaran 5%.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 150 (harga tanggal 17/07/2024)
EPS : 9 (annualised)
Book Value : 233 (annualized)
Harga Wajar : 217 (Graham Number)
MOS : 31%
PEG Ratio : –
PER : 17.31
PBV : 0.64
GPM : 46.84%
NPM : 6.97%
ROE : 3.72%
Harga Wajar SBMA Q1 2024
Jika menggunakan EPS 9 dan Book Value 233 maka harga wajar saham SBMA Q1 2024 menurut Graham Number sebesar 217 berbanding dengan harga sekarang Rp 150 (Penutupan tanggal 17 Juli 2024).
Artinya SBMA masih sangat undervalue
Sudah dibahas di atas bahwa book value SBMA cukup tinggi dibanding harganya tetapi book valuenya tidak terlalu berkualitas.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan
Kondisi perusahaan perlu diperhatikan, kinerja perusahaan istimewa dan kinerja saham stagnan (1 year).
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Tidak
Harga Beli/Jual SBMA
Harga Rp 150 saat ini sebenarnya menawarkan opsi yang menarik dengan kinerja perusahaan yang lumayan istimewa.
Namun tentu saja perlu diperhatikan bagi para pemuja book value ya. Detail sudah ditulis kenapa kalian harus hati-hati dengan book valuenya.
Masuk di harga Rp 150 kalo mau coba-coba diperbolehkan apalagi di Q2 2023 eps SBMA cukup buruk dan di Q2 2024 ini berpotensi jauh lebih tinggi.
Hanya memanfaatkan momentum EPS bisa menjadi opsi dengan target kisaran Rp 176 seperti harga tertingginya dalam 1 tahun ini.

