ERAA Q1 2024 : 6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dan Harga Beli Yang Sesuai
Download LK ERAA Q1 2024
Review LK ERAA Q1 2024
- Kas TURUN dari Rp 1.7 triliun menjadi Rp 1.5 triliun
- Aset NAIK dari Rp 20.4 triliun menjadi Rp 24.9 triliun
- Liabilitas NAIK 34.3% dari Rp 12.3 triliun menjadi Rp 16.5 triliun.
- Ekuitas NAIK dari Rp 7.3 triliun menjadi Rp 7.5 triliun
- Penjualan NAIK 12.5% dari Rp 14.7 triliun menjadi Rp 16.6 triliun
- Beban pokok pendapatan NAIK dari Rp 13.2 triliun menjadi Rp 14.8 triliun.
- Laba kotor NAIK 16% dari Rp 1.5 triliun menjadi Rp1.8 triliun
- Laba bersih NAIK 8.4 % dari Rp 235.4 miliar menjadi Rp 255.2 miliar atau dari EPS 14 menjadi 16
Catatan LK ERAA Q1 2024
Kas ERAA di periode Q1 2024 turun 13% dari Rp 1.7 triliun menjadi Rp 1.5 triliun. Tidak ada hal yang membuat kas ERAA berubah secara signifikan.
Kami menemukan 2 hal unik saja dimana kas hasil operasi dalam kuartal yang sama selalu minus.
Di q1 2023 minus Rp 2.6 triliun dan di Q1 2024 minus Rp 2.3 triliun. Apakah ini karena ERAA menyiapkan momen lebaran sehingga menambah pasokan stock handphone atau tidak perlu ditelusuri lebih lanjut utamanya apakah di setiap kuartal yang ada lebarannya selalu minus.
Hal unik berikutnya adalah ERAA mendapat hutang bank jangka pendek Rp 2.7 triliun atau meningkat dari periode sebelumnya Rp 2 triliun.
Menurut kami ini ada hubungannya dengan NPM yang kecil di industri distribusi seperti ERAA ini. Cek juga emiten sejenis seperti MTDL atau AKRA ya.
Aset ERAA meningkat signifikan mencapai 22% dari Rp 20.4 triliun menjadi Rp 24.9 triliun.
Kenaikan terbesar datang dari adanya kenaikan persediaan dari Rp 8 triliun menjadi Rp 10.7 triliun. Sepertinya ERAA menambah hutang bank jangka pendek untuk menaikkan persediaan.
Persediaan untuk handpone dan tablet naik dari Rp 6.3 triliun menjadi Rp 8.9 triliun.
Peningkatan terbesar kedua datang dari taksiran tagihan pajak penghasilan dari Rp 1.9 triliun menjadi Rp 2.8 riliun. Di area ini kami mohon maaf belum terlalu memahami.
Liabilitas ERAA NAIK 34.3% dari Rp 12.3 triliun menjadi Rp 16.5 triliun. Tentu saja penyumbang terbesar kenaikan datang dari hutang bank jangka pendek yang naik dari Rp 3.9 triliun menjadi Rp 6.5 triliun.
Penyumbang kedua yaitu utang usaha pihak ketiga yang naik dari Rp 3.6 triliun menjadi Rp 5.9 triliun.
Penjualan NAIK 12.5% dari Rp 14.7 triliun menjadi Rp 16.6 triliun. Kenaikan terbesar disumbang oleh divisi telepon dan tablet yang naik dari Rp 11.9 triliun menjadi Rp 3.5 triliun.
Namun yang menyumbang laba kotor terbesar adalah penjualan aksesoris yang GPMnya mencapai 15%. Berapa GPM penjualan segmen telepon? Hanya 4%an.
Sayangnya penjualan aksesoris hanya Rp 3 triliun.
Kenaikan penjualan diikuti oleh kenaikan
– beban pokok pendapatan dari Rp 13.2 triliun menjadi Rp 14.8 triliun
– beban penjualan dari Rp 627.1 miliar menjadi Rp 711.5 miliar
– beban umum dan administrasi dari Rp 529.4 miliar menjadi Rp 662.5 miliar
– biaya keuangan dari Rp 100.4 miliar menjadi Rp 148.9 miliar.
Sehingga laba bersih ERAA di Q1 2024 ini sebesar Rp 255.2 miliar.
Kami menyoroti beberapa hal dari ERAA
1. NPM sangat kecil dimana dengan total penjualan Rp 16.6 triliun laba bersihnya hanya Rp 255.2 miliar
2. Jika dibanding penjualan, biaya keuangan yang hanya Rp 149.9 miliar terlihat kecil. Namun jika dibanding laba bersihnya yang hanya Rp 255.2 miliar maka nilai Rp 148.9 miliar menjadi sangat besar.
3. Bisnis makanan ERAA yaitu sushi tei sudah mulai profit bahkan sudah membagikan dividen ke ERAA
4. Diversifikasi ERAA ke lini bisnis apotek dan fashion masih belum memberikan imbal hasil yang bagus karena masih minus. Baca selengkapnya tentang bisnis ini di link berikut ERAA Lap Keu Q4 2021 : EPS Q4 Yang Turun Dan Diversifikasi Bisnis Yang Melebar
Artikel di atas membahas tentang LapKeu ERAA Q4 2021 tetapi pembahasan lini bisnis ERAA sudah tertulis.
5. Penjualan Q1 2024 ini adalah all time high untuk kuartal 1. Namun untuk laba bersihnya tidak

6. Apakah ERAA ada imbas lebaran?
Menurut hemat kami tidak.Karena tahun 2021, 2022 dan 2023 dimana lebaran jatuh di Q2 tetapi EPSnya masih lebih tinggi di Q1.

Tetapi entah kenapa di momen akhir tahun atau Q4 EPS ERAA merupakan kuartal tertinggi dalam 1 tahun.
Bisa jadi imbas Natal atau Tahun Baru atau bisa jadi imbas diskon besar-besaran makanya Q4 dan Q1 memiliki EPS tertinggi.
Harga Wajar ERAA Q1 2024
Jika menggunakan EPS 64 dan Book Value 475 maka harga wajar saham ERAA menurut Graham Number sebesar 827 berbanding dengan harga sekarang Rp 400.
Artinya ERAA masih sangat undervalue bahkan kenaikannya masih ada potensi bagger jika mengacunya ke harga wajar saat ini.
Bahkan harga ERAA di bawah harga book valuenya. Apakah book value ERAA ini termasuk book value yang istimewa? Jika mengacu di artikel ini Mengulik Book Value & TIDAK Semua Saham Undervalue Layak Investasi dan isi dari aset ERAA terbanyak di persediaan, piutang usaha dan kas maka kami merasa book value ERAA berkualitas.
Siapa sih yang tidak mau handphone apalagi Epel.
Kesimpulan
Kinerja ERAA di Q1 2024 ini termasuk kinerja yang bagus baik dari sisi penjualan maupun laba bersih. Namun kenaikan beban-beban membuat kinerja ERAA hanya bagus saja bukan istimewa.
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Watchlist
Harga Beli/Jual ERAA
Kinerja saham ERAA ternyata tidak linear dengan kinerja perusahaannya yang relatif stabil.
Jika mengacu per Januari 2024 maka harga ERAA turun 6% tetapi ERAA pernah menyentuh harga Rp 388.
Jika dibandingkan dengan 1 tahun terakhir ERAA sudah turun 18% dengan harga terendahnya di Rp 328.

Jika mau masuk ke ERAA berapa harga yang pas?
ERAA belum saya masukkan sebagai core stock karena laba bersih yang selalu kecil dan imbasnya adalah dividennya kecil.
Apalagi di tahun 2023 ini EPSnya lebih rendah dibanding tahun 2022 maka kemungkinan besar dividennya lebih kecil lagi.

Hubungannya apa antara harga masuk dengan dividen? Kalo mau masuk ERAA pastikan dividen yang didapat minimal div yield 5% syukur-syukur lebih.
Apalagi saat artikel ini ditulis tanggal 30 Mei 2024, dunia persahaman sedang sedikit terguncang karena emiten fundamental bagus saja tidak cukup. Bahkan emiten yang membagi div yield di atas 8% saja masih dihantam apalagi seperti ERAA dengan div yield kecil, NPM minimalis.
Jika ERAA membagi dividen sama yaitu Rp 19 maka div yield 5% tercipta ketika harga ERAA di Rp 360an.

