LPPF Q2 2023 : Kinerja Stabil, Polemik Dividen & Potensi Yang Muncul
| Miliar Rupiah | Q2 2023 | Q2 2022 | % |
|---|---|---|---|
| BALANCED | |||
| Cash | 322.4 | 354.2 | (8.98) |
| Aset Lancar | 1,441.0 | 1,445.9 | (0.34) |
| Aset Tidak Lancar | 4,141.4 | 4,304.2 | (3.78) |
| Total Asset | 5,582.4 | 5,750.1 | (2.92) |
| S.T.Borrowing | 3,064.2 | 2,355.8 | 30.07 |
| L.T.Borrowing | 2,678.3 | 2,814.1 | (4.83) |
| Total Debt | 5,742.5 | 5,169.9 | 11.08 |
| Total Equity | (160.1) | 580.2 | (127.59) |
| Equity Pengendali | (160.1) | 580.2 | (127.59) |
| Lembar Saham | 2.2 | 2.2 | |
| INCOME STATEMENT | |||
| Revenue | 3,851.7 | 3,761.6 | 2.40 |
| COGS | 1,255.7 | 1,199.6 | 4.68 |
| Laba Kotor | 2,596.0 | 2,562.0 | 1.33 |
| Laba Usaha | 991.3 | 1,254.2 | (20.96) |
| Laba Bersih | 683.8 | 918.3 | (25.54) |
| RATIO | |||
| Harga | 2680 | 4800 | -44.17 |
| Deviden* | 525.0 | 250.0 | 110.00 |
| Div Yield | 19.59 | 5.21 | 276.12 |
| EPS* | 622 | 835 | -25.54 |
| BVPS | -73 | 264 | -127.59 |
| PER* | 4.3 | 6 | -25.02 |
| PBV | -36.8 | 18.2 | -302.34 |
| ROA* | 24.5 | 31.9 | -23.30 |
| ROE* | -854.2 | 316.5 | -369.86 |
| GPM | 67.4 | 68.1 | -1.04 |
| OPM | 25.7 | 33.3 | -22.81 |
| NPM | 17.8 | 24.4 | -27.28 |
| Graham Number | #NUM! | 2226 | |
| MOS | #NUM! | -115.66 | |
| * Annualised |
Download Laporan Keuangan LPPF Q2 2023
Kinerja LPPF Q2 2023
- Untuk aset baik lancar dan tidak lancar relatif stabil.
- Hutang jangka pendek LPPF naik signifikan dimana Q4 2022 Rp 2.3 triliun menjadi Rp 3 triliun.
- Yang berubah signifikan dari sisi hutang jangka pendek adalah adanya hutang bank jangka pendek sebesar Rp 1.1 triliun dan penurunan hutang usaha dari Rp 1.2 triliun menjadi Rp 673 miliar.
- Untuk hutang bank jangka pendek ini jika melihat laporan arus kasnya digunakan untuk membayar dividen. Detail dividen ini dibahas di kesimpulan ya.
- Revenue naik 2.4% tetapi COGS naik 4.6% sehingga laba kotor hanya naik 1.3%.
- Ada kenaikan yang cukup signifikan dari beban usaha dimana di Q2 2022 Rp 1.4 triliun dan di Q2 2023 menjadi Rp 1.6 triliun dengan kenaikan terbesar disumbang oleh sewa dan gaji karyawan.
- Laba bersih turun 25.5% dari Rp 918.3 miliar menjadi Rp 683.8 miliar. Secara umum kinerja LPPF Q2 2023 dibanding Q2 2022 relatif sama. Pengurangannya bukan hal yang signifikan.
Harga Wajar LPPF Q2 2023
Karena rumus Graham Number menggunakan book value sedangkan book value atau equity LPPF negatif maka tidak bisa disimpulkan.
Kesimpulan
Dividen merupakan salah satu bukti dimana emiten benar-benar mendapatkan laba.
Namun kita juga perlu tau berbagai kemungkinan dengan dividen ini :
1. Bisa dibayarkan menggunakan laba bersih murni
Poin ini yang sering dilakukan oleh para emiten di bursa saham. Biasanya dengan DPR yang bervariasi mulai 20% hingga 100% seperti yang dilakukan oleh PTBA
2. Bisa dibayarkan dengan laba bersih dan tambahan dana dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.
Hal ini yang kemaren dilakukan oleh TOTL dimana laba bersihnya kisaran Rp 91.6 miliar namun bisa membagikan dividen mencapai Rp 341 milia. Simak Laba Bersih Hanya Rp 91,6 Miliar Tapi Dividennya Rp 341miliar. Kok Bisa?
Dan penggunaannya bisa dilihat di artikel ini TOTL Q2 20223 : Laba Bersih Naik 52.9%, Harga Beli Yang PAS Dan Belajar Tentang Dividen
3. Bisa dibayarkan menggunakan hutang.
Poin ini yang dilakukan oleh LPPF dimana di Q2 2023 ini LPP meminjam uang sebesar Rp 1.1 triliun yang salah satu peruntukannya digunakan untuk membayar dividen.

Yang menjadi problem adalah
Berapa bunga yang harus dibayarkan oleh LPPF dengan meminjam uang sebesar itu dan untuk berapa lama? Karena hal ini berhubungan dengan bunga yang harus dibayarkan.
Karena masuknya ke akun hutang lancar atau jangka pendek tentu saja hanya max 1 tahun dengan bunga max 9.2% dan imbasnya adalah adanya kenaikan beban bunga mencapai Rp 22.9 miliar
4. Bisa dibayarkan walopun ekuitas menjadi negatif.
5. Dividen tidak bisa dibayarkan ketika saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya negatif. Simak MLIA : Kinerja Laba Rugi Yang Perlu Diketahui Serta Fakta Dibalik Dividen
Justru yang menarik dari LPPF ini adalah manajemen sudah ngebet ingin membagikan dividen sejak Q3 2022 atau sejak Bulan September 2022.
PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) memproyeksikan akan membagikan dividen final Rp525 per saham total Rp1,23 triliun untuk tahun buku 2022. Matahari optimistis rencana ini bisa terealisasi, seiring dengan kinerja positif tahun ini. “Usulan dividen ini akan disampaikan pada RUPS tahunan yang akan diselenggarakan 2023,” kata Chief Financial Officer LPPF Niraj Jain dalam Public Expose Live 2022, Kamis (15/9/2022).
Harga Beli/Jual LPPF
Dividen dengan nominal Rp 525 mengerek kinerja saham LPPF terbang di kisaran Rp 500 dan per tanggal 01 Agustus 2023 harga LPPF hanya di kisaran Rp 2640 atau turun hampir 50%.
Apakah sudah saatnya masuk? Melihat trennya saya rasa dimasukkan ke watchlist dulu sembari
– menunggu potensi dividen tahun 2024.
Dividen LPPF sejak tahun 2015 tidak kaleng-kaleng lho

– menunggu harga terendah yang mungkin bisa terjadi
Jika sudah memiliki dan floating loss? Saya rasa hold adalah pilihan yang mungkin bisa diambil.
Value : Tidak
Growth : Tidak.
Dividen : Tidak
Core : Tidak.
Disclaimer :
1. Jika ada yang bertanya apa fungsi harga wajar dan apakah harga wajar saham akan tercapai silahkan baca artikel ini Mengenal Harga Wajar Saham, Fungsi Dan Kapan Emiten Mencapainya?
2. Apa definisi dari value investing, growth investing, dividen investing dan core investing? Baca selengkapnya di artikel ini Belajar Tentang Value, Growth, Garp, Dividen, Core & Quality Investing
3. Kesimpulan dan Harga Beli/Jual yang digunakan di Stock Guide ID merupakan pendapat pribadi.

