LPPF Q1 2023 : Laba Anjlok 30%, 4 Rasio Yang Perlu Diperhatikan Dan 1 Potensi Acuan

Miliar RupiahQ1 2023Q1 2022%
BALANCED
Cash3818111.11
Total Asset2432334.29
S.T.Borrowing4244(4.55)
L.T.Borrowing330.00
Total Debt4547(4.26)
Total Equity1981866.45
Equity Pengendali1961846.52
Lembar Saham0.80.8
INCOME STATEMENT
Revenue78754.00
Gross Profit2324(4.17)
Operating Profit1315(13.33)
Net.Profit1214(14.29)
RATIO
Harga520610-14.75
Deviden*21.027.5-23.64
Div Yield4.044.51-10.42
EPS*6070-14.29
BVPS2452306.52
PER*8.79-0.55
PBV2.12.7-19.97
ROA*19.824.0-17.81
ROE*24.230.1-19.48
GPM29.532.0-7.85
OPM16.720.0-16.67
NPM15.418.7-17.58
Graham Number575602
MOS9.58-1.35
* Annualised

Download Lapkeu LPPF Q1 2023

Catatan :

  • Jumlah persediaan meningkat 71% dari Rp 896 miliar menjadi Rp 1.5 triliun. Opsi terbesar jelas untuk persiapan libur lebaran di awal Q2 2023.
  • Hutang lancarnya mencapai Rp 3.1 triliun yang penyumbang terbesarnya adalah utang usaha Rp 1.8 triliun dengan masa bayar kuranf dari 1 tahun. Bisnis model seperti LPPF ini wajar seperti ini karena istilahnya para pemasok seperti nitip dulu nanti kalo terjual baru dibayar. Banyak para seller-seller kecil juga menerapkan bisnis model seperti ini namun dengan catatan kredibilitas sellernya sudah diakui oleh pemasok sehingga pemasok berani meminjamkan barangnya dulu.
  • Yang menarik adalah hutang usaha periode Q1 2023 ini relatif meningkat signifikan dibanding Q1 2022 yang hanya Rp 1.2 triliun. Artinya manajemen sudah cukup percaya diri menghadapi era lebaran tahun 2023 ini
  • Ekuitas LPPF hanya Rp 467 miliar. Artinya hanya dengan modal Rp 467 miliar mereka berani berhutang hingga Rp 1.8 triliun dan menghasilkan penjualan Rp 1.4 triliun. Sekali lagi kalo diibaratkan seller kecil kita sudah diakui pemasok dan nyatanya memang penjualannya bagus. Yuk iseng-iseng lihat model bisnis seperti ini yang dekat dengan kita seperti penjualan makanan di pagi hari di sepanjang jalan ya (Di Jogja sangat banyak dan rata-rata rame. Modal mereka ya hanya meja saja).
  • Jika hanya menggunakan konsep DER, jelas kurang tepat. Baca yuk Belajar Tentang Debt to Equity, Cash Ratio, Quick Ratio Dan Current Ratio
  • Penjualan naik 12% dari Rp 1.2 triliun menjadi Rp 1.4 triliun
  • GPMnya cukup tinggi mencapai 66%. GPM adalah menurut Syamsuddin (2009), adalah persentase dari hasil laba kotor yang dibandingkan dengan hasil penjualan. Kondisi operasi perusahaan ini akan dianggap baik apabila ukuran laba kotor tinggi. Ha tersebut menyatakan bahwa total biaya barang yang dijual lebih rendah dibandingkan dengan harga jualnya.Mengenal Gross Profit Margin, Operating Profit Margin Dan Net Profit Margin
  • Namun GPM tinggi harus tergerus beban usaha yang naik dari Rp 670 miliar menjadi Rp 776 miliar sehingga laba bersih akhirnya hanya menjadi Rp 101 miliar.

Kesimpulan

Jika menggunakan EPS 202 dan Book Value 234 maka harga wajar saham LPPF menurut Graham Number sebesar 1030 berbanding dengan harga sekarang Rp 3510.

Artinya LPPF sudah sangat overvalue.

Ada tambahan ya seperti yang sedikit dijelaskan di catatan bahwa bisnis model dari LPPF itu sedikit modal namun banyak hutang karena titipan sehingga masuk ke saham LPPF tidak bisa menggunakan 2 rasio ini yaitu DER dan PBV. Artinya metode Graham Number juga kurang valid.

Saran saya masuk ke LPPF menggunakan div yield atau menggunakan PER. Dan kabar baiknya adalah harga saat ini relatif terendah dalam 1 tahun terakhir.

Ada 1 hal yang menarik lagi dimana EPS di Q2 dan Q4 selalu meningkat sejak 2021.

Ya benar karena di 2 kuartal itu ada libur lebaran dan libur natal.

Dan melihat jumlah persediaan di Q1 2023 yang meningkat pesat bisa menjadi tanda kalo pendapatan di Q2 2023 akan naik signifikan dibanding Q1 2022 dan saya berharap juga lebih baik secara year to year dibanding Q2 2022.

Value : Tidak

Growth : Tidak

Dividen : Tidak.

Core : Tidak.

Disclaimer :

1. Jika ada yang bertanya apa fungsi harga wajar dan apakah harga wajar saham akan tercapai silahkan baca artikel ini Mengenal Harga Wajar Saham, Fungsi Dan Kapan Emiten Mencapainya?

2. Apa definisi dari value investing, growth investing, dividen investing dan core investing? Baca selengkapnya di artikel ini Belajar Tentang Value, Growth, Garp, Dividen, Core & Quality Investing

3. Kesimpulan yang digunakan di Stock Guide ID merupakan pendapat pribadi.

(Visited 295 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *