SOLA Q4 2023 : Laba Bersih Turun 76%, Tugas Dan Harapan Bagi Nyangkuter
Download LK SOLA Q4 2023
Review LK SOLA Q4 2023
- Kas TURUN dari Rp 26.4 miliar menjadi Rp 9.1 miliar
- Aset NAIK dari Rp 93.6 miliar menjadi Rp 107.5 miliar
- Liabilitas NAIK 33.1% dari Rp 23.8 miliar menjadi Rp 31.8 miliar
- Ekuitas NAIK dari Rp 19 triliun menjadi Rp 19.3 triliun
- Penjualan TURUN 8.3% dari Rp 90.8 miliar menjadi Rp 83.2.
- Beban pokok pendapatan NAIK dari Rp 46.6 miliar menjadi Rp 55.9 miliar.
- Laba kotor TURUN 38.2% dari Rp 44.2 miliar menjadi Rp 27.3 miliar
- Laba bersih TURUN 76 % dari Rp 24.6 miliar menjadi Rp 5.9 miliar atau dari EPS 14 menjadi 2
Catatan LK SOLA Q4 2023
Kas SOLA di periode Q4 2023 turun signifikan mencapai 65% dari Rp 26.4 miliar menjadi Rp 9.1 miliar karena menurunnya pembayaran dari pelanggan.
Pembayaran yang menurun dari pelanggan tidak bisa langsung dijadikan acuan bahwa emiten memiliki kinerja buruk karena perlu ditelusuri juga terkait biasanya mekanisme pelanggan membayar seperti apa, apakah menggunakan pembayaran di belakang atau malah menggunakan pembayaran besar di muka.
Aset SOLA di Q4 2023 ini naik lumayan kisaran 14.7% dari Rp 93.6 miliar menjadi Rp 107.5 miliar. Penyumbang terbesar aset adalah piutang usaha senilai Rp 30.6 miliar dan aset tetap Rp 30.3 miliar.
Kita bahas sedikit beberapa aset yang mengalami kenaikan dan penurunan secara signifikan.
Untuk kas sudah dibahas di awal. Yang mengalami kenaikan signifikan yaitu piutang usaha pihak ketiga dimana Q4 2022 Rp 7 miliar di 2023 menjadi Rp 30.6 miliar. Untung saja piutang SOLA termasuk piutang yang lancar.
Penambahan piutang terbesar datang dari PT GAG Nikel sebesar Rp 14.6 miliar. PT GAG Nikel ini juga menjadi penyumbang terbesar penjualan SOLA senilai Rp 16.2 miliar.
Hutang SOLA naik 33.1% dari Rp 23.8 miliar menjadi Rp 31.8 miliar.
Kenaikan hutang ini ditunjang kenaikan utang usaha senilai Rp 8.5 miliar, biaya yang masih harus dibayar Rp 5,6 miliar. Untuk hutang bank jangka pendek mengalami penurunan dari Rp 16 miliar menjadi Rp 8.4 miliar.
Penjualan SOLA turun 8.3% dari Rp 90.8 miliar menjadi Rp 83.2. Penjualan SOL terbagi menjadi 2 yaitu aspal yang turun dari Rp 66.2 miliar menjadi Rp 62.7 miliar. Untuk konstruksi menurun dari Rp 24.5 miliar menjadi Rp 20.4 miliar.
Sekadar informasi segmen operasi aspal merupakan pendapatan atas penjualan produk aspal (Pen 60/70) dan produk-produk hasil industri pengolahan aspal modifikasi.
Segmen operasi konstruksi merupakan pendapatan atas jasa konstruksi bangunan, jasa konstruksi mekanikal dan elektrikal, jasa konstruksi jalan, dan jasa konstruksi sistem solar PV.
Kolaborasi item
- penurunan penjualan
- kenaikan beban pokok pendapatan
- kenaikan beban usaha
membuat laba bersih SOLA turun 76% dari Rp 24.6 miliar menjadi Rp 5.9 miliar.
Namun untuk EPS yang tertulis di LK tahun 2022 sebesar Rp 14.09 dengan pembagi saham 1.746.250.822. Sedangkan EPS tahun 2023 Rp 2.27 dengan pembagi saham 2.625.000.000.
Harga Wajar SOLA Q4 2023
Jika menggunakan EPS 2 dan Book Value 29 maka harga wajar saham SOLA menurut Graham Number sebesar 36 berbanding dengan harga sekarang Rp 64.
Artinya SOLA sudah overvalue baik dari sisi harga wajar maupun book valuenya.
Kesimpulan
Kinerja SOLA di Q4 2023 ini memang menurun baik dari sisi penjualan, kenaikan COGS dan beban usaha.
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Tidak
Harga Beli/Jual SOLA
Tidak ada alasan untuk membeli SOLA kecuali memang ingin memanfaatkan momentum IPO.
Banyak yang berasumsi sekuritas tertentu hobi mengerek saham hingga ke langit ke tujuh.
Jujur saya tidak pernah mengikuti sekuritas mana yang hobinya mengerek, sekuritas mana yang hobinya mengebom.
Namun yang pasti untuk SOLA belum ada kekuatan baik dari sisi produk maupun kinerja yang membuat kita melirik.
Berbeda dengan IPO OBMD maupun IPO OMED yang dari sisi produknya menarik.
Bagi teman-teman yang mengetahui dengan pasti MOAT dari produk SOLA bisa kirim di kolom komentar ya.
Terus kalo saya nyangkut baiknya gimana?
Buat menghibur teman-teman yang nyangkut bisa mencari kontrak-kontrak SOLA seperti apa dengan besaran penjualannya berapa karena target manajemen di tahun 2024 ini penjualan mencapai Rp 115 miliar dengan laba bersih Rp 30 miliar. Target ini bahkan melampaui hasil penjualan dan laba bersih tahun 2022.
Saya spill satu ya kalo SOLA sudah dapat kontrak dari KSP Telogo Argo nilainya Rp 27.2 miliar. Kayanya ini akan mendongkrak kinerja SOLA di Q2 2024.
Oh ya saya membayangkannya SOLA atau Xolare RCR Energy Tbk. adalah emiten yang berhubungan dengan solar atau surya murni. Memang benar sih untuk segmen konstruksi disini yang dimaksud adalah membangun PLTS.
Mungkin poin ini yang membuat banyak orang masuk seperti BREN yang membawa isu energi terbarukan.

