ITMA Q4 2021 : Labanya Datang Darimana?

ITMA Q4 2021 : Labanya Datang Darimana?

Berikut ini rangkuman singkat dari ITMA (PT Sumber Energi Andalan Tbk) berdasar LK Q4 2021

DOWNLOAD LAP KEUANGAN ITMA

Sekadar catatan :

Laporan Keuangan Full Year atau Q4 ITMA 2021 ternyata menggunakan pembanding Lap Q3 Tahun 2020.

Kita ikuti saja yang ada ya

A. ASET

Aset ITMA mengalami kenaikan sebesar 14.3%.

Jika ditelusuri lebih lanjut maka ada 3 item yang naik secara signifikan yaitu di bagian

1. Kas yang dibatasi penggunaannya yang naik menjadi US$105,2 ribu. Namun uang ini sebenarnya milik PT Indopower Energi Abadi

2. Investasi pada entitas asosiasi yang naik dari US$ 149,8 Juta menjadi US$162 Juta.

Investasi yang dimaksud adalah investasi ke PT Mitratama Perkasa dengan kepemilikan 30% saja. PT Mitratama ini nanti akan menjadi sesuatu yang unik ketika pembahasan laba rugi dari ITMA.

3. Piutang non usaha ke pihak ketiga sebesar US$ 10.3 Juta.

B. HUTANG

 

Hutang ITMA mengalami kenaikan sebesar 4243%.

Kenaikan yang sangat signifikan dan kita perlu menelusuri hutang apa yang bertambah

1. Beban akrual yang naik menjadi US$ 33.9 ribu

Beban Akrual (Accrued Expense), merupakan beban yang masih harus dibayarkan, tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai periode selanjutnya.

Contohnya

  • biaya gaji karyawan yang belum dibayar perusahaan.
  • biaya pemakaian listrik yang belum dibayar perusahaan.
  • pada akhir tahun masih terdapat biaya pajak penghasilan perusahaan yang belum dibayar perusahaan.

2. Utang non usaha ke pihak berelasi naik menjadi US$ 345r ribu

Utang non-usaha kepada ANI tidak memiliki jangka waktu, tidak dikenakan bunga dan tidak terdapat jaminan sehingga relatif ya udahlah ya…

3. Utang bank jangka pendek yang naik menjadi US$ 438 ribu

Untungnya hutang ini sudah menjadi pengurang di hutang jangka panjang poin no 4.

4. Utang jangka panjang yang naik sangat signifikan yaitu US$ 10.05 juta.

Seperti piutang yang diberikan ke PT Siantar Tara Sejati, hutang jangka panjang ini juga masih berhubungan dengan PT Siantar Tara Sejati.

Namun sayangnya saat ditelusuri, kami tidak menemukan hubungan antara ITMA dengan PT Siantar Tara Sejati ini.

C. EKUITAS

 

Ekuitas ITMA mengalami kenaikan sebesar 8.1%.

D. LAPORAN LABA RUGI

 

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa yangperlu dikulik lebih jauh yaitu

1. Pendapatan

2. Beban pokok penjualan

3. Bagian atas laba neto entitas asosiasi

4. Beban pajak penghasilan

1. Pendapatan

 

Ada kenaikan pendapatan sebesar 91.8%.

Dan yang unik adalah hampir semua pendapatan dari ITMA ini berasal dari MP atau PT Mitratama Perkasa. Padahal kepemilikan ITMA ini hanya 30% saja.

Dan di tahun 2020 juga pendapatan terbesar masih datang dari MP.

Sayangnya MP ini bukan perusahaan publik sehingga kita tidak bisa menelusuri pendapatan MP ini datang dari berapa klien.

Hal lainnya adalah periode Desember 2020 disebut dengan 9 bulan dan periode Maret 2020 disebut 12 bulan.

Jujur saya agak pusing juga menelusuri. Apa mungkin seperti HEXA yang tahunnya itu dimulai bulan April dan berakhir di bulan Maret.

2. Beban pokok pendapatan

 

Perhatikan LK di atas dan ternyata ITMA tidak mempunyai beban pokok pendapatan

Jujur saya belum kenapa bisa ITMA tidak mempunyai beban pokok pendapatan.

3. Bagian atas laba neto entitas asosiasi

Bagian atas laba neto entitas asosiasi ada laba sebesar US$ 12.1 juta alias sangat tinggi alias laba aslinya ITMA berasal dari investasi di perusahaan lain.

Apa perusahaannya? PT Mitratama Perkasa.

PT Mitratama Perkasa atau MP ini ibarat kita beli perusahaan tapi cuma 30% dan perusahaan yang kita beli disuruh nyari uang sendiri untuk disetor ke kita dan kita juga mengakui harga pasaran perusahaan ini.

Yang punya 70% dari MP ini adalah PT Nusantara Pratama Indah (NPI) dan NPI ini adalah anak dari BIPI atau PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR Tbk. BIPI ini adalah pengendali dari ITMA

4. Beban pajak penghasilan

Selain beban pokok pendapatan yang kosong, di bagian beban pajak penghasilan juga kosong. Untungnya masih ada CLK yang bisa kita ikuti.

Logikanya adalah ketika tidak ada pajak berarti tidak ada pendapatan asli yang masuk.

E. EPS

 

Sekarang sudah tau ya story dari EPS ITMA yang tinggi datangnya darimana..

F. LAIN-LAIN

Untuk arus kas tidak saya bahas karena tidak ada efek yang signifikan.

G. KESIMPULAN

Jika kita menelusuri ITMA menggunakan EPS dan Book Value maka didapat harga wajar yang sangat tinggi atau kisaran Rp 3564 dengan harga saat ini masih di kisaran 525.

Namun dengan cerita di atas kita tau bahwa EPS ITMA sangat tinggi karena pengakuan laba dari investasi di PT Mitratama Perkasa. Mirip-mirip dengan SRTG lah…

Cuma SRTG mengakui investasi ini sebagai pendapatan utama bukan penghasilan lainnya.

Harga : 525 (harga penutupan tanggal 09/05/2022)

EPS : 0.01408/200 (annualized) Kurs : 14,269

Book Value : 0.1978/2822 (annualized) Kurs : 14,269

Harga Wajar : 3564 (Graham Number)

MOS : 85%

PER : 2.61

PBV : 0.19

GPM : -%

NPM : 5995.81%

ROE : 7.12%

Value investing : ITMA cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue bahkan memberikan potensi kenaikan sebesar 579%

Growth investing : Jika dilihat sekilas sejak tahun 2018, ITMA mengalami penurunan EPS sehingga tidak layak masuk sebagai growth investing.

Dividen investing : ITMA belum cocok dijadikan dividen stock

Core investing : ITMA belum cocok dijadikan saham core investing.

Melihat LK yang ada, saya cenderung untuk tidak mengambil ITMA sebagai saham investasi walopun meenuhi kaidah value investing.

Sumber :

1. https://kamus.tokopedia.com

2. https://accounting.binus.ac.id/

(Visited 51 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya