MTEL Q1 2024 : Kinerja Yang Menarik Dan Ada Kawan/Lawan

Download LK MTEL Q1 2024

Review LK MTEL Q1 2024

  • Kas NAIK dari Rp 879  miliar menjadi Rp 1.34 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 57.01 triliun menjadi Rp 57.3 triliun
  • Liabilitas TURUN 0.6% dari Rp 22.97 triliun menjadi Rp 22.82 triliun
  • Ekuitas NAIK dari Rp 34.03 triliun menjadi Rp 34.48 triliun
  • Penjualan NAIK 7.3% dari Rp 2.05 triliun menjadi Rp 2.20 triliun
  • Beban pokok pendapatan NAIK 7.2% dari Rp 976.1 miliar menjadi Rp 1.04 triliun
  • Laba kotor NAIK 7.4% dari Rp 1.07 triliun menjadi Rp 1.15 triliun
  • Laba bersih NAIK 3.9% dari Rp 501 miliar menjadi Rp 520.9 miliar atau dari EPS 6 menjadi 6

Catatan LK MTEL Q1 2024

Kas MTEL di periode Q1 2024 naik 52.6% dari Rp 879  miliar menjadi Rp 1.34 triliun. Kenaikan ini disebabkan kombinasi penerimaan konsumen yang naik, penurunan pembelian aset serta penurunan pembayaran pinjaman jangka pendek.

Aset MTEL periode Q1 2024 sebesar Rp 57.3 triliun dengan penyusun terbesar berupa aset tetap Rp 43.8 triliun, aset hak guna Rp 7.5 triliun dan kas Rp 1.3 triliun.

Liabilitas MTEL sebesar Rp 22.82 triliun. Dibanding kas jelas sangat besar dimana kasnya hanya Rp 1.3 triliun.

Untuk hutang terbesar yaitu hutang jangka panjang Rp 8.8 triliun dan pembayaran per tahunnya mencapai Rp 2.4 triliun. Namun ada hal yang menarik dari kinerja MTEL ini yang membuat layak dilirik. Baca terus ya artikelnya

Pendapatn MTEL naik 7.3% dari Rp 2.05 triliun menjadi Rp 2.20 triliun. Segmen pendapatan MTEL ada 3 yaitu sewa menara, jasa konstruksi dan jasa sewa listrik.

Sewa menara mencapai Rp 2.05 triliun. Adapun rinciannya Rp 1.1 triliun dari pihak berelasi atau sebesar 52.5% dan Rp 872.2 miliar dari pihak ketiga. Pihak ketiga datang dari EXL sebesar 20.38% dan ISAT 12.36%.

Beban pokok pendapatan naik 7.2% dari Rp 976.1 miliar menjadi Rp 1.04 triliun. Penyumbang terbesar dari beban ini yaitu penyusutan Rp 415.9 miliar dan amortisasi Rp 416.1 miliar.

Laba kotor naik 7.4% dari Rp 1.07 triliun menjadi Rp 1.15 triliun. Cukup ngeri ya dengan GPM kisaran 52.56%.

Laba bersih naik tipis sebesar 3.9% dari Rp 501 miliar menjadi Rp 520.9 miliar. Jumlah lembar sahamnya mencapai 82 miliar membuat EPS hanya kisaran 6.

Yang cukup menggembirakan adalah NPMnya di kisaran 23.6%.

Harga Wajar MTEL Q1 2024

Jika menggunakan EPS 25 dan Book Value 412 maka harga wajar saham MTEL menurut Graham Number sebesar 481 berbanding dengan harga sekarang Rp 640.

Artinya MTEL sudah overvalue.

Jika melihat grafik EPS terlihat growth. Sekarang kita coba menggunakan PEG ratio.

Dan hasilnya 1.83. Artinya harga MTEL saat ini sudah mahal. Yang bisa ditolerir hanyalah grafik NPMnya yang berada di kisaran 20% bahkan di Q1 2024 ini sebesar 23.6%.

Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham dan PEG Ratio DISINI

Kesimpulan

Kondisi perusahaan sedang saja, kinerja perusahaan istimewa dan kinerja saham stagnan (1 year).

Value : Tidak

Growth : Ya

Dividen : Tidak

Core : Tidak

Stock Guide : Wait n See

Harga Beli/Jual MTEL

Ternyata industri yang menurut kami berat bisa memberikan imbal laba bersih 23.6%. Sesuatu yang menjadi poin menarik bagi MTEL.

Sayangnya harga saat ini sudah mencapai Rp 640 berbanding harga wajarnya Rp 481 membuat opsi wait n see menjadi pilihan.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah dalam laporan public expose nama Starlink sering disebut walopun memang dalam kapasitas sebagai rekanan. Namun menjadi hal menarik ketika tiba-tiba Starlink cukup kuat di Indonesia dan melakukan aksi bisnis yang berbeda alias mau berbisnis sendiri.

Tentu saja hal ini bisa mengubah dunia pertoweran.

(Visited 289 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *