LSIP Q1 2024 : Laba bersih NAIK 140.6% Dan Kemana Kasnya?
Download LK LSIP Q1 2024
Review LK LSIP Q1 2024
- Kas NAIK dari Rp 4.51 triliun menjadi Rp 4.75 triliun
- Aset NAIK dari Rp 12.51 triliun menjadi Rp 12.85 triliun
- Liabilitas NAIK 6.4% dari Rp 1.16 triliun menjadi Rp 1.24 triliun
- Ekuitas NAIK dari Rp 11.34 triliun menjadi Rp 11.61 triliun
- Penjualan TURUN 2.73% dari Rp 904.1 miliar menjadi Rp 879.4 miliar
- Beban pokok pendapatan TURUN 8.7% dari Rp 681.9 miliar menjadi Rp 622.4 miliar
- Laba kotor NAIK 15.6% dari Rp 222.2 miliar menjadi Rp 257 miliar
- Laba bersih NAIK 140.6% dari Rp 111.9 miliar menjadi Rp 269.3 miliar atau dari EPS 16 menjadi 39
Catatan LK LSIP Q1 2024
Kas LSIP di periode Q1 2024 naik 5.4% dari Rp 4.51 triliun menjadi Rp 4.75 triliun. Tidak ada aktivitas yang signifikan dari penambahan kas ini.
Yang menarik adalah di LapKeu ada istilah kas pihak berelasi dan kas pihak ketiga. Jujur kami kurang paham konsepnya.
Tetapi yang perlu diketahui adalah LSIP memiliki kas mencapai Rp 4.75 triliun dengan penempatan deposito di pihak ketiga sejumlah Rp 4.22 triliun dengan imbal hasil kisaran 4% hingga 6.50%.
Atau konsep kas di pihak berelasi maksudnya penempatan kasnya berada di pihak berelasi dengan LSIP dan pihak ketiga yaitu penempatan kas ada di pihak ketiga. Jika ada teman-teman yang paham mohon boleh tulis di kolom komentar.
Aset LSIP naik dari dari Rp 12.51 triliun menjadi Rp 12.85 triliun. Penyusun kas terbesar LSIP adalah aset tetap sebesar Rp 5.46 triliun. Penyusun no 2 yaitu kas dengan nominal Rp 4.75 triliun dan ketiga yaitu Investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp 1.26 triliun.
Untuk aset tetap terbagi menjadi 2 yaitu tanaman produktif dan aset tetap lain. Untuk tanaman produktif sebesar Rp 2.70 triliun dengan rincian belum menghasilkan Rp 827.5 miliar dan menghasilkan Rp 1.87 triliun.
Tidak ada pembahasan hutang yang spesifik karena hutang LSIP di Q 202 hanya Rp 1.24 triliun dan LSIP mempunyai kas Rp 4.75 triliun.
Penjualan LSIP di Q1 2024 turun tipis sebesar 2.73% dari Rp 904.1 miliar menjadi Rp 879.4 miliar dengan penurunan terjadi di bagian inti sawit dimana Q1 2023 Rp 144.2 miliar dan di Q1 2024 Rp 110.1 miliar.
Penjualan terbesar disumbang MKS sebesar Rp 701.7 miliar. Penjualan LSIP 70% masuk ke perusahaan relasi yaitu SIMP atau PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Kombinasi penurunan beban pokok pendapatan, penurunan beban dan kenaikan penghasilan lainnya membuat laba bersih LSIP Q1 2024 naik 140.6% dari Rp 111.9 miliar menjadi Rp 269.3 miliar atau dari EPS 16 menjadi 39
Harga Wajar LSIP Q1 2024
Jika menggunakan EPS 158 dan Book Value 1702 maka harga wajar saham LSIP menurut Graham Number sebesar 2460 berbanding dengan harga sekarang Rp 810.
Artinya LSIP masih sangat undervalue.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar SahamĀ DISINI
Kesimpulan
Kondisi perusahaan istimewa, kinerja perusahaan sedang biasa saja.
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Wait n See
Harga Beli/Jual LSIP
Harga LSIP per penutupan tanggal 01 Juli 2024 hanya Rp 810. Harga wajar menurut Graham Number mencapai Rp 2460 artinya potensi cuannya sangat-sangat lebar.
Namun industri sawit yang “berisik” alias banyak tekanan, tidak serta merta terpengaruh dengan harga acuan sawit membuat banyak investor seperti wait n see di sektor sawit. (Cek harga acuan sawit disini Harga Sawit)
LSIP sendiri memiliki kondisi perusahaan yang istimewa dengan aset terbesar berasal dari aset tetap dan dari uang kas. Sayangnya dengan kas sebesar itu dividen yang dibagikan hanya Rp 39 atau jika menggunakan harga Rp 810 maka div yieldnya hanya 4.81%. Kemana kasnya berlari?
Harga saat ini di Rp 810 sudah menurun 8% dibanding YTDnya Rp 890. Dan jika ditarik 1 tahun maka sudah turun 19% atau turun dari Rp 1000.
Harga tertinggi LSIP terjadi di tanggal 27 April 2012 yang menyentuh Rp 3000.
Bagaimana sebaiknya? Menurut kami cicil saja di range maksimal Rp 850 dengan target dividen tahun 2025 Rp 53 seperti di periode tahun 2023 maka kita dapat div yield 6.2%.
Siapa tau suatu momen keluarga Salim melakukan hal-hal istimewa sehingga selain dividennya naik harga sahamnya juga bisa terbang.
Tapi kalo merasa emiten sebelah bisa memberi div yield hampir 10% berarti mending lupakan LSIP.

