ASII Q4 2023 : Laba Bersih Naik 16.9% Tapi Ada 4 Faktor Tentang Laba Bersih ASII

Download LK ASII Q4 2023

Review LK ASII Q4 2023

  • Kas TURUN dari Rp 61.2 triliun menjadi Rp 41.1 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 413.2 triliun menjadi Rp 445.6 triliun
  • Liabilitas NAIK 15.2% dari Rp 169.5 triliun menjadi Rp 195.2 triliun
  • Ekuitas NAIK dari Rp 192.1 triliun menjadi Rp 198.6 triliun
  • Penjualan NAIK 5% dari Rp 301.3 triliun menjadi Rp 316.5 triliun.
  • Beban pokok pendapatan NAIK dari Rp 231.2 triliun menjadi Rp 243.2 triliun.
  • Laba kotor NAIK 4.5% dari Rp 70 triliun menjadi Rp 73.3 triliun
  • Laba bersih NAIK 16.9% dari Rp 28.9 triliun menjadi Rp 33.8 triliun atau dari EPS 715 menjadi 836

Catatan LK ASII Q4 2023

Kas ASII di periode 2023 ini turun hingga 32.8% dari Rp 61.2 triliun menjadi Rp 41.1 triliun.

Dalam laporan arus kas ada 3 aktivitas yang lumayan menguras kas ASII yaitu

  • Penambahan aset tetap dari Rp 10.9 triliun menjadi Rp 21.1 triliun
  • Penambahan investasi dari Rp 265 miliar menjadi Rp 11.2 triliun. Utamanya untuk bisnis alat berat yang mengambil Rp 14.6 triliun
  • Pembayaran dividen dari Rp 11.4 triliun menjadi Rp 26.2 triliun

Hutang ASII naik 15.2% karena adanya penambahan hutang bank jangka panjang senilai Rp 42.8 triliun.

Penjualan ASII di periode Q4 2023 ini naik 5% menjadi Rp 316.5 triliun dibanding Q 2022 sebesar Rp 301.3 triliun.

Penyumbang terbesar dari alat berat Rp 128.5 triliun diikuti otomotif Rp 128.2 triliun. Hanya selisih 300 miliar.

Namun penyumbang laba kotor terbesar dari alat berat dan pertambangan yaitu Rp 35.7 triliun dan laba bersihnya Rp 22.1 triliun atau NPM kisaran 17.2%.

Bagaimana dengan bidang otomotifnya? Laba kotor Rp 14.7 triliun dan laba bersihnya Rp 11.9 triliun atau kisaran 9.3%.

Ada 3 fakta menarik dari ASII ini yaitu :

1. ASII lebih cocok menjadi bagian dari emiten komoditas

Menurut kami poin disini sebaiknya dipantau dengan lebih seksama karena kita tau harga komoditas relatif naik turun.

Disisi lain apakah masuknya EV akan menggerus laba ASII dari sisi otomotif harus kita pantau juga. Jangan-jangan hanya sekadar berita bad news agar harga ASII makin tenggelam.

2. Ada lini bisnis yang jauh lebih menarik di Q3 2024

Sebenarnya ada yang fantastis yaitu penjualan ASII dari sisi jasa keuangan dimana penjualannya Rp 29.9 triliun namun memiliki laba kotor Rp 16. triliun dan memiliki laba bersih Rp 7.9 atau NPM 26.5%.

3. Kinerja 2023 dan 2022 relatif sama

Jika dilihat secara lebih seksama di periode Q4 2023 ini laba periode berjalan ASII sebesar Rp 44.5 triliun dibanding Q4 2022 Rp 40.4 triliun terbantu oleh Penghasilan lain-lain, Bagian atas hasil bersih ventura bersama dan Penyesuaian nilai wajar investasi.  Artinya secara kinerja relatif sama dengan Q4 2022.

4. Ada penyedot laba bersih

Salah satu kenapa perhitungan laba harus menggunakan penghasilan yang didistribusikan ke pemilik entitas induk bukan laba berjalan karena adanya laba non pengendali.

ASII ternyata memiliki laba non pengendali yang cukup besar dimana laba tahun berjalan 2023 sebesar Rp 44.5 triliun namun yang dibagikan ke pemilik entitas induk atau termasuk kita-kita ini hanya Rp 33.4 triliun atau selisih Rp 10.2 triliun.

Efek terbesarnya apa? Jelas EPS jadi berkurang dan akhirnya dividen yang dibagikan ke kita menjadi lebih kecil.

Bahkan di tahun 2022 kepentingan non pengendalinya lebih besar lagi. Silahkan lihat di gambar berikut

Harga Wajar ASII Q4 2023

Jika menggunakan EPS 835 dan Book Value 4906 maka harga wajar saham ASII menurut Graham Number sebesar 9601 berbanding dengan harga sekarang Rp 5025.

Artinya ASII masih sangat undervalue.

Kesimpulan

Jika ditelusuri lebih lanjut kenaikan EPS ASII di periode ini gabungan antara kenaikan penjualan dengan faktor pendapatan lain-lain.

Value : Ya

Growth : Tidak

Dividen : Ya.

Core : Ya

Harga Beli/Jual ASII

Harga ASII saat ini Rp 5025 dan mempunyai harga wajar Rp 9601.

Harga yang sangat menarik.

Berharap ASII tembus ke harga wajarnya di range Rp 9000 sepertinya susah. Namun berharap ASII kembali ke harga kisaran Rp 6000 hingga Rp 6500 dengan div yield di atas 8% menjadi opsi menarik.

Dan karena ASII sedang bergerak di raneg Rp 5000 maka harga Rp 5000 menjadi harga psikologis yang kemungkinan besar akan membuat hati tenang beberapa tahun ke depan.

Perkiraan dividen final ASII Rp 421 ditambah dengan dividen interim Rp 98 maka dividen total kemungkinannya Rp 519. Jika kita dapat ASII di harga Rp 5000 maka div yieldnya 10.3%.

Oleh karena itu kami berani merekomendasikan ASII masuk di value investing, dividen investing dan core investing.

(Visited 961 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *