BLUE : Tantangan Yang Dihadapi Dan Masa Depannya
Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.
Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID
Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya
=====
Saya menemukan saham BLUE ini agak lupa tetapi kalo tidak salah membaca stream stockbit.
Langkah yang pertama biasanya saya membaca emiten ini bisnis apa kemudian membuka RTI dan melihat tren EPS.
Sempat terlupakan karena setelah tanya teman yang bisnis printer ternyata tinta blueprint tidak beliau gunakan.
Nah beberapa saat yang lalu mencoba masuk dan menelusuri lebih lanjut.
Selain sepintas kinerjanya yang bagus, membagi dividen dengan cukup lumayan kisaran div yield 5% dan emiten ini ada potensi di tahun 2024.
Ya pemilu menurut saya bisa menjadi pengungkit dari kinerja emiten ini.
Apa karena tinta yang dicelup dari BLUE? Kayaknya bukan dan bukan ini yang menjadi gambaran awal tetapi lebih ke arah pembahasan administrasinya.
Misal pas rapat KPP butuh ngeprint dokumen, pas sedang diskusi bahas siapa caleg yang diusulkan butuh dokumen ngeprint lagi, atau bahkan pas sedang debat di MK siapa yang seharusnya jadi presiden ya butuh dokumen yang diprint.
Tapi perasaan mulai agak kurang sreg saat emiten lain sudah melaporkan kinerja Q1, BLUE belum melaporkan dan saat saya telusuri juga tidak ada penundaan karena audited. Hal yang membuat terbersit apakah GCGnya kurang baik, dan pernah suatu momen melihat pengendali jual beli sahamnya.

Tapi coba ditunggu sampe akhir Mei dan ternyata kemaren tanggal 30 Mei 2023 LK Q1 2023 dirilis dan hasilnya memuaskan. GCG terlupakan sebentar, tapi nanti ada hal baik menurut saya terkait GCG ini.
Kembali ke pemilu, saya melihat EPS Q3 2019 ternyata cukup lumayan. Apakah ini karena efek pemilu?

Saya langsung membuka annual report BLUE tahun 2019 (Teman-teman bisa membaca juga disini Annual Report 2019)
Kata kunci yang saya gunakan tentu saja pemilu atau presiden.
Hasilnya malah diluar dugaan
Di halaman 6 disebutkan sebagai berikut :
” Di dalam negeri, perekonomian sempat terdisrupsi seiring dengan penyelenggaraan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden di tengah tahun. Namun demikian, terpilihnya kembali Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden dan didampingi oleh KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden untuk periode 2019-2024, beserta jajaran kabinet baru dalam Kabinet Indonesia Maju direspon positif oleh para pelaku pasar. Para pelaku pasar meyakini bahwa prospek pasar saham tergantung dari kemampuan dan kinerja kabinet baru.
Di halaman 13 disebutkan :
Sedangkan dari sisi dalam negeri, kondisi perekonomian lebih banyak dipengaruhi oleh Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung di tengah tahun. Kondisi tersebut di atas mempengaruhi pencapaian kinerja Perseroan khususnya terhadap proses pengadaan di setiap jenjang distribusi di mana level stok dikurangi untuk rangka merendahkan risiko. Sementara itu terkait dengan bidang usaha yang dijalankan oleh Perseroan, bisnis komputer yang paling banyak terkena imbas dari tahun politik tersebut. Di sisi lain, distribusi bisnis alat tulis kantor juga mengalami perlambatan namun tidak signifikan.
Trus apa penyebab EPS di Q3 2019 sangat bagus?
Masih di halaman 13 disebutkan sebagai berikut
Di sembilan bulan pertama performa Perseroan sangat baik bahkan di atas ekspektasi. Terutama mengingat tekanan dari faktor eksternal di paruh pertama tahun 2019 yang praktis menghambat iklim ekonomi belanja. Dari sisi operasional, penjualan saat kick off meeting di bulan Maret serta roadshow selama bulan Agustus dan September dibalut eforia atas keberhasilan Perseroan memenangkan test ketahanan tinta pada printhead. Test ini dilakukan pada 12 kota berbeda di mana Perseroan menang telak.
Di tahun 2019 kami menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 7%. Hal ini secara konsisten kami capai pada kuartal pertama, kedua, dan ketiga. Sedangkan pada kuartal keempat, tren perlambatan ekonomi mulai berdampak secara signifikan di pasar secara menyeluruh dan merata di setiap propinsi serta dialami semua level distribusi. Dampak paling parah
terjadi di jalur distribusi komputer yang turun hingga 50% di kuartal keempat tahun 2019. Berbagai usaha promo yang kami lakukan hanya meningkatkan sedikit penjualan.Pengucuran dana yang terlambat di beberapa dinas pemerintahan turut membawa dampak yang signifikan pada bisnis Perseroan. Secara keseluruhan, kami berhasil mewujudkan hasil yang positif hingga kuartal ketiga namun tergerus di kuartal keempat sehingga pencapaian net menjadi 12% di bawah target yang kami tetapkan.
Dan berikut ini tantangan tahun 2019 menurut manajemen
Adapun tantangan yang kami hadapi di sepanjang tahun 2019 terutama terletak pada faktor-faktor sebagai berikut:
1. Pergeseran kebiasaan pengguna di mana foto tidak lagi dicetak tetapi disimpan atau dibagikan melalui media sosial.
2. Sistem komunikasi di dalam kantor sudah banyak berubah dan terkonversi digital.
3. Sistem edukasi juga berubah dan terkonversi digital di mana sebagian tugas diserahkan secara elektronik bukan dengan hasil cetak.
4. Pengguna tinta printer memilih tinta menjamin layanan perbaikan dan sparepart bila terjadi masalah. Di mata pengguna, hanya tinta original merek pabrikan printer yang dapat memberikan jaminan tersebut. Merubah pola pikir seperti ini yang menjadi tugas kami.
5. Maraknya kembali produk selundupan yang dijual tanpa PPN terutama pada produk kertas thermal.
Ternyata budaya masyarakat sendiri terhadap tinta printer masih menjadi poin penghambat kinerja BLUE.
Apakah hal ini sudah selesai? Ternyata belum bahkan jauh lebih mengerikan.
Berdasar public expose tahun 2020, ada 5 tantangan yang ada yaitu :
1. Terblokirnya Akses Pasar Oleh LKPP
• Secara Histori pengguna produk BLUEPRINT adalah instansi / kantor Pemerintahan. Saat ini, kita diblokir sehinngga tidak dapat muncul di website LKPP untuk bersaing secara adil.
2. Efek Lanjutan dari Terblokirnya LKPP
- Pengguna suatu merek ditempat akan terbawa kebiasaan kepengunaan pribadi.
- Separuh dari pegguna instansi akan melanjutkan kebiasaan penggunaan merek yang sama dari kantor / tempat kerja
- Ini lebih berat dari tantangan Covid 19 yang hanya akan berlangsung
Tanggapan direksi atas LKPP
Direksi memandang bahwa tantangan ini cukup berdampak signifikan bagi kinerja Perseroan dikarenakan pasar Perseroan 30% ada pada instansi pemerintahan, maka efek yang ditimbulkan berimbas hingga 50% penjualan.
sementara.
3. Untuk Tinta, banyak user yang kuatir kehilangan garansi saat memakai tinta compatible.
4. Tren saat ini orang tidak lagi mencetak Foto,tapi upload ke sosmed.
5. Covid 19.
- Adanya covid 19, menurunkan anggaran belanja kantor dan
rumah tangga
Bagaimana langkah manajemen di tahun 2022?
Di tahun 2022, Perseroan menambah produk baru, yaitu Tinta, Kertas Thermal, dan Printer dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen untuk perkantoran, sektor Food & Beverage (F&B) maupun perdagangan online, baik secara B2B maupun B2C. Selain itu, Perseroan secara konsisten melanjutkan optimalisasi aktivitas penjualan dan pemasaran melalui platform secara daring
(online). Atas kebijakan strategis tersebut, Perseroan berhasil merealisasikan pertumbuhan sebesar 10% atau meningkat dari proyeksi yang ditargetkan di awal tahun.
Terus bagaimana kabar tentang LKPP? Ternyata masih sama.
Kendala dan tantangan yang dihadapi Perseroan di tahun 2022 sama seperti tahun sebelumnya, yaitu masih terjadi pembatasan akses pasar untuk kebutuhan pengadaan di
instansi kepemerintahan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).Namun demikian, tantangan yang lebih menantang yang dihadapi di tahun ini adalah beredarnya produk tinta original yang dipalsukan, di mana harga jualnya jauh di bawah harga
tinta compatible. Selain itu, terdapat oknum yang menjual produk kertas thermal dengan kuantitas yang tidak sesuai dengan spesifikasi, seperti jumlah yang dikurangi dan dijual
dengan harga rendah. Tantangan lainnya adalah produk hardware seperti printer scanner dan sejenisnya yang di impor tanpa melalui proses perizinan yang resmi serta tanpa
adanya garansi yang terdaftar di Kementerian Perindustrian, sehingga membuat harga jualnya menjadi sangat rendah.
Kesimpulan
1. Setelah melihat paparan manajemen yang membahas kendala serta solusi yang diupayakan, menurut saya GCG atau manajemen BLUE masih baik. Untuk masalah laporan keuangan akan kita perhatikan kuartal berikutnya apakah masih terlambat atau tidak.
2. Kinerja tetap bagus
Kalian bisa sekilas melihanya disini ya
| Miliar Rupiah | Q1 2023 | Q1 2022 | % |
|---|---|---|---|
| BALANCED | |||
| Cash | 5 | 7 | (28.57) |
| Total Asset | 101 | 95 | 6.32 |
| S.T.Borrowing | 4 | 6 | (33.33) |
| L.T.Borrowing | 1 | 1 | 0.00 |
| Total Debt | 5 | 7 | (28.57) |
| Total Equity | 96 | 88 | 9.09 |
| Equity Pengendali | 95 | 87 | 9.20 |
| Lembar Saham | 0.4 | 0.4 | |
| INCOME STATEMENT | |||
| Revenue | 40 | 29 | 37.93 |
| Gross Profit | 14 | 10 | 40.00 |
| Operating Profit | 8 | 4 | 100.00 |
| Net.Profit | 8 | 4 | 100.00 |
| RATIO | |||
| Harga | 302 | 282 | 7.09 |
| Deviden* | 0.0 | 17 | -100.00 |
| Div Yield | 0.00 | 6.03 | -100.00 |
| EPS* | 80 | 40 | 100.00 |
| BVPS | 238 | 218 | 9.20 |
| PER* | 3.8 | 7 | -46.45 |
| PBV | 1.3 | 1.3 | -1.93 |
| ROA* | 31.7 | 16.8 | 88.12 |
| ROE* | 33.3 | 18.2 | 83.33 |
| GPM | 35.0 | 34.5 | 1.50 |
| OPM | 20.0 | 13.8 | 45.00 |
| NPM | 20.0 | 13.8 | 45.00 |
| Graham Number | 654 | 442 | |
| MOS | 53.81 | 36.26 | |
| * Annualised |
Pendapatan Q1 2022 sebesar Rp 29,4 miliar namun ketika Q4 2022 menjadi Rp 131,3 dan raihan ini menjadi terbesar sejak emiten berdiri. Kabar gembiranya adalah periode Q1 2023 sebesar Rp 40 miliar dan jika disetahunkan bisa jadi pendapatan Q4 2023 sebesar Rp 160 miliar.
3. Membagi dividen dengan div yield lumayan yaitu kisaran 5%. Tahun 2022 kinerjanya meningkat lho. Besar kemungkinan dividennya akan naik lagi.
Jika kita melihat dividen payout ratio tahun 2022 sebesar 58,62% maka prediksi dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 19,92 atau mungkin bisa digenapkan menjadi Rp 20.
4. Kemungkinan besar akan ada stock split di masa depan karena kecilnya jumlah saham yang beredar
5. Menunggu LKPP. Ini bisa ditanyakan di public expose sebenarnya. Jika suatu saat bisa tembus atau regulasinya berubah maka ada harapan kinerj BLUE makin menjulang.
6. Ternyata pemilu bukan pengungkit kinerja BLUE. Tapi kita masih berharap semoga pemilu edisi 2024 ini bisa menaikkan kinerja BLUE.

