JIHD Q1 2025 : Laba Bersih Turun 60.18%, Non Pengendali Dan 3 Faktor Kenapa Enggak
Download LK JIHD Q1 2025
Review LK JIHD Q1 2025
- Kas NAIK 14,66% dari Rp 451,12 miliar menjadi Rp 517,23 miliar
- Aset NAIK 1,67% dari Rp 6.609,92 miliar menjadi Rp 6.720,55 miliar
- Liabilitas NAIK 3,62% dari Rp 1.793,26 miliar menjadi Rp 1.858,14 miliar
- Ekuitas NAIK 0,95% dari Rp 4.816,66 miliar menjadi Rp 4.862,41 miliar
- Pendapatan NAIK 5,32% dari Rp 371,35 miliar menjadi Rp 391,07 miliar
- Beban pokok pendapatan NAIK 8,73% dari Rp 82,25 miliar menjadi Rp 89,42 miliar
- Laba kotor NAIK 4,34% dari Rp 289,09 miliar menjadi Rp 301,65 miliar
- Laba bersih TURUN 60.18% dari Rp 11.37 miliar menjadi Rp 4.5 miliar atau EPS turun dari Rp 4,89 menjadi Rp 1,95
Kondisi Perusahaan
Kas JIHD di periode Q1 2025 naik 14.66% dari Rp 451.11 miliar menjadi Rp 517.23 miliar
Salah satu faktor kunci kenaikan arus kas JIHD di periode q1 2025 adalah
Salah satu faktor kunci yang mendorong kenaikan kas dan setara kas pada kuartal I tahun 2025 sebesar Rp 68,5 miliar (naik 14,66% dibanding periode sebelumnya) adalah penurunan signifikan pada aktivitas investasi dan pendanaan tertentu.
Pertama, penempatan investasi saham tidak dilakukan pada kuartal I 2025, berbeda dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 23,76 miliar. Hal ini memberikan ruang kas yang lebih longgar untuk periode berjalan.
Kedua, pembayaran dividen kepada kepentingan non-pengendali juga menurun drastis dari Rp 38,5 miliar pada kuartal I 2024 menjadi hanya Rp 3,3 miliar pada kuartal I 2025. Pengurangan beban kas dari pembagian dividen ini secara langsung memperkuat arus kas dari aktivitas pendanaan.
Aset total JIHD naik 1,67% dari Rp 6.6 triliun menjadi Rp 6.7triliun

Berikut ini penyusun aset terbesar JIHD
1. Persediaan tidak lancar sebesar Rp 2.17 triliun
Persediaan tidak lancar ini berupa tanah yang belum dikembangkan menjadi real estate senilai Rp 2.06 triliun. Sedangkan bangunan siap jual hanya Rp 26.85 miliar.
2. Properti investasi sebesar Rp 1.44 triliun
3. Investasi saham sebesar Rp 1.07 triliun
Investasi saham disini bukan investasi di perusahaan terbuka.
4. Aset tetap sebesar Rp 896.47 miliar
5. Kas dan setara kas sebesar Rp 517.23 miliar
Yang menarik adalah persediaan lancarnya hanya Rp 239.47 miliar
Secara sekilas kualitas aset JIHD sangat baik. Tapi memang perlu dikaji lebih mendalam
Liabilitas JIHD naik 3,62% dari Rp 1.793,26 miliar menjadi Rp 1.858,14 miliar

Berikut penyusun hutang JIHD terbesar
1. Liabilitas jangka panjang sebesar Rp 662.06 miliar
2. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp 393.83 miliar
3. Pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 146.31 miliar
Ekuitas JIHD Q1 2025 naik 0,95% dari Rp 4.816,66 miliar menjadi Rp 4.862,41 miliar
Namun ada kabar kurang menyenangkan dimana ekuitas non pengendali JIHD cukup besar senilai Rp 1.15 triliun sehingga ekuitas pengendali JIHD hanya Rp 3.70 triliun.
Ekuitas non pengendali ini mengambil 23.75% dari total ekuitas. Yang nanti perlu dilihat adalah apakah non pengendali ini akan mengambil laba bersih juga? Umumnya sih iya. Simak terus ya.
Kinerja Perusahaan
Penjualan JIHD di periode q1 2025 naik 5,32% dari Rp 371,35 miliar menjadi Rp 391,07 miliar

Pendapatan JIHD terbagi menjadi 4 segmen yaitu
- real estate yang menyumbang Rp 167.13 miliar,
- usaha hotel Rp 156,24 miliar,
- jasa telekomunikasi Rp 66.36 miliar dan
- jasa manajemen hotel Rp 1.3 miliar
Dengan pendapatan utama real estate seharusnya JIHD tidak terkena isu yang sedang marak dimana PHK di industri hotel sedang masif.
Tapi memang tidak bisa menjadi acuan langsung karena ini hanya 1 kuartal.
Perlu menelusuri lebih lanjut sebenarnya pendapatan JIHD utamanya disumbang oleh segmen apa.
Termasuk isu penurunan suku bunga bisa jadi juga akan berimbas baik ke JIHD karena adanya penjualan real estate.
Yang menarik ada jasa telekomunikasi yang menyumbang hingga Rp 66.36 miliar.
Kenaikan penjualan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 8,73% dari Rp 82,25 miliar menjadi Rp 89,42 miliar. Untungnya laba kotor tetap naik 4,34% dari Rp 289,09 miliar menjadi Rp 301,65 miliar

Berikut ini beban-beban dan pendapatan yang mempengaruhi laba rugi JIHD q1 2025
1. Beban administrasi dan umum sebesar Rp 315.50 miliar yang naik dari Rp 304.18 miliar
2. Pendapatan sewa dan pengelolaan kawasan Rp 61.15 miliar
Cukup menarik dimana laba usaha JIHD langsung minus dihantam beban administrasi. Pelru ditelusuri juga konsep bisnisnya.
Laba bersih total akhir JIHD periode Q1 2025 naik 18,63% dari Rp 38,28 miliar menjadi Rp 45,40 miliar atau EPS turun dari Rp 4,89 menjadi Rp 1,95.
Ya teman-teman tidak salah baca. Disaat laba bersih naik tetapi EPS malah turun. Kok bisa?
Ternyata efek non pengendali di bagian ekuitas sangat menyedot laba bersih pengendali di JIHD.
Laba bersih JIHD ada Rp 45.40 miliar tetapi hanya Rp 4.5 miliar yang masuk ke pengendali. Jadi sebenarnya laba bersih turun 60.18% dari Rp 11.37 miliar menjadi Rp 4.5 miliar

Ini bagi kami menjadi sinyal buruk karena tentu saja akan berimbas dengan dividennya.
Kinerja Saham

Melihat grafik saham dalam 1 tahun terakhir JIHD masih menimbulkan banyak pertanyaan.
Harga awal hanya kisaran Rp 338 kemudian naik Rp 2720 kemudian sekarang di harga Rp 640.
Coba teman-teman telusuri kenapa ada kenaikan harga yang sangat tinggi. Apakah karena dividen atau ada isu lain
Bagaimana dengan harga Rp 640? Sekilas sih kami no ya…coba nanti kita lihat harga wajarnya.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 640 (harga tanggal 03/06/2025)
EPS : 7.81 (annualised)
Book Value : 1591 (annualized)
Harga Wajar : 529 (Graham Number)
MOS : –
PEG Ratio : –
PER : 81.93 (annualized)
PBV : 0.40
GPM : 77.1%
NPM : 1.2%
ROE : 3.15%
Harga Wajar JIHD Q1 2025
Jika menggunakan EPS 7.81 dan Book Value 1591 maka harga wajar saham JIHD Q1 2025 menurut Graham Number sebesar 529 berbanding dengan harga sekarang Rp 640 (Penutupan tanggal 02 Juni 2025).
Artinya JIHD sudah overvalue
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review JIHD
Kondisi perusahaan tidak terlalu istimewa karena adanya piutang lain-lain, kinerja perusahaan terbantu pendapatan bunga dan kinerja saham sedang turun
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Tidak
Harga Beli/Jual JIHD
Ada beberapa faktor yang membuat Stock Guide menulis kata tidak sebagai rekomendasi untuk memasukkan JIHD
1. Non pengendali sangat besar
2. Tidak membagikan dividen
3. Tentu saja masih banyak emiten lain yang lebih baik baik sisi kondisi perusahaan, kinerja perusahaan dan dividennya
=======
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

