DGNS Q4 2021 : Menunggu Pendapatan “ASLI” & Bisnis Masa Depan

DGNS Q4 2021 : Menunggu Pendapatan “ASLI” & Bisnis Masa Depan

Berikut ini rangkuman singkat dari DGNS (PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk) berdasar LK Q4 2021

DOWNLOAD LAP KEUANGAN DGNS

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Perusahaan bergerak dalam menyediakan pelayanan penunjang kesehatan, seperti laboratorium kesehatan, pusat gambar diagnosa lainnya, laboratorium pemeriksaan darah, gudang farmasi, bank mata, bank darah bank sperma, bank transplantasi organ dan pelayanan penunjang medik lainnya.

B. ASET

Aset DGNS mengalami kenaikan sebesar 82.5%.

Kenaikan yang sangat signifikan dan kita perlu mengetahui apa saja bagian yang mengalami kenaikan yaitu

1. Kas dan setara kas yang naik sebesar 175% dari Rp 16 miliar menjadi Rp 44 miliar. Pembahasan kas nanti ada di bagian arus kas

2. Investasi jangka pendek sebesar Rp 6 miliar kepada PT Atrus Investasi. Namun nama perusahaan ini saat digogling tidak muncul

3. Piutang lain-lain kepada pihak ketiga dan ternyata piutang karyawan sebesar Rp 473 juta.

4. Biaya dibayar dimuka dan uang muka menjadi Rp 20.9 miliar dari Rp 1.5 miliar.

Jika melihat CLKnya maka kita tau bahwa uang muka yang ada digunakan untuk pembelian perlengkapan kantor. Mungkin DGNS memang sedang berekspansi.

5. Aset tetap dari Rp 15 miliar menjadi Rp 80.3 miliar yang setengahnya digunakan untuk pembelian tanah senilai Rp 43.6 miliar dan sebagian lainnya digunakna untuk pembelian peralatan kantor dan perlengkapan lab.

C. HUTANG

Hutang DGNS mengalami kenaikan sebesar 21.2%.

Ada 2 hal yang bisa menjadi catatan bagi kita yaitu :

1. DGNS tidak mempunyai hutang bank baik jangka pendek maupun jangka pandang

2. Hutang yang naik signifikan adalah utang lain-lain jangka panjang ke pihak relasi yang naik dari Rp 677 juta menjadi Rp 6.9 miliar yang isinya adalah perjanjian sewa yang dilakukan oleh DGNS ke pihak-pihak relasi.

D. EKUITAS

Artikel Terkait AISA : Menghapus Jejakmu

Ekuitas DGNS mengalami kenaikan sebesar 103%.

Karena DGNS baru saja IPO tentu saja mendapat tambahan modal disetor yang meningkat signifikan.

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa yang perlu dikulik lebih jauh yaitu

1. Pendapatan neto

Pendapatan dari kontrak pelanggan mengalami kenaikan sebesar 65%.

Ada yang menarik dari pendapatan DGNS ini

1. ternyata pendapatan DGNS justru lebih besar datang dari pihak ketiga bukan dari pihak berelasi.

Namun begitu jika melihat per klien tetap didominasi oleh pelanggan berelasi.

2. pelanggan no 2 terbesar yaitu PT Morula Indonesia dan perusahaan ini masuk ke dalam salah satu klinik bayi tabung terbaik di Jakarta

3. kenaikan pendapatan dari pihak ketiga klien korporasi meningkat sangat signifikan.

Apakah ini terkait dengan covid 19? Kita perlu pastikan lagi di Q1 2022 karena di periode ini covid 19 relatif sudah melandai.

2. Beban Pokok Penjualan

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 57.2% yang artinya DGNS mampu memberikan efisiensi.

Kenaikan terbesar datang dari bahan baku yang naik dari Rp 57 miliar menjadi Rp 118 miliar.

3. Beban umum administrasi

Beban umum dan administrasi terjadi peningkatan sangat signifikan mencapai 229% dan peningkatan paling besar terjadi di bagian gaji dan tunjangan.

Ada yang unik ketika Gaji dan tunjangan di beban pokok pendapatan berkurang tetapi Gaji dan tunjangan di bagian beban umum malah naik sangat signifikan.

Informasi saja bahwa Gaji dan tunjangan di bagian beban pokok berhubungan dengan tenaga kerja langsung untuk mendapat pendapatan seperti marketing dan Gaji dan tunjangan di bagian beban umum seperti dokter, admin dll.

4. Beban penjualan

Beban penjualan naik hingga 1200% dan kenaikan tertinggi berada di biaya referal. Referal ini konsepnya adalah merekomendasikan dan yang memberi rekomendasi mendapat fee.

F. EPS

EPS dari DGNS sejak tahun 2018 naik dengan rutin sehingga DGNS layak dipantau sebagai saham growth stock (PEG Rationya bisa dibaca di bagian Kesimpulan)

Namun adanya covid 19 yang membuat pendapatan DGNS melesat jelas menjadi hal yang wajib ditunggu karena bagaimanapun covid 19 sudah mereda dan apakah DGNS tetap bisa mencetak kenaikan pendapatan atau tidak.

Dan yang unik adalah EPS Q4 2021 justru hanya 0 bahkan EPS Q4 2020 sebesar 42.

Tunggu ya analisa lengkapnya.

G. LAIN-LAIN

 

Penerimaan uang dari hasil IPO jelas menjadi pembeda bagi arus kas DGNS yang membuat kas dan setara kasnya meningkat dari Rp 16 miliar menjadi Rp 44 miliar.

H. KINERJA SAHAM

 

Kinerja yang ciamik dari DGNS ternyata tidak serta merta membuat harga sahamnya terbang.

DGNS IPO tanggal 15 Januari 2021 dan sempat terbang tinggi hingga di harga 1345 (Edan), namun berangsur-angsur turun hingga Rp 280.

Jika teman-teman merupakan seorang investor apakah berani membeli saham DGNS?

Saya tidak akan menjawab tetapi saya akan memberikan beberapa panduannya ya

  • Bisnis lab walopun covid 19 mereda tetap akan jauh lebih tinggi dibanding sebelum adanya pandemi
  • Bisnis bayi tabung juga tentu saja semakin menarik
  • Namun kenaikan pendapatan yang ada tentu saja harus memperhatikan apakah karena pandemi atau bukan dan hal inilah yang membuat sebagian orang wait n see

I. KESIMPULAN

Harga : 280 (harga penutupan tanggal 17/05/2022)

EPS : 51 (annualized)

Book Value : 161 (annualized)

Harga Wajar : 430 (Graham Number)

MOS : 35%

PEG Ratio : 0.03

PER : 5.44

PBV : 1.73

GPM : 49.80%

NPM :21.28%

ROE : 31.86%

Jika kita menelusuri DGNS menggunakan EPS dan Book Value maka didapat harga wajar kisaran Rp 430 dengan harga saat ini masih di kisaran 280.

Value investing : DGNS cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue.

Growth investing : Jika dilihat sekilas sejak tahun 2018, DGNS layak masuk sebagai growth investing.

Bahkan PEG Ratio DGNS hanya 0.03 saja artinya masih sangat undervalue.

Namun kita perlu menunggu pendapatan antar kuartal karena pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan laba DGNS murni karena bisnis sehari-harinya atau karena ditopang oleh pandmei.

Dividen investing : DGNS belum cocok dijadikan saham dividen investing

Core investing : DGNS belum cocok dijadikan saham core investing.

Bisnis masa depan dan kinerja yang meningkat jelas menjadi poin sendiri, namun kita perlu menunggu pendapatan “asli” dari DGNS

Sumber :

(Visited 39 times, 1 visits today)

One thought on “DGNS Q4 2021 : Menunggu Pendapatan “ASLI” & Bisnis Masa Depan

  • Jika kita melihat di web resmi emiten dgns,emiten ini tidak benar2 bebas hutang dari bank. Mereka mendapatkan dana pinjaman dari bank BCA untuk pengembangan bisnis dan penambahan outlet yang sedang berjalan.

    Emiten ini, juga mulai melakukan investasi di startup kesehatan bio teknologi, yang berfokus dalam bidang pelacakan genetika.

    Semoga sampai kuartal 4 akhir tahun ini. Kinerjanya keuangannya akan tetap naik.

Leave a Reply

Artikel Lainnya