Menelusuri Jejak Dividen ACRO, Manuver Pengendali & Langkah Ke Depan
Kami adalah dividen investor dan tentu saja salah satu cara mencari saham yang memiliki dividen yield tinggi menggunakan screener yang sudah disediakan oleh sekuritas.

Dan berikut hasilnya.
ADRO wajar karena dividen lumayan tinggi dan harga sekarang rendah sehingga menciptakan dividen yield tinggi.
Tapi yang no 2 kok “aneh” ya
Perusahaan apa ini.
Akhirnya kami buka profil untuk mengetahui siapa ACRO dan juga membuka keystats dari ACRO ini untuk melihat eps, dividen serta dividen payout rationya.

Wah dividen payout rationya ngeri sekali.
Mencapai 860%.
Tentu saja ini tidak wajar apalagi ACRO ternyata baru 11 Januari 2024.
Kami menelusuri kapan ACRO membagi dividen

Pelan-pelan kami menelusuri informasi dari 5 sumber berikut
- Q4 2024 alias laporan keuangan full year 2024
- annual report
- Keterbukaan informasi
- Q1 2025.
Untuk kami gunakan menyusun artikel ini dengan 3 pembahasan utama
1. Jejak Dividen
2. Manuver Pengendali
3. Dividen Selanjutnya Gimana
Yuk disimak pelan-pelan
1. Jejak Dividen
Dari 5 sumber di atas kami menelusuri satu per satu data dan menemukan fakta dari Annual Report yang kami kutip sebagai berikut
Pada tanggal 20 Desember 2024, Perseroan melakukan aksi korporasi dengan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Agenda rapat tersebut adalah pembagian dividen tunai yang berasal dari laba ditahan hingga tahun buku 2023. Serta dividen interim dari laba bersih berdasarkan Laporan Keuangan periode 30 September 2024, sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Direksi Perseroan Nomor 025/SHA-D/2024 tanggal 20 Desember 2024.
Dividen tunai dari laba ditahan hingga tahun buku 2023 dan dividen interim dari laba bersih periode 30 September 2024 tersebut hanya dibagikan kepada pemegang saham dari
kalangan masyarakat. Dengan demikian, pemegang saham pengendali tidak menerima bagian dari pembagian dividen ini. Pembayaran dividen telah dilakukan pada tanggal 17 Januari 2025.
Sebanyak-banyaknya sebesar Rp9.345.617.935,00 dibagikan sebagai dividen tunai, kecuali Tuan Chung Tae Sung. Adapun dividen yang dibagikan sebanyak-banyaknya Rp12,47 per lembar saham.
Memberikan persetujuan kepada Dewan Direksi Perseroan untuk pembagian Dividen Interim atas Laba Bersih yang tercatat dalam Laporan keuangan periode 30 September 2024 sebesar Rp7.596.879.065,00 atau sebanyakbanyaknya Rp10,15 per lembar saham
Ternyata ACRO membagikan dividen sebanyak 2x dan dari sumber yang berbeda.
Yang pertama dengan besara Rp 12.47 diambil dari saldo laba ditahan dan yang kedua sebesar Rp 10.15 diambil dari dividen interim.
Yang menarik adalah pengendali atau Chun Tae Sung tidak mengambil dividennya. Wow (Kami akan membahasnya di bagian Manuver Pengendali di bawah ya)
Sekarang kita lihat saldo laba ditahan Q4 2023 di Laporan Keuangan Tahunan 2024

Besaran saldo laba Q4 2023 sebesar Rp 9.682.399.050 dan ACRO membagikan dividen sebesar Rp 9.345.617.935 (hampir semua saldo laba dibagikan).
Jumlah lembar saham yang beredar total sebanyak 3,469,191,722 lembar dan karena pengendali tidak mendapat dividen tunai ini maka yang mendapat dividen hanya 749,090,473 lembar saja sehingga per lembar masyarakat mendapat Rp12,47.
Bagaimana dengan dividen interimnya?
ACRO membagikan dividen interim sebesar Rp7.596.879.065 kepada saham masyarakat sebanyak 749,090,473 lembar sehingga per lembar mendapat Rp 10.15.
Sampai sini paham ya?
Paham donk…hehe
Lanjut ke pembahasan berikutnya
2. Manuver Pengendali
Awalnya kami agak sangsi dengan pengendali apalagi ketika melihat bahwa pengendali masih memiliki piutang tidak lancar yang cukup besar di perusahaannya.
Namun suatu momen, kami sedang scrolling di Stockbit dan menemukan komentar bahwa kenapa dividen ACRO besar karena pengendali tidak mengambil.
Dan setelah ditelusuri memang benar pengendali atau Chun Tae Sung tidak mengambil dividen bahkan dari 2x pembagian yaitu dividen final dari saldo laba ditahan 2023 dan dividen interim tahun buku 2024.
Wow.
Namun setelah dibaca-baca lebih lanjut adalagi manuver pengendali ini yang bagi teman-teman holder ACRO perlu diperhatikan
1. Piutang yang besar
Menurut laporan keuangan full year 2024 piutang tidak lancar dari pengendali naik dari Rp 61.92 miliar menjadi Rp 72.72 miliar.

Mengapa kami mengatakan besar, karena piutang pengendali ini mengambil porsi 29.7% dari total aset ACRO.

Bagaimana di q1 2025?
Turun sangat signifikan dari Rp 72.77 miliar turun menjadi Rp 57.19 miliar

Wow, kemungkinan Pak Chung memang konglomerat juga karena bisa membayar piutang sebesar Rp 15.53 miliar hanya dalam waktu 3 bulan (atau berdasarkan arus kas kisaran Rp 17.06 miliar)

Oh ya berikut CLK dari piutang lain-lain ini berdasar Q1 2025
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo piutang lain-lain Chung Tae Sung masing-masing sebesar Rp 57.191.561.609 dan Rp72.722.457.635 merupakan piutang lain-lain kepada kepada pihak berelasi.
Berdasarkan perjanjian nomor 018/SHA/XI/2024, Perusahaan memberikan pinjaman sebesar Rp72.722.457.635 dengan jangka waktu 5 bulan sejak ditandatanganinya perjanjian tertanggal 14 November 2024 dan dapat diperpanjang jangka waktunya berdasarkan kesepakatan tertulis oleh para pihak sejak ditandatanganinya perjanjian. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 7% p.a.
Jika melihat CLK di atas harusnya Q2 ini sudah lunas dan ACRO bisa mendapat tambahan kas yang lumayan.
Tapi kalo diperpanjang ya gpp karena memang sudah ada perjanjiannya…wkwkwk.
Lumayan dapat bunga 7%.
2. Membership golf
Kami menelusuri dokumen Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa [ACRO] 19 Juni 2025 dan menemukan fakta unik yaitu adanya komponen aset lain-lain berupa keanggotaan golf.
Berikut detail di dokumennya

Dan kami melihat di Q1 2025 aset lain-lain masih ada seperti di bawah ini

Jika memang untuk urusan bisnis dan boleh dipakai semua manajemen atau semua jajaran pegawai sih tidak masalah ya.
Tapi kalo misal dipakai sendiri ya……(tidak masalah juga…hihi..kan enggak ngambil dividen)
3. Pembelian mobil Mercedez Benz S450L
Selain keanggotaan golf, di dokumen tersebut juga ditemukan adanya pembelian mobil mewah Mercedez Benz S450L seharga Rp 2.6 miliar.
Berikut gambar mobilnya

Semoga memang pembelian ini untuk perusahaan ya…
3. Dividen Selanjutnya Gimana
Stock Guide menelusuri berbagai sosial media saham seperti Stockbit atau Threads dan menemukan beberapa investor memang masuk ke ACRO karena dividennya yang sangat tinggi.
Dengan melihat skema pembagiannya yang
- 2x membagi dividen dalam waktu yang bersamaan
- Tidak membagi dividen final
- Pengendali tidak mendapatkan hak dividennya sehingga dividen ke masyarakat besar
Muncul pertanyaan “Apakah di periode berikutnya ACRO akan membagi dividen dengan jumlah besar disaat jumlah besar tadi muncul karena pengendali tidak mengambil haknya?”
Kok menurut feeling kami tidak ya.
Kami buatkan detailnya jika pengendali ikut mendapatkan dividen
Dividen final
Saldo laba yang dibagikan sebesar Rp 9.345.617.935 dan semua lembar saham yang beredar termasuk milik pengendali sebanyak 3,469,191,722 lembar sehingga yang awalnya mendapat Rp12,47 menjadi Rp 2,69.
Dividen interim
Laba interim yang dibagikan Rp7.596.879.065 dan mendapat Rp 10.15 sedangkan jika semua lembar saham mendapat haknya maka besaran dividen menjadi Rp 2.18
Bagaimana? dengan harga anggap saja Rp 60 maka dividen yield untuk tahun buku 2024 hanya 3.63%
Trus gimana donk langkah saya sebagai investor?
1. Pantau piutang pengendali
Bagian piutang ini menjadi salah satu prioritas yang wajib diperhatikan setiap LK ACRO rilis sampai piutang ini benar-benar lunas semua.
2. Pantau penjualan dan laba bersih
Langkah ini adalah langkah wajar dan ACRO sebenarnya bisa masuk ke saham growth.
3. Pantau besaran dividen dan dibagikan ke siapa
Nah karena manuver pengendali yang relatif unik maka yang dipantau bukan hanya sekadar besaran dividen, DPR atau dividen yield tetapi juga memantau apakah pengendali mengambil haknya atau tidak.
Kalo teman-teman ingin masuk ke emiten yang membagi dividen investing di atas 10% mending join Komunitas Dividen Investing
=======
Mau baca terkait DIVIDEN INVESTING? Klik DISINI
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI
======
Disclaimer : semua tulisan di atas hanyalah opini pribadi berdasarkan laporan keuangan dan informasi yang ada.
Jika ada yang mengambil keputusan berdasar tulisan di atas maka Stock Guide tidak bertanggung jawab apapun.

