ACRO Q1 2025 : Kenaikan Laba Bersih SEMU & 4 Faktor Kunci
Download LK ACRO Q1 2025
Review LK ACRO Q1 2025
- Kas TURUN 12.53% dari Rp 41.51 miliar menjadi Rp 36.33 miliar
- Aset TURUN dari Rp 244.22 miliar menjadi Rp 226.26 miliar
- Liabilitas TURUN 8.68% dari Rp 52.11 miliar menjadi Rp 47.58 miliar
- Ekuitas TURUN 7.00% dari Rp 192.11 miliar menjadi Rp 178.68 miliar
- Penjualan NAIK 5.78% dari Rp 13.16 miliar menjadi Rp 13.92 miliar
- Beban pokok pendapatan NAIK 7.69% dari Rp 7.15 miliar menjadi Rp 7.70 miliar
- Laba kotor NAIK 3.49% dari Rp 6.01 miliar menjadi Rp 6.21 miliar
- Laba bersih NAIK 22.94% dari Rp 2.79 miliar menjadi Rp 3.43 miliar atau EPS Rp 1.13 menjadi Rp 1.39
Kondisi Perusahaan
Kas ACRO di periode Q1 2025 turun 12.53% dari Rp 41.51 miliar menjadi Rp 36.33 miliar
Berikut ini arus kas ACRO yang nilainya signifikan
1. Penerimaan pelanggan Rp 10.84 miliar (plus)
2. Pembayaran kepada pemasok, karyawan dll Rp 8.8 miliar (minus)
3. Pembayaran dividen Rp 16.9 miliar (minus)
4. Pembayaran dari pihak berelasi Rp 17.06 miliar (plus)
5. Pembayaran hutang bank Rp 6.5 miliar (minus)
Aset total SPMA turun dari Rp 244.22 miliar menjadi Rp 226.26 miliar

Berikut ini penyusun aset terbesar ACRO
1. Aset tetap sebesar Rp 99.43 miliar
2. Piutang lain-lain pihak berelasi Rp 57.19 miliar
Jarang ada emiten memiliki piutang pihak berelasi masuk ke aset tidak lancar.
Selain itu piutang ini juga masuk ke piutang tidak lancar. Artinya dobel tidak lancar.
Piutang ke siapakah?

Ternyata ke Chung Tae Sung. Siapakah Pak Chung Tae Sung?
Beliau adalah Direktur Utama PT Samcro Hyosung Adilestari TBK.

Cukup unik ya.
Jika nilainya kecil boleh-boleh saja tetapi nilainya ini 25.27% dari total aset. Kalau misalnya dihilangkan karena dianggap tidak tertagih maka penurunan asetnya cukup signifikan.
Kabar gembiranya adalah jika dibanding Desember 2024, piutang ini turun signifikan karena Desember 2024 masih sebesar Rp 72.72 miliar.
Dalam arus kas juga tertulis penerimaan dari pihak berelasi sebesar Rp 17.06 miliar.
3. Kas sebesar Rp 36.33 miliar
Lumayan ketika kas bisa menempati peringkat 3 penyusun aset. Nanti kita lihat bagian hutangnya. Apakah dengan kas yang ada bisa membayar paling tidak hutang bank jangka pendeknya.
Liabilitas ACRO turun 8.68% dari Rp 52.11 miliar menjadi Rp 47.58 miliar

Berikut penyusun hutang ACRO terbesar
1. Hutang bank jangka pendek Rp 39.81 miliar
Dengan melihat kas yang ada sebesar Rp 36.33 miliar memang tidak bisa langsung lunas. Untungnya piutang usaha ACRO relatif lancar sehingga bisa sedikit menutup hutang bank jangka pendek.
Sisanya? Tentu saja pinjam bank dan hal ini juga sudah tertulis di arus kasnya.
2. Utang usaha Rp 3.1 miliar
Ekuitas ACRO Q1 2025 turun 7.00% dari Rp 192.11 miliar menjadi Rp 178.68 miliar.
Apa penyebabnya? Penggunaan laba ditahan untuk membayar dividen.

Secara umum melihat kondisi perusahaan ACRO, maka kualitas book valuenya relatif kurang berkualitas karena
- masih ada tanggungan piutang lain-lain yang datang dari Dirutnya
- kas belum mampu menutupi hutang bank jangka pendek sehingga berpotensi masih mengambil pinjaman bank
- ekuitas yang menurun karena adanya pembagian dividen
Kinerja Perusahaan
Penjualan ACRO di periode q1 2025 naik 5.78% dari Rp 13.16 miliar menjadi Rp 13.92 miliar

ACRO merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan perdagangan yang memproduksi berbagai macam produk berupa perekat Hook dan Loop/Magic Tape atau Pita Pengait rekat dan webbing tape.
Hook dan Loop merupakan alternatif pengganti kancing dan resleting.
Sebenarnya perusahaan model seperti ini yang Stock Guide suka karena memang bisnisnya sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Kenaikan penjualan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 7.69% dari Rp 7.15 miliar menjadi Rp 7.70 miliar sehingga laba kotor hanya naik 3.49% dari Rp 6.01 miliar menjadi Rp 6.21 miliar.
Berikut ini beban-beban dan pendapatan yang mempengaruhi laba rugi ACRO q1 2025
1. Beban administrasi dan umum sebesar Rp 1.84 miliar yang naik dari Rp 1.10 miliar

Adanya kenaikan upah dan gaji, penyusutan, biaya tahunan membuat beban umum ini meningkat cukup signifikan.
2. Tambahan pendapatan keuangan Rp 1.2 miliar yang naik dari Rp 14.10 juta.
Tambahan pendapatan keuangan ini berupa bunga. Nilainya cukup signifikan.
Dan tambahan bunga ini menjadi penentu kenaikan laba bersih ACRO.
Laba bersih akhir ACRO periode Q1 2025 naik 2.94% dari Rp 2.79 miliar menjadi Rp 3.43 miliar atau EPS Rp 1.13 menjadi Rp 1.39
Kinerja Saham

Kinerja saham ACRO turun dari kisaran Rp 94 sekarang turun 31% menjadi Rp 64.
Menurut kami kurang layak karena bagaimanapun kinerja ACRO naik walaupun memang karena didongkrak oleh pendapatan bunga.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 64 (harga tanggal 28/05/2025)
EPS : 3.96 (annualised)
Book Value : 51 (annualized)
Harga Wajar : 67 (Graham Number)
MOS : –
PEG Ratio : –
PER : 16.16
PBV : 1.24
GPM : 44.7%
NPM : 24.6%
ROE : 5.46%
Harga Wajar ACRO Q1 2025
Jika menggunakan EPS 3.96 dan Book Value 51 maka harga wajar saham ACRO Q1 2025 menurut Graham Number sebesar 67 berbanding dengan harga sekarang Rp 64 (Penutupan tanggal 28 Mei 2025).
Artinya ACRO sudah fairvalue
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review ACRO
Kondisi perusahaan tidak terlalu istimewa karena adanya piutang lain-lain, kinerja perusahaan terbantu pendapatan bunga dan kinerja saham sedang turun
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Wait n see
Harga Beli/Jual ACRO
Ada beberapa faktor kunci yang membuat ACRO belum pantas masuk watchlist tetapi layak masuk wait n see
1. Adanya piutang lain-lain dari pihak berelasi
2. Kinerja perusahaan yang hanya tertopang pendapatan bunga
3. Harga saham saat ini yang sudah dekat dengan harga wajarnya
4. Dividen yang tiba-tiba besar.
Manuver manajemen yang tiba-tiba membagikan dividen sebesar Rp 22.61 atau total di saat laba bersihnya hanya Rp 9.1 miliar
Kapan opsi beli yang pas untuk ACRO?
1. Progres piutang lain-lain menurun
2. Harganya di bawah Rp 60
=======
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

