PJAA Q2 2024 : Laba Bersih Turun 44% Dan 2 Hal Yang Perlu Kita Tunggu
Download LK PJAA Q2 2024
Review LK PJAA Q2 2024
- Kas TURUN dari Rp 411.44 miliar menjadi Rp 330.07 miliar
- Aset TURUN dari Rp 3.74 triliun menjadi Rp 3.66 triliun
- Liabilitas TURUN 8.61% dari Rp 2.07 triliun menjadi Rp 1.99 triliun
- Ekuitas NAIK dari Rp 1.64 triliun menjadi Rp 1.65 triliun
- Penjualan TURUN 1.8% dari Rp 578.62 miliar menjadi Rp 567.95 miliar
- Beban pokok pendapatan NAIK 8.81% dari Rp 269.51 miliar menjadi Rp 293.26 miliar
- Laba kotor TURUN 11.14% dari Rp 309.1 miliar menjadi Rp 274.68 miliar
- Laba bersih TURUN 44% dari Rp 107.74 miliar menjadi Rp 59.82 miliar atau dari EPS 67 menjadi 37
Kondisi Perusahaan
Kas PJAA di periode Q2 2024 turun 19.78% dari Rp 411.44 miliar menjadi Rp 330.07 miliar. Aktivitas pembayaran utang obligasi dan pembayaran pajak menjadi poin dalam penurunan arus kas di periode ini.
Aset turun dari Rp 3.74 triliun menjadi Rp 3.66 triliun. Penyusun aset terbesar PJAA adalah aset tetap senilai Rp 2.48 triliun.
Penyusun aset no 2 yaitu kas senilai Rp 330.07 miliar.
Perbandingan antara aset lancar dan aset tetap PJAA ini cukup signifikan.
Hutang PJAA turun 8.61% dari Rp 2.07 triliun menjadi Rp 1.99 triliun. Hutang bank jangka panjang senilai Rp 489 miliar menjadi penyumbang hutang terbesar PJAA dan hutang bank jatuh tempo 1 tahun menjadi penyumbang hutang no 2.
Bagaimana hutang bank dengan kasnya? Sebenarnya tipis-tipis saja bukan yang aman karena kas PJAA hanya Rp 330 miliar dan hutang bank jangka pendeknya Rp 249.1 miliar.
Sepertinya PJAA juga model emiten yang gali lubang tutup lubang dan terbukti dengan penerbitan obligasi senilai Rp 600 miliar dengan bunga kisaran 8.50 s/d 9%.
Apakah hal ini berbahaya bagi kesehatan emiten? Bisa iya bisa tidak tergantung berapa kas yang didapat dari bisnisnya.
Ekuitas NAIK dari Rp 1.64 triliun menjadi Rp 1.65 triliun
Kinerja Perusahaan
Penjualan PJAA di periode Q2 2024 turun 1.8% dari Rp 578.62 miliar menjadi Rp 567.95 miliar. Berikut detail penjualan PJAA

Pendapatan dari penjualan tiket menjadi penyumbang penurunan terbesar dari Rp 412.71 miliar menjadi Rp 401.83 miliar.
Hal yang menarik adalah dimana penjualan tiket gerbang justru naik tetapi pendapatan wahana malah turun.
Jujur saya berada di Jogja sehingga tidak bisa melakukan analisa kualitatif. Dengan hanya melihat LK seperti apa mungkin kebanyakan masyarakat hanya masuk di Anclnya tapi tidak naik wahana-wahana yang ada? Atau ada mekanisme lain yang membuat penjualan tiket dan penjualan tiket wahana berkebalikan.
Di saat penjualan turun, beban pokok pendapatan justru naik 8.81% dari Rp 269.51 miliar menjadi Rp 293.26 miliar sehingga laba kotornya turun 11.14% dari Rp 309.1 miliar menjadi Rp 274.68 miliar.

Penyumbang kenaikan terbesar datang dari penyusutan dan amortisasi dan yang kedua dari gaji dan tunjangan. Untuk gaji dan tunjangan perlu memecah laporan Q1 dan Q2 agar tau yang naik tinggi di kuartal 2 atau kuartal 1.
Kombinasi dari hal berikut
1. Penurunan pendapatan lain dari Rp 20.1 miliar menjadi Rp 7.7 miliar
2. Kenaikan beban umum dan administrasi dari Rp 104.7 miliar menjadi Rp 120.6 miliar
3. Kenaikan peban penjualan dari Rp 9.2 miliar menjadi Rp 15.3 miliar
Menjadi beberapa hal penyebab laba bersih PJAA turun 44% dari Rp 107.74 miliar menjadi Rp 59.82 miliar atau dari EPS 67 menjadi 37.
Apakah pembahasan PJAA terkait kinerja sudah selesai? Belum. Perhatikan EPS berikut

Ada faktor yang perlu kita bahas lagi yaitu kinerja QoQ. Tunggu di artikel insight ya. GRATIS.
Kinerja Saham

Tidak bisa tidak. Dengan kinerja yang turun hampir 50% membuat PJAA dihukum market dengan penuruna kinerja saham kisaran 22%.
Ada kabar baik sedikit dimana sebenarnya harga saham terendah PJAA pernah tembus di harga Rp 625 dan sekarang sudah menjadi Rp 725.
LK Q2 2024 rilis magrib tanggal 25 Juli 2024 dan kemungkinan besar di perdagangan tanggal 26 Juli 2024 harga PJAA akan turun.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 725 (harga tanggal 25/07/2024)
EPS : 75 (annualised)
Book Value : 1034 (annualized)
Harga Wajar : 1321 (Graham Number)
MOS : 45%
PEG Ratio : –
PER : 9.69
PBV : 0.70
GPM : 48.36%
NPM : 10.53%
ROE : 7.22%
Harga Wajar PJAA Q2 2024
Jika menggunakan EPS 75 dan Book Value 103 maka harga wajar saham PJAA Q2 2024 menurut Graham Number sebesar 1321 berbanding dengan harga sekarang Rp 725 (Penutupan tanggal 25 Juli 2024).
Artinya PJAA masih undervalue
Sudah dibahas di atas bahwa book value PTMP tidak terlalu berkualitas.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan
Kondisi perusahaan aman, kinerja perusahaan cenderung turuna dan kinerja saham downtren.
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Stock Guide : Wait n see
Harga Beli/Jual PJAA
Euforia PJAA sempat naik tinggi di akhir 2023 dengan harga sahamnya menyentuh Rp 1030. Tapi euforia itu perlahan turun karena kinerja PJAA yang tiba-tiba drop dan harga sahamnya turun menyentuh Rp 625.
Sempat perlahan naik menyentuh Rp 740 kemudian berakhir di Rp 725
Dengan kinerja Q2 2024 yang belum meyakinkan secara year on year membuat kemungkinan besar harga saham PJAA akan turun.
Kondisi perusahaan relatif bagus tapi kinerja perusahaan sedang diuji membuat wait n see menjadi pilihan terbaik. Kita perlu menunggu 2 hal
- Pembahasan tuntas dari Stock Guide tentang kinerja QoQ PJAA
- Harganya turun di bawah Rp 700
Oh ya kenapa masuk ke wait n see? Jelas berharap PJAA ke harga Rp 1000 menjadi poin pertama.

