Momentum Investing by agasmhndr
Tulisan : agasmhndr
Perkenalkan saya Agas, bulan lalu saya diajak sharing-sharing sama mas @fadhilra11 di series Cerita Stockbitor @Stockbit dan saya diminta untuk sedikit bercerita tentang background dan bagaimana metode saya menemukan saham potensial dengan Momentum Investing.
Saya tidak berasal dari background Finance, mulai dari Engineer dulu saya kerja ngebikin new nanostructured materials di Korea (bersama POSCO 주식회사 포스코), lalu melipir ke Business Development / Advisor di FMCG balik ke Indonesia, tapi passion saya terhadap data analysis dan dunia investing lah yang membuat saya menekuni bidang ini sejak 2017.
Mau fundamental, mau technical, yang manapun itu silahkan saja digunakan. Tapi bagi saya, kombinasi metode ini yang saya terapkan. Saya belajar otodidak, berawal dari belajar Technical Analysis lalu Fundamental dan berakhir seperti saat ini.
Paling tidak ada beberapa kriteria sebuah saham punya potensi cuan bagger:
1. Story fundamental yang baik entah itu fast growth or turnaround
2. Growth tinggi dengan valuasi wajar / murah
3. Profitability baik dengan market share yang tumbuh, biasanya memiliki Moat
4. Management tidak aneh-aneh, kadang se simple perusahaan bagi dividend
5. Momentum uptrend secara technical, dan bagus jika didukung akumulasi asing
Nah metode untuk menemukan saham-saham tersebut saya gunakan SQQM: Story, Quantitative, Qualitative, Momentum.
Jadi tahap awalnya bisa saja saya menemukan saham pilihan dengan (1) secara fundamental story, sektor, ataupun kondisi makro (top down) atau (2) secara momentum nya dulu, misal menggunakan technical analysis ada saham-saham yang lagi kuat banget uptrend nya (bottom up)
Dari cara pertama: dimana bisa dicari dari leading indicator maupun key metrics yang penting bagi suatu sektor.
Contohnya misal JPFA tampaknya bisa menarik karena beban cost dari pakan jagung maupun soybean sudah turun cukup drastis dan adanya kenaikan harga ayam. Atau saham ABCD tampaknya menarik karena ada potensi comeback growth makin kencang karena JV dengan perusahaan WXYZ
Untuk cara kedua: bisa buat rules dulu secara rasio fundamental maupun technicalnya. Jika ada saham-saham yang masuk WL uptrend dan juga berkualitas, tinggal dibedah masing-masing story dan bagaimana prospect future earning nya.
Ada 3 rasio fundamental kriteria yang paling saya suka:
1. Piotroski F-Score, menilai posisi financial perusahaan. Nilainya 0-9, semakin ke 0 semakin buruk, semakin ke 9 semakin baik. Saran saya temukan saham dengan score diatas 4.
2. EPS growth > 15 ~ 20%
3. ROIC > 8% / ROE > 15% biasanya semakin tinggi kualitas perusahaan, valuasinya juga lebih tinggi dibandingkan peers nya. Jadi ga make sense memberikan filter terlalu ketat misal PBV < 1, PER < 10 malah hasilnya saham-saham sampah nanti….
Kita hanya bisa menentukan sebuah menarik atau tidak setelah mengerti bisnisnya NGAPAIN sih. Dari situ kita bisa dapet sense bahwa valuasi saat ini mahal / murah dengan menilai kemungkinan masa depannya.
Terkadang berita-berita itu diciptakan untuk “menggoreng” saham padahal bisa jadi tidak impact apapun ke bottom line perusahaan. Tugas kita adalah memfilter mana story yang beneran ngefek, mana yang nggak.
Untuk technical analysis, ini 3 kriteria utama yang saya gunakan:
1. EMA 50 > EMA 100 atau indikator trend lain
2. MACD Uptrend
3. Volume breakout ataupun foreign net buy pada saham-saham dibandari asing
Tinggal dilakukan analisa lebih dalam secara kualitatif dan management nya ya. Karena ini penting sekali. Decision yang benar harus didasarkan dari kepala matang, tau risk dan reward. Karena kita tidak pernah tau timing ketika kita beli benar atau salah.
Selamat mencoba!

