INVESTASI Itu WAJIB Bukan Pilihan, Berapapun Pendapatannya

INVESTASI Itu WAJIB Bukan Pilihan, Berapapun Pendapatannya

Saya beberapa kali mendengar tentang pernyataan seperti ini

Ngapain investasi, kan pendapatannya masih kecil

Aku mending bisnis saja dibanding investasi, karena kalo bisnis uangnya cepat berputar dan keuntungannya lebih besar

Aku hidup mengalir saja….

Ada yang salah dengan ketiga pernyataan di atas?

Bagaimana teman-teman menyikapi jika ada orang yang mengajak berinvestasi?

Saya tidak akan menjawab dan tidak akan mendebat tetapi saya hanya akan menjelaskan pelan-pelan tentang

A. konsep investasi

B. Perbedaan active income, passive income dan investasi

C. Tujuan berinvestasi

D. Compound interest (Konsep bunga berbunga)

E. Instrumen Investasi (Kelebihan dan Kelemahan)

F. Cara berinvestasi

A. Konsep Investasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Dari definisi tersebut menurut saya terlalu luas sehingga menurut saya investasi adalah seni mendapatkan kenaikan value dalam jangka waktu tertentu tanpa kita harus terlibat (walopun tidur kita tetap mendapat kenaikan value)

Value disini bisa diartikan nilai suatu barang, uang atau harga diri kita.

Contohnya seperti ini kita membeli 1 gram emas di tahun 2012 seharga Rp 384.000 dan kita diamkan saja di lemari dan di tahun 2022 emas 1 gram tersebut mempunyai harga Rp 841.000.

Kita tidak perlu terlibat apapun bahkan kita tidur, value emasnya meningkat

Contoh lain kita membeli tanah di Yogya tahun 2010 seharga Rp XXXX dan kita diamkan saja. Di tahun 2021 harga tanah tersebut menjadi YYY.

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20141214/48/382444/harga-properti-dalam-5-tahun-rata-rata-naik-hingga-10-di-atas-inflasi

Contoh terakhir kita membeli saham suatu perusahaan di tahun 2005 seharga Rp 345 dan di tahun 2022 saham tersebut memiliki harga sebesar Rp 7850.

Sudah paham kan?

Bagaimana dengan kos-kosan atau apartemen? Simak terus ya nanti saya jawab

Selain tentang investasi, kalian juga harus tau tentang apa itu active income dan passive income?

B. Perbedaan Active Income, Passive Income dan Investasi

Active income adalah penghasilan yang diperoleh dari aktivitas pekerjaan atau profesi yang ditekuni seperti bekerja atau berjualan.

Kunci pendapatan itu disebut active income adalah jika kita berhenti maka pendapatan tersebut akan hilang

Kalo kita misal keluar kerja maka kita tidak akan mendapat gaji

Kalo kita libur jualan kita tidak akan mendapat pemasukan.

Apa itu passive income? penghasilan yang diperoleh tanpa kita terlibat sebanyak active income namun masih lebih banyak terlibat dibanding investasi.

Jadi walopun kita berhenti bekerja kita tetap bisa mendapat penghasilan namun kita tetap perlu memantau secara rutin

Contohnya seperti bisnis kos-kosan.

Walopun kita tidur kita tetap akan mendapat uang, namun tetap harus dikontrol secara bulanan untuk penarikan iuran maupun maintenance.

Contoh lain seperti bisnis namun yang sudah semi autopilot.

Kita tidak perlu harus bekerja setiap hari namun tetap dipantau dan terlibat membuat keputusan-keputusan.

Contoh lain yaitu membuat video di Youtube dan diberi iklan bisa menjadi contoh passive income asal bukan yang dijadikan pekerjaaan rutin.

Bagaimana dengan investasi? Seperti sudah saya tulis di atas bahwa investasi adalah seni mendapatkan kenaikan value dalam jangka waktu tertentu tanpa kita harus terlibat.

Jadi perbedaan paling mendasar antara active income, passive income dan investasi adalah keterlibatan kita dan konsepnya.

Active income dan passive income itu seni mencari uang, sedangkan investasi adalah seni mengelola uang untuk masa depan.

Ada 1 video yang sangat bagus dari Ibu Menteri Keuangan tentang konsep investasi

Paham ya definisi dan perbedaannya?

C. Tujuan Berinvestasi

Apa tujuan kita berinvestasi?

Artikel Terkait Saham Dalam Islam

Tujuan investasi jelas kita ingin mendapat kenaikan value di masa depan.

Kita membeli emas, tanah atau saham agar beberapa tahun mendatang instrumen tersebut harganya jauh lebih mahal dibanding harga beli kita.

Dengan kenaikan value tersebut diharapkan bisa

  • mengimbangi inflasi yang ada,
  • berjaga-jaga jika kita sudah tidak bisa mendapat penghasilan
  • berjaga-jaga untuk kebutuhan di masa depan
  • memperoleh kehidupan yang lebih layak dan stabil di masa yang akan datang.

Terlihat menarik ya investasi ini, tetapi teman-teman juga wajib tau bahwa investasi pun memiliki resiko yaitu kenaikan value yang kita harapkan tidak terjadi (walopun kemungkinannya kecil jika kita memasang waktunya lama).

Teman berinvestasi itu hanya satu yaitu WAKTU. Bisa di atas 3 tahun atau 5 atau bahkan di atas 10 tahun.

D. Compound Interest (Konsep Bunga Berbunga)

Ada 1 hal lain yang membuat investasi kita menjadi maksimal yaitu konsep compund interest atau bunga berbunga.

Bunga berbunga ini bukan seperti bunga pada bank ya tetapi konsep apa yang kita investasikan bisa beranak dan anak tersebut kita masukkan lagi dalam investasinya.

Contohnya deposito. Per bulan deposito ada bagi hasil dan bagi hasil itu bisa dimasukkan ke modalnya biar bagi hasil bulan berikutnya menjadi lebih besar.

Bahkan seorang ilmuwan Albert Einstein mengatakan bahwa compound interest ini menjadi keajaiban ke 8.

Apakah tanah atau emas bisa digunakan dalam konsep compund interest?

Tidak karena tanah 100m tahun 2010 akan tetap 100m di tahun 2030.

Emas 1 gram di tahun 2010 akan tetap 1 gram di tahun 2030.

Selain deposito apa instrumen investasi yang bisa compound interest?

Saham karena saham ada dividen dan dividennya tersebut bisa dimasukkan ke modal awal investasi.

E. Instrumen Investasi (Kelebihan dan Kelemahan)

Apa saja instrumen investasi?

Ada beberapa instrumen yang bisa dijadikan sarana untuk investasi dan saya juga akan menyebutkan kelebihan serta kelemahannya

– Tanah

Kelebihan :

  • Hampir pasti harganya naik karena tanah tidak berkembang tapi umat manusianya terus bertambah, kecuali ada force majeur seperti bencana alam seperti lumpur di Jawa Timur, atau tanah di sekitar dijadikan makam dll.
  • Tidak perlu belajar yang spesifik untuk memilikinya

Kelemahan :

  • Butuh modal yang besar untuk memilikinya
  • Tidak bisa compound interest
  • Tidak likuid (butuh waktu untuk dicairkan menjadi uang)

– Emas

Kelebihan

  • Hampir pasti naik apalagi jika ada krisis
  • Tidak perlu belajar yang spesifik
  • Tidak perlu modal besar untuk memiliki
  • Likuid (sangat cepat untuk dicairkan menjadi uang)

Kelemahan

  • Tidak bisa compound interest
  • Benar-benar harus bersahabat dengan waktu karena ada selisih biaya jual dan beli

– Saham

Kelebihan

  • Bisa compound interest
  • Tidak perlu modal besar untuk memiliki
  • Likuid (sangat cepat untuk dicairkan menjadi uang walopun butuh minimal 2 hari untuk prosesnya)

Kelemahan

  • Perlu belajar yang spesifik
  • Benar-benar harus bersahabat dengan waktu karena dalam jangka pendek harganya berfluktuatif
  • Harus dipantau minimal 3 bulan sekali atau 1 tahun sekali
  • Investasi paling “berbahaya” namun imbal hasilnya bisa paling besar

– Deposito

Kelebihan

  • Bisa compound interest
  • Tidak perlu modal besar untuk memiliki
  • Tidak perlu belajar yang spesifik
  • Likuid (sangat cepat untuk dicairkan menjadi uang walopun ada penaltinya)

Kelemahan

  • Bisa compound interest tetapi sangat kecil sekali imbal hasilnya

Reksadana / Obligasi

Kelebihan

  • Bisa compound interest
  • Tidak perlu modal besar untuk memiliki
  • Likuid (sangat cepat untuk dicairkan menjadi uang walopun butuh sekitar 7 hari untuk prosesnya)

Kelemahan

  • Perlu belajar walopun sedikit

F. Cara Berinvestasi

Trus bagaimana caranya berinvestasi?

Gampang banget, kita cukup sisihkan di awal dari pendapatan kita (bisa 2% atau 5% atau 10%) dan masukkan ke instrumen investasi yang bisa kita miliki.

Kalo mau ke instrumen saham bisa kontak saya DISINI (Tuliskan : Saya ingin belajar berinvestasi saham)

Ingat ya investasi itu bukan uang sisaan tetapi langsung dipotong saat kita terima gaji atau pendapatan.

Tapi kan pendapatan saya masih kecil? Justru karena kecil itu kita berharap di masa depan bisa jadi besar.

Investasi itu adalah seni mengelola uang. Jadi walopun saat ini pendapatan kita masih kecil tapi kalo kita pinter mengelola bisa saja di masa depan akan menjadi besar.

Walopun sekarang pendapatan kita besar tetapi pengeluaran kita jauh lebih besar tetap tidak ada artinya dan bisa jadi di masa depan kita justru bangkrut

Sumber : https://www.inews.id/lifestyle/seleb/artis-terkaya-yang-kini-jatuh-miskin

Ilmu berinvestasi ini tidak diajarkan di sekolah (seingat saya pas di SMA tidak ada atau saya yang lupa) padahal ilmu ini sangat penting.

Ilmu cara mencari uang sudah banyak tetapi ilmu cara mengelola uang masih sangat jarang apalagi ilmu mengelola uang untuk berinvestasi.

Jadi langkah teman-teman cukup seperti ini

  1. Lihat kembali pendapatan bulan lalu
  2. Potong sebesar persentase yang siap digunakan untuk berinvestasi
  3. Belajar tentang instrumen investasi
  4. Mulai berinvestasi. Jangan ditunda-tunda

Itulah konsep berinvestasi yang bisa kita mulai terapkan.

Kapan waktu yang terbaik untuk mulai berinvestasi? 10 Tahun yang lalu

Kapan waktu terbaik kedua untuk mulai berinvestasi? Saat ini.

Tapi hati-hati dengan investasi bodong ya (Nantikan artikel tentang investasi bodong ini)

(Visited 55 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya